Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Aktivis Perempuan: Keributan Debat Ketiga Paslon Gubernur Aceh Sangat Memalukan

redaksi by redaksi
21/11/2024
in Nanggroe
0
Aktivis Perempuan: Keributan Debat Ketiga Paslon Gubernur Aceh Sangat Memalukan

Jakarta – Insiden terjadinya keributan pada saat perhelatan debat ketiga Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang berlangsung pada Selasa (19/11/2024) kemarin malam, sangat memalukan dan berdampak pada kejelekan nama Daerah Aceh dimata publik khususnya di Aceh sendiri dan bahkan ditataran Nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Rofi Mayana selaku pemerhati politik generasi muda Aceh dan juga Bendahara Umum Forum Komunikasi Pemuda Mahasiswa Bireuen (Forkopmabir) DKI Jakarta kepada media, pada Kamis (21/11/2024) yang ikut menyorot perihal insiden kericuhan disaat debat ketiga Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh sedang berlangsung pada siaran live media televisi Nasional karena dipicu protes sepihak persoalan terdapat microfon audio rekaman yang menempel dikerah baju salah satu pihak paslon saat sedang penyampaian visi-misi kandidat Calon Gubernur Aceh bernomor urut satu Bustami Hamzah yang berpasangan dengan M. Fadhil Rahmi.

“Kami sangat menyayangkan atas insiden kericuhan yang terjadi tersebut. Sehingga prosesi debat terakhir paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh dihentikan oleh pihak penyelenggara acara dalam hal ini KIP Provinsi Aceh. Padahal Acara debat kali ketiga ini yang sangat dinantikan oleh segenap elemen masyarakat Aceh guna menyaksikan pemaparan gagasan visi-misi para paslon agar dapat menentukan pilihan siapa yang layak dan pantas dipilih menjadi Pemimpin Aceh untuk menjalankan Kepemimpinan Aceh satu periode mendatang,” jelasnya.

Kemudian disamping itu, pihaknya menilai tata cara yang dilakukan untuk memprotes pemakaian alat tersebut dinilai terkesan arogan, terlalu berlebihan dan tak wajar karena memicu keributan didalam forum debat yang sedang berlangsung hingga pelaksanaan kelanjutan Acara harus terhenti.

“Disini terkesan KIP Aceh lalai dalam bekerja dan semestinya mereka harus bertanggung jawab atas gagalnya kegiatan debat terkahir pilgub Aceh kemarin dan ini telah mencridrai nilai-nilai serta jalannya prosesi pesta demokrasi yang ada secara damai dan tertib,” Lanjut Rofi.

Terakhir, pihaknya juga meminta untuk pemerintah pusat harus segera turun tangan meningkatkan jaminan keamanan agar pelaksanaan pilkada Aceh 2024 dapat berjalan secara kondusif dan jauh dari tindakan diskriminatif serta hal-hal yang berpotensi terjadinya benturan fisik didalam masyarakat Aceh kemudian hari.

“Kami fikir dalam hal ini memang perlu untuk ditingkatkan keamanan pada perhelatan Pilkada di Aceh kali ini. Apalagi menjelang beberapa hari menuju pemilihan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh nantinya.”

“Kita sangat berharap pelaksanaan pilkada Aceh dapat berjalan secara damai, aman dan bebas dari berbagai tindakan diskriminatif serta tidak mencridrai nilai-nila Demokrasi. Apapun itu, tindakan main hakim sendiri tidak boleh dibenarkan didalam berdemokrasi, apalagi kita ini kan negara hukum. Jadi semua pihak harus menghormati setiap norma-norma itu sendiri,” kata aktivis Perempuan Aceh tersebut.

Previous Post

Paslon Bustami-Fadhil Tuntut Keadilan Soal Kekerasan dan Sabotase di Pilkada Aceh

Next Post

Ohku, Komisioner KIP Aceh Akhirnya Ngaku Tak Ada Tatib yang Dilanggar Paslon 01

Next Post
Ohku, Komisioner KIP Aceh Akhirnya Ngaku Tak Ada Tatib yang Dilanggar Paslon 01

Ohku, Komisioner KIP Aceh Akhirnya Ngaku Tak Ada Tatib yang Dilanggar Paslon 01

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

460 Warga Binaan Lapas Lhokseumawe Direlokasi ke Gedung Baru di Punteut

460 Warga Binaan Lapas Lhokseumawe Direlokasi ke Gedung Baru di Punteut

03/08/2026
Polres Pidie Raih Penghargaan Kapolri, Catat Nilai IKPA Sempurna 100

Polres Pidie Raih Penghargaan Kapolri, Catat Nilai IKPA Sempurna 100

03/08/2026
Darwati Serap Aspirasi Pendidikan Inklusif, Soroti Perlunya Regulasi yang Lebih Adaptif

Darwati Serap Aspirasi Pendidikan Inklusif, Soroti Perlunya Regulasi yang Lebih Adaptif

03/08/2026
Balai Pelestarian Kebudayaan Gandeng Mahasiswa KKN USK Gelar Lomba Baca dan Tulis Hikayat Aceh

Balai Pelestarian Kebudayaan Gandeng Mahasiswa KKN USK Gelar Lomba Baca dan Tulis Hikayat Aceh

03/08/2026
Satpol PP dan WH Aceh Besar Patroli Gabungan Jam Malam

Satpol PP dan WH Aceh Besar Patroli Gabungan Jam Malam

03/08/2026

Terpopuler

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

02/08/2026

Di Tengah Tuntutan Dua Bulan Penjara, IKA Unigha Desak Restorative Justice untuk Dua Mahasiswa

Aktivis Perempuan: Keributan Debat Ketiga Paslon Gubernur Aceh Sangat Memalukan

Jaksa Masuk Inspektorat Pidie Jaya, Advokat: Legalitas Bukan Jaminan Pengawasan Bebas Intervensi

Jaksa Aktif Duduki Irban Khusus Pidie Jaya, Publik Menanti Ketegasan Pengawasan dan Akuntabilitas Kelola Daerah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com