Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Aceh Dinilai Perlu Siapkan Infrastruktur Bisnis untuk Tarik Investor

redaksi by redaksi
17/01/2025
in Ekonomi
0
Aceh Dinilai Perlu Siapkan Infrastruktur Bisnis untuk Tarik Investor

Ilustrasi - Buruh pelabuhan membongkar beras impor asal Thailand dari kapal kargo berbendera Vietnam di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Banda Aceh – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh menyarankan agar pemerintahan di Aceh dapat menyiapkan infrastruktur penunjang agar bisa meningkatkan aktivitas bisnis hingga menarik investasi ke tanah rencong.

“Pemerintah di daerah dan teman-teman di DPRA Aceh itu fokus ke sana (infrastruktur penunjang bisnis). Insentif pemerintah bisa dilakukan ke sana,” kata Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh Safuadi di Aceh Besar, Jumat.

Ia mengatakan, infrastruktur penunjang di Aceh saat ini belum lengkap, sehingga kegiatan-kegiatan bisnis masih kurang berjalan maksimal di Aceh. Karena untuk fasilitas tersebut, tidak mungkin dibebankan kepada pengusaha.

Ia mencontohkan, untuk Pelabuhan Malahayati di Aceh Besar, hanya memiliki kedalaman sekitar 6-8 meter atau hanya bisa disandari kapal bermuatan 30 ribu ton. Sementara kapal cargo terkini rata-rata berkapasitas 50 ribu ton ke atas.

“Kapal-kapal besar yang ingin merapat tidak bisa merapat. Harusnya dia (Pelabuhan Malahayati) harus sampai kedalaman 14 meter. Supaya kapal bisnis yang kapasitas 50 ribu ton bisa datang ke sana. Maka, Kalau kapal bisnis tidak bisa datang, tentu bisnis tidak ada,” ujarnya.

Selain itu, kata Safuadi, Bandara Syekh Hamzah Fansyuri hanya sepanjang 1.400 meter. Seharusnya bisa ditingkatkan menjadi 2.500 meter, sehingga semua komoditi produktif di daerah itu bisa langsung diterbangkan ke negara tujuan.

Kemudian, Bandara Lasikin Simeulue, panjangnya 1.710 meter, dan juga tidak bisa dilandasi pesawat kargo. Harusnya, bandara tersebut juga bisa diperpanjang hingga 2.500 meter, meskipun harus ada bukit yang dipotong.

“Sehingga semua hasil laut di sana seperti lobster dan perikanan lain itu bisa terbang langsung ke Jepang, Uni Emirat Arab dan lainnya,” katanya.

Tak hanya itu, Safuadi juga menyarankan agar pemanfaatan bandara di Aceh tidak hanya fokus pada aktivitas orang saja, karena kebutuhan yang penting juga pada peningkatan pergerakan barang.

Menurutnya, aktivitas industri dan ekonomi itu bisa tumbuh karena beberapa hal yakni adanya pergerakan barang, uang, dokumen, orang, dan marketnya.

“Jadi kalau lima itu bisa dilakukan, maka aktivitas nya (ekonomi) bisa bertumbuh,” ujarnya.

Maka dari itu, pemerintahan di Aceh hari ini perlu menyediakan infrastruktur bisnis agar berjalannya roda perekonomian. Dan tidak boleh membebani para investor untuk menyiapkan fasilitas sendiri.

Sejauh ini, lanjut dia, terhadap permasalahan ekonomi Aceh, para akademik sudah menyampaikan gagasannya, dan pengusaha sedang berharap. Sekarang, tinggal bagaimana pemerintah mengambil porsinya. Artinya, perlu sinergitas dan kolaborasi bersama.

“Jadi ketiga ini harus bersama, karena kalau ketiga ini terputus, maka tidak terkoneksi, kalau tidak terkoneksi, maka kemudian Aceh tidak akan bangkit,” demikian Safuadi.

Sumber: antara

Previous Post

Plt Sekda Bahrul Jamil: Mari Kita Jalin Sinergi dan Terus Berinovasi

Next Post

“Proses Seleksi Kepala BPMA Bukan Kewenangan Pj Gubernur”

Next Post
“Proses Seleksi Kepala BPMA Bukan Kewenangan Pj Gubernur”

"Proses Seleksi Kepala BPMA Bukan Kewenangan Pj Gubernur"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KNPI dan IMM Abdya Soroti Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh

KNPI dan IMM Abdya Soroti Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh

01/04/2026
Kepala Daerah Diminta Aktifkan Posko untuk Percepatan Data Huntap

Kepala Daerah Diminta Aktifkan Posko untuk Percepatan Data Huntap

01/04/2026
Nyan, 4 Santri Al Zahrah Lulus SNBP 2026, Satu di Fakultas Teknik Pertanian USK

Nyan, 4 Santri Al Zahrah Lulus SNBP 2026, Satu di Fakultas Teknik Pertanian USK

01/04/2026
Krak, 7 Murid SMAN 1 Blangjerango Gayo Lues Lulus SNBP 2026 di Unimed dan USK

Krak, 7 Murid SMAN 1 Blangjerango Gayo Lues Lulus SNBP 2026 di Unimed dan USK

01/04/2026
Wali Nanggroe: Semua Pihak Harus Dukung Langkah BNN Berantas Narkoba

Wali Nanggroe: Semua Pihak Harus Dukung Langkah BNN Berantas Narkoba

01/04/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

KPA Pase Mulai ‘Gerah’ dengan Kepemimpinan Abang Samalanga di DPR Aceh

67 Murid SMAN 1 Peureulak Lulus SNBP 2026, 5 Diantaranya di Fakultas Kedokteran

Kapolda Aceh Diminta Tinjau Ulang Pemanggilan Jurnalis Bithe.co, FJA Abdya Ingatkan MoU Polri dengan Dewan Pers

STAI Tgk. Chik Pante Kulu Banda Aceh Jalin Sinergi Strategis dengan IKADIN dan YARA

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com