Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Olahraga

[Opini] Mengenal Tradisi “Mak Meugang” di Aceh

redaksi by redaksi
25/02/2025
in Olahraga
0
[Opini] Mengenal Tradisi “Mak Meugang” di Aceh

Oleh Khairul Rijal. Penulis adalah kader IMM Abdya.

Meugang, bagi masyarakat Aceh tentunya tidak asing lagi saat mendengar kata Meugang. Tradisi ‘Mak Meugang’ atau biasa disebut Meugang merupakan salah satu kebiasaan memasak daging hewan ternak seperti kerbau dan sapi untuk dimakan bersama keluarga.

Kebiasaan turun-temurun ini biasa dilakukan masyarakat Aceh dua hari sebelum berlangsungnya hari besar seperti puasa Ramadhan, Hari raya Idul Fitri, serta dua hari sebelum hari raya Idul Adha.

Mak Meugang sendiri telah dimulai sejak 417 tahun yang lalu. Tepatnya sejak kepemimpinan Kerajaan Aceh dimulai dan dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1607 Masehi.

Jika kita lihat pada zaman itu, ada sedikit perbedaan pada prosesi pelaksanaan Meugang. Pada masa kerajaan, sang Sultan selaku Raja memerintahkan anak buahnya untuk menyembelih kerbau, sapi, kambing, bahkan ayam dan bebek untuk dibagikan sama rata kepada orang-orang yang kurang mampu dan anak-anak yatim. Tak hanya daging, Sultan juga memberi sembako, kain, bahkan Deureuham (Deureuham atau dirham adalah nama mata uang Aceh masa itu).

Hal ini dilakukan oleh sang raja sebagai bentuk rasa syukur saat akan tibanya hari-hari mulia.

Dan yang uniknya, Sultan Iskandar Muda menjadikan tradisi ini sebagai aturan yang tertulis dalam qanun saat itu.

Seiring perubahan zaman dan kebijakan pemerintahan di Aceh, tradisi Meugang juga ikut berubah pada prosesi pelaksanaannya. Sekarang, tidak ada lagi kepala daerah yang menjadi pelaku meugang, melainkan masyarakat itu sendiri.

Pemerintah hanya mengeluarkan surat pemberitahuan kapan akan dilaksanakannya hari Meugang. Tidak lebih dari penetapan itu. Sisanya, masyarakatlah yang mengeksekusi hewan ternak dan terjalinlah hukum jual beli daging di hari Mak Meugang.

Hari ini, tak hanya sebatas memasak daging saja, masyarakat Aceh cenderung menghidang beberapa makanan tradisional lainnya. Seperti Leumang (lemang), Ketupat, tape (tapai), dan lainnya.

Dan yang menariknya lagi, sehari sesudah Meugang berlangsung, masyarakat biasanya berbondong-bondong mengunjungi tempat wisata. Wisata alam adalah salah-satu objek favorit yang dituju hari itu, bukan tanpa alasan, masyarakat berkunjung untuk makan besar dengan hidangan Meugang yang telah disiapkan satu hari sebelumnya. Dan juga untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, dan orang-orang terdekat lainnya dalam rangka menyambut bulan Puasa Ramadhan dan hari besar lainnya.[]

 

Previous Post

Faisal Ridha Tampung Aspirasi Warga; Mulai dari Persoalan Drainase, Lampu Jalan, hingga Modal Usaha

Next Post

Beredar, Surat Pengunduran Diri Hoaks Deputi di BPMA

Next Post
Beredar, Surat Pengunduran Diri Hoaks Deputi di BPMA

Beredar, Surat Pengunduran Diri Hoaks Deputi di BPMA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Satlantas Polres Aceh Barat Tingkatkan Kehadiran Polisi dan Cegah Laka Lantas

Satlantas Polres Aceh Barat Tingkatkan Kehadiran Polisi dan Cegah Laka Lantas

06/04/2026
Pemkab Aceh Tengah Tegaskan Surat Bantuan Pasca Banjir Adalah Hoaks

Pemkab Aceh Tengah Tegaskan Surat Bantuan Pasca Banjir Adalah Hoaks

06/04/2026
Aisyiyah Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana

Aisyiyah Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana

06/04/2026
Wabup Aceh Barat Hadiri Peusijuk Jamaah Haji IKABA di Banda Aceh

Wabup Aceh Barat Hadiri Peusijuk Jamaah Haji IKABA di Banda Aceh

06/04/2026
Capaian Perekaman KTP-el di Aceh Besar Capai 98,59 Persen

Capaian Perekaman KTP-el di Aceh Besar Capai 98,59 Persen

06/04/2026

Terpopuler

[Opini] Mengenal Tradisi “Mak Meugang” di Aceh

[Opini] Mengenal Tradisi “Mak Meugang” di Aceh

25/02/2025

Kuda Gayo; Ternak Kebanggaan Masyarakat Dataran Tinggi Gayo yang (akan) Punah

Saat Hasan Tiro ‘Menampar’ Abang Samalanga dan Mualem

Tarif Resmi Ditegaskan, Dishub Aceh Barat Tindak Parkir Tak Sesuai Aturan

Lagi, Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Aceh Tamiang dari Jakarta

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com