Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Dua Hari Bentrok di Suriah, Lebih dari 1.000 Orang Tewas

redaksi by redaksi
09/03/2025
in Internasional
0
Dua Hari Bentrok di Suriah, Lebih dari 1.000 Orang Tewas

Bentrok di Suriah diduga dipicu kelompok pendukung Bashar Al Assad, Alawite, dengan pasukan keamanan yang memicu warga serta pejuang lain ikut campur. (REUTERS/KARAM AL-MASRI)

Jakarta – Lebih dari 1.000 orang meninggal dunia dalam bentrokan sengit selama dua hari di wilayah pesisir Suriah. Lembaga pemantau perang Syrian Observatory for Human Rights pada Sabtu (8/3) mencatat korban jiwa meliputi 745 warga sipil, 125 anggota pasukan keamanan Suriah dan 148 anggota kelompok pendukung Bashar Al Assad, Alawite.

Reuters yang memberitakan informasi ini menyatakan belum bisa memverifikasi jumlah korban jiwa secara independen.

Kepala observatorium, Rami Abdulrahman, mengatakan bentrokan yang terjadi di Jableh, Baniyas dan wilayah sekitarnya itu merupakan kekerasan terburuk dalam konflik sipil Suriah selama 13 tahun terakhir. Pasalnya, para korban termasuk perempuan dan anak-anak.

Bentrokan ini terjadi pada Kamis (6/3) ketika pasukan pemerintah melancarkan operasi besar-besaran menyusul pemberontakan kecil yang diduga dipicu kelompok Alawite.

Kelompok pendukung Assad itu sebelumnya meluncurkan serangan mendadak hingga mengakibatkan puluhan pasukan keamanan tewas.

Pasukan keamanan Suriah pun menggelar operasi untuk merespons serangan tersebut. Namun, operasi itu berubah kacau dan mematikan setelah warga dan para pejuang lain ikut campur, entah untuk membantu atau mengobarkan kerusuhan, demikian menurut pejabat Suriah.

Para pejabat mengakui ada pelanggaran selama operasi tersebut.

Seorang sumber dari Kementerian Pertahanan Suriah pada Sabtu mengatakan seluruh akses menuju wilayah pesisir telah ditutup untuk memulihkan situasi. Pasukan keamanan juga dikerahkan di jalan-jalan wilayah itu.

Kementerian Pertahanan membentuk komite darurat untuk menyelidiki pelanggaran dan mengadili siapa pun yang melakukan pelanggaran di pengadilan militer.

Bentrokan pada Kamis ini telah menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan pemerintah baru Suriah memerintah secara inklusif.

Suriah saat ini di bawah kepemimpinan Ahmed Sharaa usai Presiden Assad digulingkan pada Desember lalu. Assad dilengserkan setelah puluhan tahun dinasti keluarganya berkuasa, yang diwarnai berbagai represi dan kecamuk perang sipil.

Pada Jumat (7/3), Sharaa menyampaikan dalam siaran televisi bahwa pasukan keamanan tidak boleh merespons secara berlebihan “karena yang membedakan kita dari musuh adalah komitmen kita pada nilai-nilai kita.”

“Ketika kita mengabaikan moral kita, kita dan musuh berakhir di sisi yang sama,” ucapnya, seperti dikutip Reuters.

Pemerintah Suriah sejauh ini telah menyatakan pihaknya tengah mengupayakan perlindungan bagi warga pesisir.

Kendati demikian, enam warga setempat mengatakan ribuan Alawit dan Kristen telah meninggalkan rumah mereka sejak Kamis karena ketakutan. Ratusan orang bahkan mengungsi ke pangkalan Rusia di Hmeimin, Latakia.

Sejumlah warga juga mengaku bahwa pembunuhan, perampokan, dan pembakaran rumah masih terjadi di Baniyas dan desa-desa sekitar sepanjang malam. Reuters belum bisa memastikan laporan ini.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

PBSI Dorong Afdhal Khalilullah Maju Sebagai Calon Ketua KONI Banda Aceh

Next Post

Tambang Emas Ilegal Gunung Botak Maluku Longsor, 7 Tewas

Next Post
Tambang Emas Ilegal Gunung Botak Maluku Longsor, 7 Tewas

Tambang Emas Ilegal Gunung Botak Maluku Longsor, 7 Tewas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kepemimpinan Prof. Ishak Hasan dalam Membangun UTU Dibukukan

Kepemimpinan Prof. Ishak Hasan dalam Membangun UTU Dibukukan

09/06/2026
HMP PMI STAIN Meulaboh Hijaukan Lingkungan Kampus

HMP PMI STAIN Meulaboh Hijaukan Lingkungan Kampus

09/06/2026
Cecar Kementerian ESDM Soal Gas Blok Andaman di Rapat Komite, Azhari Cage: Aceh Jangan Lagi Jadi Penonton

Cecar Kementerian ESDM Soal Gas Blok Andaman di Rapat Komite, Azhari Cage: Aceh Jangan Lagi Jadi Penonton

09/06/2026
Tingkatkan Mutu Literasi, Pesantren Al Zahrah Teken MoU dengan DPKA

Tingkatkan Mutu Literasi, Pesantren Al Zahrah Teken MoU dengan DPKA

09/06/2026
Dana MBG Tak Kunjung Cair, Ratusan SPPG di Aceh hingga Jateng Tumbang

Dana MBG Tak Kunjung Cair, Ratusan SPPG di Aceh hingga Jateng Tumbang

09/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com