Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

Sejumlah Lapas di Aceh Harus Segera Ditangani karena Overkapasitas

redaksi by redaksi
12/03/2025
in Lintas Tengah
0
Sejumlah Lapas di Aceh Harus Segera Ditangani karena Overkapasitas

Masyarakat berkumpul di depan Lapas Kelas IIB Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin 10 Maret 2025. ANTARA/HO-Dok Warga

Jakarta – Pengelolaan lembaga pemasyarakatan (lapas) di Aceh menjadi sorotan setelah puluhan narapidana kabur dari Lapas Kelas II B Kutacane. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) mengungkapkan, sejumlah lapas di Provinsi Aceh perlu mendapat perhatian karena kondisinya sudah tidak layak dan jumlah warga binaan telah melebihi daya tampung.

Humas Dirjenpas Rika Aprianti mengatakan, kondisi itu terjadi di Lapas Bireuen, Lapas Lhokseumawe, dan Lapas Idi. “Di Lapas Idi, Aceh Timur, penghuni melebihi daya tampung hingga 600 persen,” kata Rika melalui keterangan tertulis, Rabu, 12 Maret 2025.

Rika menyebutkan sudah seharusnya lapas yang kelebihan penghuni itu direlokasi. Selain memperbarui bangunan lapas, Dirjenpas juga mengupayakan pemindahan tahanan ke penjara yang lebih renggang. “Selain mengupayakan bangunan yang baru, juga optimalisasi pemberian hak bersyarat dan redistribusi warga binaan ke lapas rutan yang lebih rendah jumlah penghuninya,” ujar dia.

Jumlah warga binaan yang melebihi daya tampung ini diduga menjadi salah satu pemicu kaburnya 52 tahanan di Lapas Kutacane pada 10 Maret 2025. Menurut Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi, jumlah warga binaan di penjara Kutacane itu mencapai 386 orang. “Sementara daya tampungnya hanya 100 orang,” kata Mashudi saat mengunjungi Lapas Kutacane, sehari setelah insiden 52 tahanan kabur.

Dalam kunjungan tersebut, Mashudi melihat langsumg kondisi di lapas yang dinilai memprihatinkan. “Ada warga binaan yang harus tidur di luar kamar hunian, karena kamar yang ada tidak mencukupi,” katanya.

Selain daya tampung yang tidak sebanding dengan bangunan penjara, Mashudi mengatakan, jumlah petugas yang berjaga juga minim. Di terungku tersebut hanya terdapat 24 penjaga yang dibagi menjadi tujuh orang setiap shift kerja.

Untuk itu, Mashudi menyambut niat baik Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhri yang akan menghibahkan lahan seluas 4,1 hektar. Di tanah itu nantinya akan dibangun Lapas baru.

Sumber: Tempo

Previous Post

Ditjenpas Terima Hibah Tanah 4,1 Hektare untuk Lapas di Aceh Tenggara

Next Post

Ketersediaan BBM di Banda Aceh Dipastikan Aman Jelang Lebaran

Next Post
Ketersediaan BBM di Banda Aceh Dipastikan Aman Jelang Lebaran

Ketersediaan BBM di Banda Aceh Dipastikan Aman Jelang Lebaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Seni Aceh Tak Boleh Sekadar Tontonan, Joel Kande: Harus Jadi Suara Rakyat

Seni Aceh Tak Boleh Sekadar Tontonan, Joel Kande: Harus Jadi Suara Rakyat

15/09/2026
ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

15/09/2026
HMPS Kesejahteraan Sosial UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Desain Grafis, Maksimalkan Potensi Canva

HMPS Kesejahteraan Sosial UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Desain Grafis, Maksimalkan Potensi Canva

15/09/2026
Dua Murid MIN 50 Bireuen Raih Juara OMI Tingkat Kabupaten

Dua Murid MIN 50 Bireuen Raih Juara OMI Tingkat Kabupaten

14/09/2026
RSUD Teungku Peukan Abdya Gelar Orientasi Petugas Baru, Tekankan Pelayanan Prima

RSUD Teungku Peukan Abdya Gelar Orientasi Petugas Baru, Tekankan Pelayanan Prima

14/09/2026

Terpopuler

Misteri ‘Talak 3’ Bunda Salma dan Cipratan Kopi Aceh

Misteri ‘Talak 3’ Bunda Salma dan Cipratan Kopi Aceh

13/09/2026

Setelah 20 Tahun Menanti, Tim Voli Abdya Lolos ke PORA

Bupati Abdya Dr. Safaruddin Terima Penghargaan Pembina Olahraga Berprestasi dari Gubernur Aceh

Krak, Dua Jembatan Utama di Aceh Siap Beroperasi

Sejumlah Lapas di Aceh Harus Segera Ditangani karena Overkapasitas

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com