Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Produksi Rokok di Aceh Meningkat dalam Tiga Tahun Terakhir

redaksi by redaksi
17/03/2025
in Ekonomi
0
Produksi Rokok di Aceh Meningkat dalam Tiga Tahun Terakhir

Arsip foto - Pekerja melinting rokok di Aceh Besar. ANTARA/M Haris SA

Banda Aceh – Kalangan pelaku usaha rokok di Aceh menyatakan produksi hasil olahan tembakau tersebut terus meningkatkan dalam tiga tahun terakhir menyusul meningkatkan konsumen dari berbagai daerah di provinsi ujung barat Indonesia.

“Rokok yang kami produksi dalam tiga tahun terakhir meningkatkan. Peningkatan ini karena semakin banyaknya peminat rokok yang kami produksi,” kata Amiruddin, pemilik usaha Haba Rokok, di Aceh Besar, Sabtu.

Haba Rokok merupakan usaha pelintingan rokok di Gampong Lambeugak, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar. Usaha ini masih berskala industri rumahan. Rokok yang diproduksi masuk manual, menggunakan tangan.

Amiruddin mengatakan usaha pelintingan rokok tersebut mulai dirintis pada 2021 dengan produksi awal hanya 2.000 batang per hari dengan pekerja enam orang dari warga sekitar.

“Awal-awalnya, tidak terlalu banyak karena rokok yang kami produksi belum dikenal. Rokok yang kami produksi jenis kretek. Promosi yang kami lakukan melalui media sosial, spanduk, dan lainnya. Promosi juga tidak terlalu intens,” katanya.

Seiring perjalanan waktu, kata dia, Haba Rokok mulai dikenal masyarakat, sehingga produksi terus meningkatkan pada tahun kedua meningkatkan menjadi 6.000-an per batang, dan kini mencapai 20 ribuan per batang.

Sedangkan pekerja di awal produksi enam orang, terus bertambah menjadi 10 orang. Kini, Haba Rokok mempekerjakan 18 orang, terdiri 14 orang sebagai pelintingan dan empat orang di bagian pengepakan.

“Wilayah pemasaran hampir di semua kabupaten kota di Aceh. Pasar yang belum kami masuki hanya Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, di dua daerah itu belum ada agen kami,” kata Amiruddin.

Menyangkut bahan baku, Amiruddin menyebutkan dipasok dari petani tembakau setempat. Kawasan Lambeugak merupakan sentra produksi tembakau di Kabupaten Aceh Besar. Di daerah tersebut ada sekitar 250 petani tembakau dengan total lahan mencapai 150 hektare.

“Kami memasok hampir 70 persen tembakau petani dari daerah ini. Total tembakau yang dihasilkan petani di sini mencapai dua ton per sekali panen. Tembakau yang dihasilkan petani di Lambeugak, termasuk hang terbaik,” katanya.

Terkait dengan kendala usaha, Amiruddin mengatakan ada di permodalan. Dukungan permodalan dari perbankan tidak ada sama sekali karena terbentur regulasi yang tidak memperbolehkan usaha rokok mendapat pinjaman bank.

“Seperti KUR, kami tidak dapat meminjamnya. Kami berharap ada dukungan perbankan maupun pembiayaan lainnya dalam mengembangkan usaha rokok. Walau usaha ini masih industri rumahan, kami bisa mempekerjakan belasan orang,” kata Amiruddin.

Sumber: antara

Previous Post

DSI Aceh Besar Terima Surat Edaran Penghentian Kegiatan Menjelang Azan

Next Post

Rabu, Mualem Bakal Lantik Al-Farlaky Sebagai Bupati Aceh Timur

Next Post
Rabu, Mualem Bakal Lantik Al-Farlaky Sebagai Bupati Aceh Timur

Rabu, Mualem Bakal Lantik Al-Farlaky Sebagai Bupati Aceh Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KAMMI Desak Pemerintah Aceh Cabut Pergub JKA

KAMMI Desak Pemerintah Aceh Cabut Pergub JKA

30/04/2026
Pesantren Literasi Al Zahrah: Sejarah dan Prestasi Gemilang yang Kembali Berpijar

Pesantren Literasi Al Zahrah: Sejarah dan Prestasi Gemilang yang Kembali Berpijar

30/04/2026
Mualem Tekankan Sinergi untuk Kemandirian Sektor Pertanian

Mualem Tekankan Sinergi untuk Kemandirian Sektor Pertanian

30/04/2026
Satpol PP dan WH Aceh Besar Kembali Ciduk Ternak Berkeliaran di Jalan Sukarno Hatta

Satpol PP dan WH Aceh Besar Kembali Ciduk Ternak Berkeliaran di Jalan Sukarno Hatta

30/04/2026
Polisi Tetapkan Dua Tersangka Baru Penganiayaan Balita di Daycare Banda Aceh

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Baru Penganiayaan Balita di Daycare Banda Aceh

30/04/2026

Terpopuler

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

25/04/2026

Ribuan Warga di Banda Aceh Ubah Data Pekerjaan dari Wiraswasta ke Buruh Harian Lepas, Ada Apa?

Waspada, Ada Penipuan dan Pemerasan Mengatasnamakan Pimpinan & Pegawai Kejari Abdya

Tulis Dua Belas Buku Sastra Aceh, Kepala MIN 32 Bireuen Raih Penghargaan

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com