Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Rusia Bakal Setujui Kesepakatan Laut Hitam dengan Ukraina

redaksi by redaksi
26/03/2025
in Internasional
0

Perang Rusia dan Ukraina. (via REUTERS/Governor Andrei Vorobyov)

Jakarta – Rusia menyatakan bersedia mencapai kesepakatan baru dengan Ukraina tentang ekspor biji-bijian di Laut Hitam jika Amerika Serikat setuju untuk melakukan satu hal.

Kementerian Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Kremlin bakal menyetujui kesepakatan soal Laut Hitam hanya jika Amerika Serikat mau memerintahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menghormati kesepakatan tersebut.

“Kami butuh jaminan yang jelas. Mengingat pengalaman menyedihkan dari kesepakatan dengan Kyiv, jaminan tersebut hanya bisa berhasil jika disampaikan oleh Washington kepada Zelensky dan timnya,” ucap Lavrov, seperti dikutip Reuters.

“Menurut saya, Amerika Serikat telah menerima sinyal ini. Mereka memahami bahwa hanya Washington yang bisa mencapai hasil positif dalam menghentikan serangan teroris, menghentikan penembakan infrastruktur sipil, serta infrastruktur energi yang tidak terkait dengan militer,” lanjut Lavrov.

Rusia dan Ukraina gagal melaksanakan kesepakatan Laut Hitam yang diteken pada Juli 2022 usai Kremlin mengundurkan diri dari perjanjian itu pada 2023 lalu.

Kesepakatan yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu dibuat untuk memastikan keselamatan kapal dagang di Laut Hitam pasca Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022.

Kesepakatan ini memungkinkan Ukraina mengekspor hampir 33 juta metrik ton biji-bijian secara aman meskipun sedang berperang.

Pada Juli 2023, Rusia menyetop kesepakatan ini dengan alasan ekspor makanan dan pupuknya sendiri menghadapi kesulitan lantaran sanksi Barat yang memengaruhi pembayaran, logistik, dan asuransi.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Tujuh Dosen UIN Ar-Raniry Raih Gelar Profesor, Kini Miliki 53 Guru Besar 

Next Post

Eks Presiden Brasil Dilma Sebut Peran Penting RI Gabung NDB

Next Post

Eks Presiden Brasil Dilma Sebut Peran Penting RI Gabung NDB

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Polresta Banda Aceh Amankan Dua Remaja yang Diduga Curanmor

Polresta Banda Aceh Amankan Dua Remaja yang Diduga Curanmor

27/09/2026
Aceh Timur Usulkan 21.151 Pelaku UMKM Terdampak Banjir Terima Bantuan

Aceh Timur Usulkan 21.151 Pelaku UMKM Terdampak Banjir Terima Bantuan

27/09/2026
Hashim Djojohadikusumo Siap Membantu Program Pembangunan UTU

Hashim Djojohadikusumo Siap Membantu Program Pembangunan UTU

27/09/2026
Imigrasi Banda Aceh Deportasi Warga Negara India

Imigrasi Banda Aceh Deportasi Warga Negara India

27/09/2026
Isarah Langsa Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad 

Isarah Langsa Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad 

27/09/2026

Terpopuler

Rusia Bakal Setujui Kesepakatan Laut Hitam dengan Ukraina

26/03/2025

Sibral Balik Hantam Tudingan Hasan: Tak Hadir Bukan Tak Dilibatkan

Kunci Dipinjam untuk Cek Aset, Kantor Dekopinwil Aceh Malah Berubah Jadi Kantor REDD

Melati yang Mekar dari Sigli

Hasan Basri Bongkar APBK, Pemerintah Bukan Milik Toke

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com