Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (61)

redaksi by redaksi
27/03/2020
in Cerbung
0

Darussalam, 2015

IBNU terdiam. Ia mengamati baju dan toga di depannya itu berulangkali. Beberapa hari lagi, ia akan mengenakan baju impian dari orangtuanya itu. Senat Unsyiah akan menarik tali di ujung toga itu sebagai tanda ia telah sarjana.

Ini adalah harapan terakhir ayahnya semasa hidup. Pengorbanan dari ibunya yang selalu tersenyum tapi diam-diam menitihkan air mata dalam sujudnya di tengah malam. Ibu yang menanggung beban seorang diri pasca ditinggal syahid sang ayah di medan perang karena konflik.

Mengingat almarhum ibunya, hati Ibnu terasa sakit. Ia sempat membenci tuhan atas takdir yang mempermainkan hidupnya. Namun ia kemudian sadar bahwa ada banyak anak Aceh lainnya yang mengalami nasib serupa dengannya.

Ada kampung janda, bukit tengkorak serta sejumlah tragedi mengerikan lainnya di kampung kampung seluruh Aceh.

Namun itu masa lalu. Kini Aceh sudah damai. Ibnu tak mau ia terjebak dengan masa lalu Aceh yang begitu kelam. Ia mencoba bangkit dan melupakan masa lalu. Tapi berulangkali pula ia kembali terjatuh dan hampir-hampir mengikuti jejak sang ayah dan kedua abangnya untuk kembali memegang senjata.

Belasan tahun lalu, dendam yang membuatnya bertahan. Bayangan teriakan abang tertuanya saat dijemput paksa serta percikan darah abangnya kedua yang selalu terekam di kepala.

Saat itu, ia ingin cepat cepat besar untuk membalas dendam. Membayar setiap hari hari kelam yang dilalui ibunya dengan tangisan.

Tapi ayahnya justru mengharamkan ia untuk mengikuti jejaknya. Ini ditekankannya di hari-hari terakhir saat mereka bersama.

“Konflik di Aceh tak akan pernah terputus nak jika kau masih menyimpan dendam. Konflik hanya akan menyisakan dendam baru,” kata ayahnya saat mereka berdua di meunasah dalam komplek dayah di pedalaman Matangkuli, Bireuen.

Saat itu mereka hanya berdua. Ibunya sendiri berada di kamar kecil dalam komplek dayah, yang menjadi tempat tinggal mereka sementara. Ibnu tak mengerti kalimat tersebut karena ia masih kecil saat itu.

“Aku berharap kau dapat melihat Aceh dengan cara yang berbeda. Berjanjilah untuk tak pernah memegang senjata seperti ayah, di masa depan. Walaupun takdir memisahkan kita dengan cara buruk kedepan.”

Itu adalah wasiet terakhir dari ayahnya semasa hidup. Kalimat yang melekat dalam ingatannya selama bertahun-tahun. Kalimat yang membuatnya menolak setiap ajakan untuk menjadi martir Aceh yang baru meski kini daerah di ujung Sumatera ini telah berstatus damai.

Seminggu bersama ayahnya di pedalaman Matangkuli adalah hari-hari terindah dalam hidupnya.

Mendapat pelukan sang ayah dan melihat senyuman bahagia dari sang ibu. Mereka seolah pasangan paling serasi di dunia.

“Kau tahu mengapa aku menamakanmu dengan Ibnu Hajar? Itu karena aku berharap kau bisa sekokoh batu. Tak mudah patah semangat serta menyerah. Kelak, sesulit apapun hidupmu, jangan pernah mengeluh dan menangis. Karena batu tak pernah menangis,” ujar sang ayah.

“Kau harus terus menatap kedepan. Karena ayah tak bisa memberi masa lalu yang baik untukmu. Belajarlah dan taklukan dunia ini. Buatlah ayahmu bangga denganmu suatu saat kelak.”

Kalimat itulah yang terus memotivasinya untuk terus bertahan walau cobaan sangat sulit terus dilaluinya.

Kini, ia berada diambang harapan sang ayah. Fase pertama dari misi ‘menaklukan dunia’ yang digagas selama di pesantren hampir tercapai. Beberapa hari lagi, ia akan memakai baju toga yang kini telah disetrika rapi di depannya.

Ia akan mengenakan baju tersebut meski tak ada yang hadir dalam wisudanya nanti.

“Aku tak akan menangis ayah. Aku kuat seperti batu. Aku akan baik-baik saja seperti harapanmu,” gumam Ibnu dalam hati.

[Bersambung]

 

 

 

Tags: wasiet
Previous Post

Wabah Corona Dan Sedekah Bersama Adalah Gerakan Yang Dianjurkan Dalam Islam

Next Post

Iskandar: Wabah Corona Pasti Berlalu, Kita Hanya Perlu Bekerjasama..

Next Post
Fraksi PA Protes Muatan Lokal Belum Jadi Perhatian Khusus Pemerintah Aceh

Iskandar: Wabah Corona Pasti Berlalu, Kita Hanya Perlu Bekerjasama..

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kemenag Siap Percepat Pemulihan Pascabencana di Aceh

Kemenag Siap Percepat Pemulihan Pascabencana di Aceh

24/07/2026
Al- Farlaky Pimpin Rapat Monev Manajemen RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak

Al- Farlaky Pimpin Rapat Monev Manajemen RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak

24/07/2026
Pulau Idaman di Aceh Timur Dipersiapkan Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Pulau Idaman di Aceh Timur Dipersiapkan Jadi Destinasi Wisata Unggulan

24/07/2026
Kakanwil Kemenag Aceh Dorong Pesantren Adaptif di Era Digital, Tetap Berakar pada Tradisi

Kakanwil Kemenag Aceh Dorong Pesantren Adaptif di Era Digital, Tetap Berakar pada Tradisi

24/07/2026
HUT ke-25 Demokrat, DPC Pidie Pilih Bersihkan Masjid, Hijaukan Lingkungan, Donorkan Darah untuk Masyarakat

HUT ke-25 Demokrat, DPC Pidie Pilih Bersihkan Masjid, Hijaukan Lingkungan, Donorkan Darah untuk Masyarakat

24/07/2026

Terpopuler

Ratusan Personel dan Alat Berat Dikerahkan untuk Tata Ruang Kota Banda Aceh

Ratusan Personel dan Alat Berat Dikerahkan untuk Tata Ruang Kota Banda Aceh

24/07/2026

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

Wasiet (61)

Bupati Pidie Jaya dan Sejumlah SKPD Dilaporkan ke KPK, Ada Apa?

Ramlan, Pemilik Toko Emas Baru Serahkan Zakat Tijarah ke Baitul Mal Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com