Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

KPI Pascasarjana UIN Ar-Raniry Bahas Konstruksi Branding Citra Syariat Islam di Aceh

Atjeh Watch by Atjeh Watch
27/06/2025
in Kampus
0
KPI Pascasarjana UIN Ar-Raniry Bahas Konstruksi Branding Citra Syariat Islam di Aceh

Banda Aceh — Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Pascasarjana UIN Ar-Raniry menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Konstruksi Branding Citra Syariat Islam di Aceh: Relasi Agama, Budaya, dan Negara”, Kamis (26/6/2025), di ruang rapat Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry.

FGD ini merupakan tindak lanjut dari riset disertasi Azman, Sekretaris Prodi S2 KPI yang tengah menempuh studi doktoral di UIN Sumatera Utara. Ia meneliti konstruksi citra syariat Islam di Aceh menggunakan pendekatan mixed-method, dengan fokus pada bagaimana citra itu terbentuk, disebarluaskan, dan dipersepsikan masyarakat.

Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Eka Sri Mulyani, mengapresiasi inisiatif riset dan diskusi tersebut. Ia menekankan pentingnya hasil akademik menjadi milik publik dan berperan dalam memperkuat ruang dialektika sosial keislaman.

“Diskusi ini sangat aktual dan kontekstual. Branding citra syariat Islam bukan hanya soal geografi atau hukum, tetapi mencakup relasi sejarah, budaya, dan negara. Branding yang ideal seharusnya berbasis pengetahuan dan mengedepankan nilai rahmatan lil alamin, bukan sekadar aspek sanksi,” ujar Prof. Eka.

Ia juga menggarisbawahi bahwa penerapan syariat Islam di Aceh tidak hadir dalam ruang kosong, melainkan menyatu dengan hukum adat dan kearifan lokal seperti dalam Hadih Maja. Inilah yang menurutnya menjadi DNA dari citra syariat Islam di Aceh.

Ketua Prodi S2 KPI UIN Ar-Raniry, Dr. Ade Irma, berharap hasil penelitian ini bisa memberi kontribusi nyata kepada Pemerintah Aceh, terutama dalam membangun strategi komunikasi yang lebih efektif dan humanis.

“Temuan ini sangat penting bagi pengembangan ilmu komunikasi Islam yang kontekstual dan relevan dengan dinamika sosial masyarakat Aceh,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Azman menyampaikan bahwa Aceh adalah satu-satunya wilayah di Indonesia yang menerapkan syariat Islam secara resmi. Hal ini, menurutnya, seharusnya menjadi sumber kebanggaan dan motivasi hidup kolektif, bukan sekadar simbol atau slogan.

Ia mempertanyakan apakah branding syariat selama ini telah mampu membangun kepercayaan dan identitas kolektif, atau justru menimbulkan resistensi, bias, dan disinformasi, terutama karena citra syariat kerap diasosiasikan dengan aspek hukuman fisik seperti cambuk.

“FGD ini mencoba mencari jalan bagaimana citra tersebut dapat diubah dan dibangun secara lebih utuh—tidak hanya dilihat dari sisi hukuman, tetapi juga nilai-nilai keadilan sosial, pendidikan, dan perlindungan martabat manusia dalam ajaran Islam,” ujar Azman.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Dinas Syariat Islam Aceh, akademisi dari FISIP USK dan FDK UIN Ar-Raniry, Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI), Indonesian Islamic Youth Economic Forum, Diskominfosandti Banda Aceh, BKPRMI Aceh, Syarikat Islam, serta jurnalis perempuan.

Para peserta sepakat bahwa branding syariat Islam harus dibangun secara holistik, partisipatif, dan inklusif. Narasi yang dikembangkan perlu menyesuaikan konteks kekinian serta memperkuat kolaborasi antar aktor, termasuk media, agar mampu menangkal disinformasi dan membentuk persepsi yang lebih positif di ruang publik.

Previous Post

Penerbangan Jemaah Haji Aceh Dipastikan di Luar ‘Rute Konflik Iran-Israel’

Next Post

Kunjungi RSUD Meuraxa, Komisi IV DPRK Banda Aceh Minta Perbaikan IGD

Next Post
Kunjungi RSUD Meuraxa, Komisi IV DPRK Banda Aceh Minta Perbaikan IGD

Kunjungi RSUD Meuraxa, Komisi IV DPRK Banda Aceh Minta Perbaikan IGD

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Prabowo Salat Id di Aceh, Menag: Presiden Ingin Bersama Warga Terdampak Bencana

Prabowo Salat Id di Aceh, Menag: Presiden Ingin Bersama Warga Terdampak Bencana

23/03/2026
Teknologi Canggih Iran Sukses Lumpuhkan Jet Siluman Amerika Serikat

Teknologi Canggih Iran Sukses Lumpuhkan Jet Siluman Amerika Serikat

23/03/2026
Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Komitmen 1 Miliar Dolar AS untuk BoP

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Komitmen 1 Miliar Dolar AS untuk BoP

23/03/2026
Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

22/03/2026
Kisah Mahasiswa Asal Aceh Pilih Tidak Mudik dan Rayakan Lebaran di Surabaya

Kisah Mahasiswa Asal Aceh Pilih Tidak Mudik dan Rayakan Lebaran di Surabaya

22/03/2026

Terpopuler

KPI Pascasarjana UIN Ar-Raniry Bahas Konstruksi Branding Citra Syariat Islam di Aceh

KPI Pascasarjana UIN Ar-Raniry Bahas Konstruksi Branding Citra Syariat Islam di Aceh

27/06/2025

Pernyataan Prabowo Soal Pemulihan 100 Persen Bikin Korban Banjir Aceh Geram

Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

Jak Bak Jeurat; Cara Warga Aceh Bersilaturahmi dengan Kerabat yang Sudah Tiada

Isu Mosi Tak Percaya 67 Anggota DPRA Dinilai Operasi Politik Adu Domba, Soliditas di Bawah Zulfadhli Ditegaskan Tetap Kokoh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com