Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Kampung Nelayan Merah Putih, Masady Manggeng: Harapan Baru dari Lhok Pawoh

redaksi by redaksi
20/07/2025
in Lintas Barat Selatan
0
Kampung Nelayan Merah Putih, Masady Manggeng: Harapan Baru dari Lhok Pawoh

JAKARTA – Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Lhok Pawoh bukan sekadar sebuah pemukiman nelayan biasa. Ia adalah simbol harapan, kemandirian, dan kebangkitan ekonomi pesisir di Kabupaten Aceh Barat Daya. Di tengah gempuran perubahan iklim, tekanan ekonomi, dan keterbatasan infrastruktur perikanan, inisiatif ini menjadi titik terang bagi masyarakat pesisir.

Hal tersebut diutarakan oleh Masady Manggeng, eks Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Ilmu & Teknologi Kelautan Indonesia (HIMITEKINDO) 2007-2009, melalu corong media ini, Minggu (20/07/2025).

Menurut Masady, dengan konsep pemberdayaan nelayan secara terstruktur — melalui penyediaan perumahan layak, akses ke fasilitas perikanan seperti cold storage, pabrik es, dermaga mini, SPBU nelayan, tempat pelelangan ikan hingga koperasi yang adil — kampung ini bukan hanya membangun secara fisik, tapi juga membentuk ekosistem sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

“Lhok Pawoh, sebagai salah satu desa pantai penghasil ikan terkemuka di pesisir barat Aceh, sangat strategis dijadikan model kampung nelayan modern. Potensi lautnya besar, nelayannya tangguh, dan budaya gotong royong masih kuat. Tinggal bagaimana Pemerintah Daerah dan semua pemangku kepentingan menjaga agar semangat merah putih ini tidak hanya menjadi proyek sesaat, tapi benar-benar menjadi motor penggerak perubahan jangka panjang,” ungkap Masady, yang juga merupakan Politisi PDI Perjuangan.

Namun, lanjutnya. Perlu diingat bahwa keberhasilan Kampung Nelayan Merah Putih bukan hanya terletak pada pembangunan fisik, tapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat — melalui pendidikan, pelatihan teknologi perikanan, akses pasar, dan perlindungan sosial. Nelayan yang melek informasi dan teknologi akan mampu bersaing, bahkan bisa meningkatkan nilai tambah hasil tangkapnya.

“Kampung ini juga berpotensi menjadi destinasi wisata edukatif, tempat generasi muda belajar tentang hidup dari laut, menjaga kelestarian, dan mencintai tanah air dari pinggiran samudera,” kata Masady.

Untuk itu, ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, yang telah menetapkan Kampung Nelayan Merah Putih di Lhok Pawoh sebagai salah satu dari 100 lokasi prioritas Nasional. Ini merupakan pengakuan atas potensi dan semangat masyarakat pesisir Aceh Barat Daya, sekaligus dorongan moral dan strategis agar pembangunan kampung nelayan ini terus berlanjut dengan dukungan lintas sektor.

“Tak lupa, ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Dr. Safaruddin, S.Sos., MSP, Bupati Aceh Barat Daya, atas komitmen, kerja keras, dan perjuangannya dalam mendorong Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, sebagai icon Kampung Nelayan Modern di Pantai Barat Selatan Aceh. Peran beliau sangat penting dalam membuka pintu koordinasi pusat dan memobilisasi sumber daya daerah demi terwujudnya kawasan nelayan yang maju, bermartabat, dan berdaya saing,” ucapnya.

Sudah saatnya pemerintah Provinsi dan Pusat memberikan perhatian lebih kepada kampung-kampung nelayan seperti di Lhok Pawoh. Sebab dari sanalah ketahanan pangan laut nasional dimulai, dari sanalah Indonesia bahari bisa kembali bangkit.

“Kampung Nelayan Merah Putih di Lhok Pawoh adalah bukti bahwa Indonesia kuat bila pinggiran diberdayakan, dan merah putih bisa berkibar lebih tinggi dari dermaga-dermaga kecil di pelosok negeri,” pungkas Masady Manggeng.

Previous Post

Guru Madrasah Didenda Rp25 Juta usai Tampar Murid, Ortu Cabut Laporan

Next Post

BPBD Imbau Warga Aceh Besar Waspadai Pohon Tumbang

Next Post
Angin Kencang Landa Aceh Besar, Kalaksa BPBD Himbau Warga Tetap Waspada

BPBD Imbau Warga Aceh Besar Waspadai Pohon Tumbang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

02/04/2026
Milad ke-50 Tahun, Prof Sulaiman Tripa Luncurkan 2 Buku Baru

Milad ke-50 Tahun, Prof Sulaiman Tripa Luncurkan 2 Buku Baru

02/04/2026
Status Peringatan Tsunami Imbas Gempa Bitung M7,6 Dinyatakan Berakhir

Status Peringatan Tsunami Imbas Gempa Bitung M7,6 Dinyatakan Berakhir

02/04/2026
Aceh Tengah Kembali Dilanda Banjir Bandang dan Tanah Longsor

Dua Jembatan Darurat di Aceh Tengah Kembali Ambruk Akibat Banjir Bandang

02/04/2026
Imigrasi Banda Aceh Tingkatkan Sinergi Pengawasan Orang Asing

Imigrasi Banda Aceh Tingkatkan Sinergi Pengawasan Orang Asing

02/04/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Kapolda Aceh Diminta Tinjau Ulang Pemanggilan Jurnalis Bithe.co, FJA Abdya Ingatkan MoU Polri dengan Dewan Pers

KNPI dan IMM Abdya Soroti Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh

272 Murid SMA dan SMK Aceh Selatan Lulus SNBP 2026, Meningkat dari 2025

Cak Imin Resmi Kukuhkan Pengurus DPW PKB Aceh 2026–2031

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com