BANDA ACEH – Sejumlah wilayah di Provinsi Aceh sedang dilanda angin kencang. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh memprediksi potensi ini akan berlangsung hingga Agustus 2025.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh, Nasrol Adil, mengatakan potensi angin kencang terjadi hampir di seluruh wilayah Aceh.
“Karena posisi kita mengalami tekanan rendah, maka masa udara dari tekanan tinggi akan masuk secara kencang,” katanya saat dihubungi Kompas.com via telepon, Senin (21/7/2025).
Ia menjelaskan, posisi matahari saat ini sedang berada di bagian utara sehingga wilayah Aceh menjadi area bertekanan rendah. Hal ini menyebabkan massa udara dari selatan dan barat daya bergerak menuju utara.
Nasrol menuturkan, pada Agustus nanti frekuensi angin kencang diprediksi lebih tinggi dibandingkan saat ini. Oleh sebab itu, potensi angin kencang diperkirakan berlangsung hingga bulan depan.
Menurutnya, perbedaan antara tekanan tinggi dan rendah atau gradien cukup jauh. Biasanya perbedaan tekanan berkisar antara 3-5 milibar, namun saat ini bisa mencapai 7-8 milibar.
“Oleh karenanya massa udara dari tekanan tinggi akan meluncur secara kencang ke wilayah rendah,” ujar Nasrol.
Berdasarkan catatan BMKG, saat ini Provinsi Aceh sedang berada dalam tekanan rendah. Kondisi ini diperkirakan terus berlangsung hingga Agustus 2025, sebelum memasuki musim hujan kembali.
“Dan masa-masa transisi ini akan diikuti juga oleh potensi angin kencang untuk hampir seluruh Provinsi Aceh,” katanya.
Nasrol mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, termasuk dengan memastikan kekuatan atap rumah serta membatasi aktivitas luar ruangan dari siang hingga malam hari.
“Pada waktu-waktu ini sedapat mungkin kita melakukan kegiatan di dalam ruangan, tidak banyak berada di luar ruangan, itu rekomendasinya,” ucap Nasrol.
Ia juga meminta pihak PLN dan Telkom memeriksa kondisi pohon yang berpotensi menghalangi atau membahayakan jaringan listrik maupun kabel telekomunikasi.










