Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Saleuem

Mengetuk Hati Para Majikan Rakyat

redaksi by redaksi
31/03/2020
in Saleuem
0
Seragam Harapan Mertua

Ilustrasi

Wabah Corona kini menjadi momok menakutkan di sejumlah negara di dunia. Sejumlah negara besar lumpuh total, tak kecuali Amerika dan Eropa, sebagai pusat peradaban masa kini.

Tak hanya soal kesehatan dan kematian, virus Covid-19 juga membuat sejumlah ekonomi swasta menjadi lumpuh dan merugi. Jeritan tangis serta kelaparan menghantui sejumlah negara.

Di Amerika dan Eropa misalnya, warga menangis soal minimnya tisu toilet serta popok bayi. Demikian juga stok sembako bagi warga pekerja lepas di sana yang kian hari kian minim. Persoalan ini sempat menjadi hot isu di sana.

Namun mereka memiliki pemerintah yang cepat tanggap. Pemerintah Amerika memberi kompensasi bagi warganya sebesar 50 juta per kepala keluarga selama penanganan Corona.

Di Inggris, pemerintah juga memberi kompensasi sebesar 80 persen untuk setiap kerugian warga yang diderita akibat lockdown. Kompensasi ini untuk pekerja lepas seperti pekerja bar dan pekerja lepas lainnya.

Indonesia kita juga memiliki persoalan yang sama. Semua warga dikarantina di rumah masing-masing. Termasuk di dalamnya masyarakat Aceh. Namun sayangnya, hingga kini tak ada solusi bagi warga yang pekerja lepas. Masyarakat dirumahkan tanpa kesiapan sembako yang memadai.

Kekhawatiran akan kelaparan, mungkin tak akan pernah dirasakan oleh para pejabat negara serta para majikan rakyat atau pejabat SKPA di Aceh. Sebutan ‘Majikan’ lebih layak dari kata ‘Pelayan’ rakyat. Karena pajak yang dihasilkan dari keringat rakyat cenderung disalahgunakan untuk kepentingan pribadi dan golongan. Dan saat paceklik seperti sekarang,  gaji mereka tetap lancar meski berada di rumah.

Beda halnya dengan pekerja lepas, seperti petani, tukang, nelayan, pedagang serta berbagai macam profesi mandiri lainnya. Mereka dirumahkan tanpa solusi. Kini mereka terancam kelaparan.

Plt gubernur memang sudah menyurati bupati walikota serta menerapkan aturan bahwa setiap warga yang terkena dampak ekonomi akibat Corona untuk dibantu sembako senilai Rp200.000. Namun realisasinya masih jauh dari harapan.

Keadaan kian sulit ketika pemerintah Aceh menerapkan jam malam. Kegiatan ini kian berimbas bagi pemulung serta sejumlah profesi lainnya.

Tak salah dengan jam malam atau merumahkan warga, tapi harusnya kebijakan tersebut turut disertai dengan kesigapan pemerintah untuk menyalurkan bantuan makanan untuk warganya yang membutuhkan.

Sayangnya, sudah hampir dua pekan sejak pemerintah merumahkan warga, ternyata belum ada aksi nyata dari pemerintah untuk membantu warganya. Mendistribusikan bantuan untuk seluruh warga miskin serta pekerja lepas agar mereka tenang dan nyaman berada di rumah.

Pejabat kita hanya mampu memerintah. Tapi tidak pernah memberi solusi atas paceklik ekonomi yang terjadi. Minimal hingga pekan ketiga aturan diterapkan.

Pemerintah mungkin sedang menunggu ada warga yang mati kelaparan untuk memulai penyaluran bantuan. Kalau ini terjadi, maka zalim lah rezim ini. []

Tags: aceh
Previous Post

Nasir Djamil: Penerapan Darurat Sipil Berpotensi Melanggar HAM

Next Post

Warga Berstatus PDP di Aceh Kini Berjumlah 44 Orang

Next Post
Ilmuwan Dunia Berlomba Obati Corona, 20 Vaksin Dikembangkan

Warga Berstatus PDP di Aceh Kini Berjumlah 44 Orang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Krak, Aceh dan Sumsel Sabet Juara MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah

Krak, Aceh dan Sumsel Sabet Juara MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah

19/09/2026
Tiga Santri Dayah Insan Qurani Tuntaskan Mimpi Aceh di MTQ Nasional 2026

Tiga Santri Dayah Insan Qurani Tuntaskan Mimpi Aceh di MTQ Nasional 2026

19/09/2026
Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Rp323,5 Juta untuk Warga Terdampak Kebakaran di Aceh Tenggara

Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Rp323,5 Juta untuk Warga Terdampak Kebakaran di Aceh Tenggara

19/09/2026
Illiza: Kopi Bukan Sekadar Minuman, Tapi Budaya dan Penggerak Ekonomi

Illiza: Kopi Bukan Sekadar Minuman, Tapi Budaya dan Penggerak Ekonomi

19/09/2026
Wakil Bupati Aceh Tengah Serahkan Dump Truck dan Sarpras Pendukung KDMP Untuk 17 Titik

Wakil Bupati Aceh Tengah Serahkan Dump Truck dan Sarpras Pendukung KDMP Untuk 17 Titik

19/09/2026

Terpopuler

Seragam Harapan Mertua

Mengetuk Hati Para Majikan Rakyat

31/03/2020

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

Paguyuban Masyarakat Gayo di Banda Aceh Akan Gelar Didong Jalu Semalam Suntuk

Luar Biasa! Hasil Panen di Blangpidie Capai 8,7 Ton per Hektare, Rekor Tertinggi Selama 6 Tahun

Infrastruktur Bisa Mengubah Wajah Pidie Jaya, SDM Menentukan Arah Masa Depan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com