Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

77 Hektare Lahan Terbakar di Aceh Sudah Dipadamkan

redaksi by redaksi
08/08/2025
in Nanggroe
0

Banda Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Aceh mencapai 77 hektare selama Juli 2025, dan seluruhnya sudah dapat dipadamkan.

“Khusus bulan Juli 2025, karhutla terjadi sebanyak 25 kali dan membakar seluas 77 hektare lahan,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Nara Setia, di Banda Aceh, Kamis.

Namun, jika dilihat secara periode Januari-Juli 2025, kebakaran hutan dan lahan di Aceh terjadi sebanyak 51 kali dan membakar 174 hektare lahan dengan perkiraan kerugian Rp27 miliar.

Secara umum, kata Teuku Nara, BPBA mencatat bencana alam yang terjadi di Aceh selama periode Januari-Juli 2025 sebanyak 237 kali kejadian, dan menelan 10 korban jiwa, dengan perkiraan kerugian mencapai Rp165 miliar.

“Dari 237 peristiwa tersebut, kebakaran pemukiman masih mendominasi yakni sebanyak 91 kali, dan membakar 255 rumah,” ujarnya.

Teuku Nara menyampaikan, dari keseluruhan bencana tersebut, juga terdapat sepuluh orang luka-luka dan 4.838 KK/11.033 jiwa terdampak bencana. Lalu, pengungsi 348 orang serta 1.936 rumah terdampak.

Untuk kebakaran pemukiman 91 kali itu berdampak pada 255 rumah dengan perkiraan kerugian Rp52 miliar. Lalu, banjir terjadi 34 kali, merendam 1.232 rumah dengan perkiraan kerugian Rp48 miliar rupiah.

Selanjutnya, angin puting beliung terjadi 33 kali, berdampak pada 375 rumah dan lima sekolah serta dua masjid, prakiraan kerugiannya mencapai Rp32 miliar.

Kemudian longsor, terjadi 20 kali dan merusak 12 rumah warga dengan total kerugian yang dialami Rp1,5 miliar. Gempa bumi terjadi lima kali kejadian dengan rata-rata magnitudo 4,4-5,2 SR.

“Berikutnya abrasi, terjadi dua kali, berdampak untuk delapan rumah rusak berat dan 50 rumah terendam milik 58 KK. Terakhir gelombang pasang terjadi satu kali di Desa Lhok Puuk, Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara,” katanya.

Mengingat karhutla pada Juli 2025 ini meningkat, Teuku Nara mengimbau masyarakat agar tidak mengeksploitasi hutan secara berlebihan tanpa memperhatikan fungsi hutan sebagai resapan air yang berguna mencegah banjir, longsor serta karhutla.

Kedepan, BPBA akan terus berusaha meminimalisir kerusakan maupun korban akibat bencana alam maupun non alam. Seluruh elemen masyarakat diharapkan merespon kejadian bencana secara komprehensif karena pada hakikatnya bencana adalah urusan bersama.

“Kami terus berupaya agar BPBA bersama semua unsur pemerintahan dan masyarakat Aceh terus berupaya meningkatkan mitigasi bencana agar jumlah kejadian bencana bisa terus turun dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, dalam upaya pengurangan risiko bencana, diharapkan adanya langkah pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada kegiatan partisipatif dalam melakukan kajian, perencanaan, pengorganisasian, serta aksi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Langkah ini penting sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan masyarakat/komunitas yang mampu mengelola lingkungan dan mengurangi risiko bencana, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aceh,” demikian Teuku Nara Setia.

Sumber: antara

Previous Post

Wagub Aceh Kukuhkan Pengurus Aceh Australian Alumni Periode 2025–2028

Next Post

Ohku, Dua PPPK BPBD Aceh Tengah Ditangkap Karena Curi Motor

Next Post
Ohku, Dua PPPK BPBD Aceh Tengah Ditangkap Karena Curi Motor

Ohku, Dua PPPK BPBD Aceh Tengah Ditangkap Karena Curi Motor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 15 UINSUNA Lhokseumawe Perkenalkan Transformasi Kampus ke Siswa MAN 2 Aceh Tengah

Mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 15 UINSUNA Lhokseumawe Perkenalkan Transformasi Kampus ke Siswa MAN 2 Aceh Tengah

07/08/2026
569 Peserta Ikuti PD-PKPNU Pidie Jaya, NU Tekankan Kader Berideologi dan Berdampak

569 Peserta Ikuti PD-PKPNU Pidie Jaya, NU Tekankan Kader Berideologi dan Berdampak

07/08/2026
“Hapus Pokir Bersifat Kuota, Kembalikan APBA dan APBK ke Jalur yang Benar”

KPK Ditantang Bongkar Tiga “Sarang Korupsi” di Aceh

07/08/2026
DPD Laskar Prabowo 08 Aceh Raih Penghargaan dari DPN Atas Dedikasi Kawal Asta Cita Prabowo di Aceh

DPD Laskar Prabowo 08 Aceh Raih Penghargaan dari DPN Atas Dedikasi Kawal Asta Cita Prabowo di Aceh

07/08/2026
YARA Serahkan Infak Rp10 Juta kepada Baitul Mal Aceh, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat yang Amanah ‎

YARA Serahkan Infak Rp10 Juta kepada Baitul Mal Aceh, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat yang Amanah ‎

07/08/2026

Terpopuler

Jelang Hari Damai Aceh, Kapolres Pidie Gandeng HUDA Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah

Jelang Hari Damai Aceh, Kapolres Pidie Gandeng HUDA Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah

06/08/2026

Baju Khas Pidie Resmi Bersertifikat, Ikhtiar Menjaga Identitas Budaya dari Klaim dan Kepunahan

77 Hektare Lahan Terbakar di Aceh Sudah Dipadamkan

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

569 Peserta Ikuti PD-PKPNU Pidie Jaya, NU Tekankan Kader Berideologi dan Berdampak

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com