MEUREUDU – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pidie Jaya menggelar Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan II Tahun 2026 di Pondok Pesantren Darul Munawarah, Jumat 7 Agustus 2026.
Sebanyak 569 peserta mengikuti kaderisasi tersebut. Jumlah pendaftar yang membludak membuat PCNU Pidie Jaya menghentikan pendaftaran lebih awal.
Ketua PCNU Pidie Jaya, Tgk Ikhwani, menegaskan kaderisasi bukan sekadar agenda organisasi, tetapi investasi jangka panjang untuk memastikan regenerasi NU.
“NU lahir dari pesantren, tumbuh dan bertradisi dari pesantren, oleh karena itu, kaderisasi ini kita laksanakan di pesantren,” ujar Tgk Ikhwani.
Ia menekankan tiga karakter yang wajib dimiliki kader NU: kuat secara ideologi, memahami organisasi, dan memberi dampak bagi masyarakat.
“Kader harus memahami Ahlussunnah wal Jamaah, menguasai organisasi dan ketika kembali ke kampung, meunasah, sekolah maupun masyarakat, harus mampu menjadi solusi,” tegasnya.
Ketua PWNU Aceh, H. Tgk Faisal Ali, menilai kaderisasi merupakan investasi untuk keberlanjutan organisasi. Ia meminta peserta mengikuti seluruh tahapan dengan disiplin karena sertifikat menjadi bagian dari proses regenerasi kepengurusan NU.
Dalam pada itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) oleh Kyai Amrullah Furqan, menekankan bahwa kader NU tidak cukup hanya memiliki pengetahuan keagamaan, Mereka harus memiliki militansi, disiplin dan kemampuan menjaga kesinambungan perjuangan ulama.
“Kita tidak hanya membutuhkan orang pintar, yang kita butuhkan adalah kader yang disiplin, bagaimana NU bisa bermanfaat bagi masyarakat kalau kadernya sendiri tidak disiplin?” tegasnya.
Ia juga mengingatkan kader NU menghadapi tantangan baru, termasuk perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), Oleh Karena itu, khazanah keilmuan ulama Nusantara harus mampu diwariskan dan dikembangkan oleh generasi baru.
Dalam kaderisasi tersebut, peserta juga dibekali pemahaman tentang Aswaja, ke-NU-an, organisasi, kebangsaan, Pancasila dan NKRI.
Pengasuh Dayah Darul Munawarah, Dr. H. Anwar Usman (Abiya Kuta Krueng), menyambut pelaksanaan kaderisasi di pesantrennya. Menurutnya, para peserta merupakan calon penerus perjuangan NU dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.
Sementara Pemkab Pidie Jaya melalui Asisten III, Helmi, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Pemerintah berharap kaderisasi mampu melahirkan kader yang berilmu, berakhlak, berwawasan dan mampu mengabdi kepada masyarakat.
Dengan 569 peserta, PD-PKPNU Angkatan II menjadi salah satu konsolidasi kader terbesar PCNU Pidie Jaya. Namun tantangan sebenarnya bukan pada jumlah peserta, melainkan sejauh mana mereka mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai kader yang disiplin, militan dan memberi solusi.[Mul]









