BANDA ACEH – Target percepatan operasional penuh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di seluruh Aceh yang dicanangkan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menuai respons positif dari para pelaku koperasi di Banda Aceh.
Tokoh koperasi dan komunitas, Zulkarnain M Isa (Zulmis) dan Rahmat Firdaus M Hasan M (Dos), menyambut antusias langkah Pemerintah Aceh ini dan optimis KDMP mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang nyata.
Zulkarnain, Direktur Eksekutif LSM Aceh Perspektif yang juga aktif mengonsolidasikan forum ketua koperasi se-Banda Aceh, menilai langkah Wagub Fadhlullah sebagai angin segar bagi gerakan ekonomi akar rumput.
“Kita sangat mengapresiasi komitmen pemerintah. Target operasional KDMP secara optimal di akhir Oktober menjadi momentum penting memperkuat posisi koperasi sebagai simpul utama pembangunan ekonomi komunitas. Ini menandai era baru bagi kemandirian desa di Aceh,” ujar Zulmis.
Senada dengan itu, Dos yang selama ini mendampingi integrasi koperasi dalam kebijakan perumahan rakyat, menegaskan bahwa percepatan KDMP adalah kebijakan yang tepat dan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. “Koperasi bukan lagi sekadar pelengkap program pemerintah, tapi pelaku utama distribusi kesejahteraan. Melalui percepatan ini, akses pembiayaan, pelatihan, dan penguatan kelembagaan koperasi akan semakin terbuka lebar. Ini akan berdampak langsung ke ekonomi warga,” jelasnya.
Zulmis menambahkan, inisiatif Pemerintah Aceh yang melibatkan 23 kabupaten/kota serta ribuan koperasi adalah bentuk keseriusan dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara pengurus koperasi, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan. “Kami siap berkolaborasi dan terus mendorong kaderisasi kepemimpinan koperasi yang profesional dan kredibel. Semangat gotong royong dan kebersamaan harus menjadi fondasi gerakan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Dos berharap percepatan KDMP dapat diiringi dengan pelatihan berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan lembaga perbankan syariah yang telah mulai terbangun. “Koperasi adalah jembatan harapan untuk akses rumah layak, modal usaha, hingga pemasaran produk lokal. Kita optimis, dengan roadmap yang jelas, KDMP bisa menjadi contoh nasional dalam pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.”
Seperti diketahui, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menargetkan seluruh KDMP di Aceh sudah beroperasi penuh akhir Oktober 2025 dengan dukungan penuh pemerintah provinsi, dinas terkait, dan semua pemangku kepentingan. Program KDMP diharapkan memperkuat ekonomi desa, membuka akses permodalan, serta memperluas pemasaran produk lokal.
Forum Ketua Koperasi Merah Putih Banda Aceh menyatakan siap menjadi garda terdepan mendukung kebijakan ini, demi terciptanya ekonomi Aceh yang mandiri, adil, dan inklusif.










