BIREUEN – Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kemenag Bireuen, Anis SAg, menghadiri pembukaan pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MIN 50 Bireuen, Rabu 27 Agustus 2025.
Dalam sambutannya, Anis menegaskan bahwa KBC adalah inovasi pendidikan yang menjadi ciri khas dan keunggulan madrasah, yang tidak dimiliki oleh sekolah umum.
Anis juga menekankan pentingnya keseragaman implementasi KBC di seluruh madrasah. Evaluasi akan dilakukan untuk memastikan kurikulum ini berjalan sesuai harapan.
“Intinya, suasana belajar harus menyenangkan. Kalau ada guru yang tidak senang melihat muridnya, guru itu perlu dievaluasi. Guru harus bahagia melihat muridnya, begitu juga sebaliknya,” tambahnya.
Sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan, Anis mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengadakan tes pedagogik untuk mengukur kemampuan guru dalam mengajar.
“Kami meminta komitmen dari para guru untuk mengikuti tes ini. Nilai tes bisa langsung dilihat, dan ini akan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengajaran di madrasah,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Anis juga menyoroti bahwa kualitas madrasah tidak diukur dari jumlah murid atau guru, tetapi dari mutu pendidikan yang diberikan. Ia mengapresiasi keberadaan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sebagai penyemangat baru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Dulu guru honor bertanya kapan akan diangkat, sekarang sudah diangkat. Fokusnya sekarang adalah menguasai materi. Dengan adanya guru P3K, madrasah menjadi lebih menyenangkan, dan kepala madrasah pun merasa lega karena tidak lagi memikirkan soal honor,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari penguatan implementasi KBC, Anis meminta para pengawas madrasah untuk memberikan pendampingan kepada guru, khususnya di luar jam pelajaran.
Sementara itu, Kepala MIN 50 Bireuen, Darmawati MAg, berharap para peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. “Saya percaya bahwa kurikulum ini akan menjadi ciri khas madrasah yang membedakan kita dari lembaga pendidikan lainnya,” ujarnya.
Pelatihan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta ini diikuti oleh 40 guru MIN 50 Bireuen. Pemateri yang dihadirkan adalah Dra Zakiah, MM, seorang pengawas madrasah, dan Ridlwan MPd, Ketua Kelompok Kerja Pengawas.







![[Opini] Apakah Cinta pada Negeri Menjadi Sebuah Kesalahan?](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-28-at-09.24.34-120x86.jpeg)


