Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Banyak Pihak Menolak Izin Tambang Emas, Akhirnya Pihak PT AMP Angkat Bicara

redaksi by redaksi
01/09/2025
in Lintas Barat Selatan
5
Banyak Pihak Menolak Izin Tambang Emas, Akhirnya Pihak PT AMP Angkat Bicara

BLANGPIDIE – Banyak pihak di Kabupaten Aceh Barat Daya, menolak bahkan mengencam atas kehadiran PT. Abdya Mineral Prima (AMP) di Kecamatan Kuala Batee, kabupaten yang berjulukan Bumoe Breuh Sigupai itu.

Penolakan tersebut bukan hanya dari masyarakat Kualaa Batee saja, penolakan hingga kecaman itu juga datang dari Politisi, KPA, Aktivis Lingkungan, Forum Keuchik (Kepala Desa), bahkan pegiat wisata dan elemen masyarakat lainnya.

Pihak perusahan tambang emas yang tercatat keluar IUP sejak tanggal 17 Januari 2025 lalu itu akhirnya angkat bicara, Zainal, selaku Humas PT Abdya Mineral Prima Zainal menyampaikan, jika perusahaan AMP baru tahap konservasi atau survei, artinya belum kerja dan tidak sepatutnya penolakan itu terjadi.

Katanya, apabila tambang ini sudah selesai atau berjalan maka pihak perusahaan akan mengundang semua pihak masyarakat Abdya untuk mendengar pendapat.

“Cuman ini kan tahapnya belum sampai ke situ, sekarang masih dalam tahap perizinan. Apabila dalam konservasi sudah jadi, sebelum kami melangkah untuk pengerjaan maka akan kita panggil seluruh masyarakat untuk jejak pendapat atas keberadaan perusahaan ini,” ungkap Zainal.

Disisi lain publik juga bertanya-tanya, hingga isu tambang emas tersebut hangat diperbincangkan di tengah-tengah masyarakat satu pekan terakhir ini, pasalnya kenapa hanya keberadaan atau kehadiran PT. Abdya Mineral Prima saja yang dipersoalkan. Padahal diketahui bersama, jika masih banyak perusahaan-perushaan tambang lainnya yang akan bahkan sedang mengancam ekosistem dan lingkungan masyarakat di Kabupaten Aceh Barat Daya.

Previous Post

UIN Ar-Raniry Salurkan Bantuan Pendidikan ke 169 Mahasiswa

Next Post

Nur Afni Gantikan Posisi Yusan Sulaidi Sebagai Kepala BKPSDM Abdya

Next Post
Nur Afni Gantikan Posisi Yusan Sulaidi Sebagai Kepala BKPSDM Abdya

Nur Afni Gantikan Posisi Yusan Sulaidi Sebagai Kepala BKPSDM Abdya

Comments 5

  1. Akmal says:
    1 tahun ago

    Masalah nya knp di survey lahan adat atau lahan produksi mansyarakat

    Balas
  2. Xx says:
    1 tahun ago

    ALAH NA KPA AGOE MAN YG BI IZIN KTUA AWAK KAH AGOE.DAN ILRGAL JEUT AGOE KOP ANCO KA GLEEE.ACEH

    Balas
    • Man says:
      12 bulan ago

      Baca beu PAH berita syedara loen..

      Balas
  3. Akarim says:
    1 tahun ago

    Surat izin PT tersebut pasti dari pusat daerah, yg saya heran kenapa PT tersebut beroperasi dekat dengan penduduk, hutan cukup luas di Aceh kenapa ngak 7 lapis gunung, org yg memberi izin PT tersebut sama sekali ngk melihat dan turun ke lapangan ka isak amplop

    Balas
  4. Kinkin says:
    1 tahun ago

    Yg penting misi berhasil mensukseskan tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang ore emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun selama sepuluh tahun terakhir berlanjut hingga akhir jaman tanpa pajak secara resmi, kini merambah ke Aceh

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dinsos Berikan Bimbingan Sosial, Bupati Abdya Salurkan Sembako untuk Lansia dan Disabilitas di Manggeng

Dinsos Berikan Bimbingan Sosial, Bupati Abdya Salurkan Sembako untuk Lansia dan Disabilitas di Manggeng

02/09/2026
Tanah Kelahiran Terancam Perusahaan Tambang, 4 Praktisi Hukum asal Samadua di Malang Surati Gubernur dan Bupati Aceh Selatan

Tanah Kelahiran Terancam Perusahaan Tambang, 4 Praktisi Hukum asal Samadua di Malang Surati Gubernur dan Bupati Aceh Selatan

02/09/2026
Lembaga Wali Nanggroe Sosialisasikan Qanun di Aceh Barat

Lembaga Wali Nanggroe Sosialisasikan Qanun di Aceh Barat

02/09/2026
SMKN 1 Gandapura Gelar Jejak Pustaka Budaya di Hakdikda 2026

SMKN 1 Gandapura Gelar Jejak Pustaka Budaya di Hakdikda 2026

02/09/2026
300 Peserta Ikut Pelatihan Kaderisasi Da’i dan Da’iyah di Abdya, Dr. Safaruddin Bantu Sarana, Prasarana serta Penguatan Ekonomi Santri

300 Peserta Ikut Pelatihan Kaderisasi Da’i dan Da’iyah di Abdya, Dr. Safaruddin Bantu Sarana, Prasarana serta Penguatan Ekonomi Santri

02/09/2026

Terpopuler

Di Abdya, Gerakan “Satu Pejabat Satu Anak Yatim” Mulai Berjalan

Di Abdya, Gerakan “Satu Pejabat Satu Anak Yatim” Mulai Berjalan

02/09/2026

Banyak Pihak Menolak Izin Tambang Emas, Akhirnya Pihak PT AMP Angkat Bicara

Ohku, Dana Bencana Rp37,9 Miliar Mengendap: 96% Belum Terserap, Bupati Pijay Ancam Sanksi OPD

Data Google Trend: Blangpidie Catat Minat Pencarian “Slot” Tertinggi di Aceh

Langit ‘Mulai Tak Bersahabat’, BPBD Pidie Jaya Minta Warga Bersiap

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com