Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Terkait Pernyataan Abang Samalanga, Ketua PeTA: Bisa Ditafsirkan Makar

redaksi by redaksi
03/09/2025
in Lintas Timur
0
Terkait Pernyataan Abang Samalanga, Ketua PeTA: Bisa Ditafsirkan Makar

BANDA ACEH- Desakan agar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Zulfadhli dievaluasi kian nyaring. Ketua Pembela Tanah Air (PeTA), Teuku Sukandi, meminta Ketua Umum Partai Aceh (PA), Muzakir Manaf alias Mualem, segera mencopot Zulfadhli dari kursi Ketua DPRA.

Pemicunya adalah pernyataan Zulfadhli dalam aksi unjuk rasa 1 September lalu. Kala itu, ia mengusulkan poin tambahan agar Aceh dipisahkan dari Indonesia, sebuah seruan yang langsung menuai kecaman karena dinilai provokatif dan mengancam perdamaian.

Bagi Sukandi, sikap tersebut tidak hanya mencoreng wibawa lembaga legislatif, tetapi juga mempermalukan partai yang mengusungnya. “Secara etika moral, pernyataan ini tidak layak dan tidak pantas disampaikan oleh Ketua DPRA karena sangat tendensius dan emosional. Itu mencerminkan rendahnya kualitas SDM beliau sebagai pimpinan legislatif Aceh,” ungkap Teuku Sukandi, Rabu 3 September 2025.

Ia menilai, meski pernyataan itu lebih bersifat pribadi, kapasitas Zulfadhli sebagai Ketua DPRA dan kader Partai Aceh (PA), partai lokal yang menjadi pemenang pemilu, membuat dampaknya tidak bisa dianggap enteng. “Karena beliau adalah kader PA, maka partai politiknya tentu dapat mengevaluasi jabatannya sebagai Ketua DPRA,” ujarnya.

Menurutnya, apa yang disampaikan Zulfadhli justru menjadi beban bagi Partai Aceh. “Jabatan Zulfadhli harus dievaluasi karena beliau telah memalukan PA. Ketua PA itu adalah gubernur Aceh yang notabene wakil pemerintah pusat di Aceh. Apalagi pernyataan emosional seperti itu jelas tidak berkualitas dan hanya mempermalukan partainya sendiri,” tutur Sukandi.

Pernyataan Zulfadhli, lanjut Sukandi, bahkan bisa saja ditafsirkan sebagai bentuk makar terhadap konstitusi. “Kalau kita benturkan dengan pernyataan Presiden tentang makar, maka apa yang beliau ucapkan dapat saja dinilai sebagai makar konstitusi. Yang dimaksud makar konstitusi adalah membangkang kepada hukum dasar dan peraturan perundangan yang berlaku dengan membuat pernyataan – pernyataan sesat dan menyesatkan,” sebutnya.

Polemik terkait sikap Zulfadhli ini menambah panas suhu politik Aceh. Di satu sisi, ada kelompok yang menilai ucapan Ketua DPRA sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan pusat. Namun di sisi lain, pernyataan itu dianggap membuka luka lama dan berpotensi mengganggu stabilitas keamanan serta perdamaian yang telah dibangun pasca perjanjian Helsinki.

“Semestinya ketua DPRA bersyukur atas jabatan yang beliau sandang itu karena Damai Aceh. Bila beliau masih teriak merdeka maka semestinya beliau tanggalkan jabatan ketua DPRA beliau,” pungkasnya.

Previous Post

KAMMI Aceh Desak Prabowo Copot Sigit dari Kapolri

Next Post

Mualem Ingatkan TPID Antisipasi Inflasi di Bulan Maulid

Next Post
Mualem Ingatkan TPID Antisipasi Inflasi di Bulan Maulid

Mualem Ingatkan TPID Antisipasi Inflasi di Bulan Maulid

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Terlihat Gersang, Banggar DPRK Minta Taman di Bawah Fly Over Simpang Surabaya Ditata

Terlihat Gersang, Banggar DPRK Minta Taman di Bawah Fly Over Simpang Surabaya Ditata

23/07/2026
DPRK Minta Pemko Tindak Tegas Pelanggaran GSB, Serta Tata Kabel Provider

DPRK Minta Pemko Tindak Tegas Pelanggaran GSB, Serta Tata Kabel Provider

23/07/2026
Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Persoalan Pengembangan Kawasan Bebas Sabang

Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Persoalan Pengembangan Kawasan Bebas Sabang

23/07/2026
Bupati Pidie Jaya dan Sejumlah SKPD Dilaporkan ke KPK, Ada Apa?

Bupati Pidie Jaya dan Sejumlah SKPD Dilaporkan ke KPK, Ada Apa?

23/07/2026
UIN Ar-Raniry Jadi Satu-satunya PTKIN Lolos KRISAN Fellowship 2026

UIN Ar-Raniry Jadi Satu-satunya PTKIN Lolos KRISAN Fellowship 2026

23/07/2026

Terpopuler

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

22/07/2026

Terkait Pernyataan Abang Samalanga, Ketua PeTA: Bisa Ditafsirkan Makar

STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi

Kapaloe, Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com