Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Pameran Hari Purbakala di Museum Meuseuraya Hidupkan Sejarah Aceh

redaksi by redaksi
29/09/2025
in Pariwisata
0
Pameran Hari Purbakala di Museum Meuseuraya Hidupkan Sejarah Aceh

BANDA ACEH – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar Pameran Hari Purbakala di Museum Meuseuraya, Jantho, Kabupaten Aceh Besar, pada 5–9 Agustus 2025. Pameran ini menjadi upaya memperkuat pelestarian warisan budaya serta meningkatkan literasi sejarah masyarakat, khususnya generasi muda.

Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Besar, Bahrul Jamil, mewakili Bupati Aceh Besar. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

“Semoga Museum Meuseuraya Aceh Besar menjadi salah satu pusat pembelajaran dalam mengenal benda-benda purbakala,” ujar Bahrul Jamil.

Pameran ini merupakan kolaborasi Disbudpar Aceh dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar. Mengusung pendekatan edukatif, kegiatan ini dirancang menghadirkan sejarah secara lebih dekat dan menarik, terutama bagi pelajar.

Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disbudpar Aceh, Yudi Andika, mewakili Kepala Disbudpar Aceh, Almuniza Kamal, menyampaikan bahwa pameran ini merupakan bagian dari strategi pelestarian warisan budaya sekaligus penguatan institusi museum.

“Lebih dari sekadar ajang pameran, kegiatan ini merupakan langkah konkret mendukung proses akreditasi Museum Meuseuraya sebagai lembaga permuseuman yang resmi dan berstandar nasional,” jelas Yudi.

Sebanyak 114 koleksi ditampilkan secara kuratorial, mencakup tiga periode sejarah: abad ke-13 hingga ke-15, abad ke-15 hingga ke-18, dan abad ke-18 hingga ke-20. Koleksi meliputi artefak arkeologis, keramik kuno, manuskrip, uang logam, benda etnografi, hingga lukisan yang merekam perjalanan sejarah masyarakat Aceh.

Antusiasme pengunjung, khususnya pelajar SD, SMP, dan SMA, terlihat tinggi. Mereka mengikuti sesi pemanduan edukatif yang membangkitkan minat terhadap sejarah. Pameran ini menegaskan bahwa sejarah dapat dihidupkan kembali melalui penyajian yang atraktif dan relevan dengan konteks masa kini.

Disbudpar Aceh berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi upaya pelestarian budaya di seluruh wilayah Aceh, sekaligus menguatkan peran Museum Meuseuraya sebagai ruang pertemuan lintas generasi dan pusat edukasi sejarah.Pameran Hari Purbakala di Museum Meuseuraya Hidupkan Sejarah Aceh

Aceh Besar, 5 Agustus 2025 – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar Pameran Hari Purbakala di Museum Meuseuraya, Jantho, Kabupaten Aceh Besar, pada 5–9 Agustus 2025. Pameran ini menjadi upaya memperkuat pelestarian warisan budaya serta meningkatkan literasi sejarah masyarakat, khususnya generasi muda.

Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Besar, Bahrul Jamil, mewakili Bupati Aceh Besar. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

“Semoga Museum Meuseuraya Aceh Besar menjadi salah satu pusat pembelajaran dalam mengenal benda-benda purbakala,” ujar Bahrul Jamil.

Pameran ini merupakan kolaborasi Disbudpar Aceh dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar. Mengusung pendekatan edukatif, kegiatan ini dirancang menghadirkan sejarah secara lebih dekat dan menarik, terutama bagi pelajar.

Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disbudpar Aceh, Yudi Andika, mewakili Kepala Disbudpar Aceh, Almuniza Kamal, menyampaikan bahwa pameran ini merupakan bagian dari strategi pelestarian warisan budaya sekaligus penguatan institusi museum.

“Lebih dari sekadar ajang pameran, kegiatan ini merupakan langkah konkret mendukung proses akreditasi Museum Meuseuraya sebagai lembaga permuseuman yang resmi dan berstandar nasional,” jelas Yudi.

Sebanyak 114 koleksi ditampilkan secara kuratorial, mencakup tiga periode sejarah: abad ke-13 hingga ke-15, abad ke-15 hingga ke-18, dan abad ke-18 hingga ke-20. Koleksi meliputi artefak arkeologis, keramik kuno, manuskrip, uang logam, benda etnografi, hingga lukisan yang merekam perjalanan sejarah masyarakat Aceh.

Antusiasme pengunjung, khususnya pelajar SD, SMP, dan SMA, terlihat tinggi. Mereka mengikuti sesi pemanduan edukatif yang membangkitkan minat terhadap sejarah. Pameran ini menegaskan bahwa sejarah dapat dihidupkan kembali melalui penyajian yang atraktif dan relevan dengan konteks masa kini.

Disbudpar Aceh berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi upaya pelestarian budaya di seluruh wilayah Aceh, sekaligus menguatkan peran Museum Meuseuraya sebagai ruang pertemuan lintas generasi dan pusat edukasi sejarah.

Previous Post

Harga Beras Mahal dan Langka, Tapi Bulog Aceh Malah Pasok ke Sumut 4.000 Ton

Next Post

Akademisi dari 27 Perguruan Tinggi di Indonesia Bahas Potensi Geologi Aceh

Next Post
Akademisi dari 27 Perguruan Tinggi di Indonesia Bahas Potensi Geologi Aceh

Akademisi dari 27 Perguruan Tinggi di Indonesia Bahas Potensi Geologi Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Darwati A Gani Kecam Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya

Darwati A Gani Kecam Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya

29/03/2026
Wakil Bupati Aceh Besar Serahkan SK Pembentukan Tim Pemekaran DOB Seuramoe Aceh

Wakil Bupati Aceh Besar Serahkan SK Pembentukan Tim Pemekaran DOB Seuramoe Aceh

29/03/2026
Penyintas Bencana Aceh Timur Beralih Profesi Jadi Buruh Kayu

Pemulihan Aceh Pasca Banjir Dinilai Belum Maksimal

29/03/2026
GAPELMABDYA Minta Pihak Terkait Harus Serius Tindaklanjuti Kasus Lakalantas Dump Truk LKT

GAPELMABDYA Minta Pihak Terkait Harus Serius Tindaklanjuti Kasus Lakalantas Dump Truk LKT

29/03/2026
Ohku, Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Aceh Selatan Ternyata ODGJ

Ohku, Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Aceh Selatan Ternyata ODGJ

29/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Truk Hauling LKT Hantam Becak Motor, Satu Nyawa Melayang

Prof Saifullah Resmi Mendaftar sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030

[Opini] Sinkronisasi Antara Logika & Retorika

Teungku Muhammad Nur: Aktivis Dayah Jadi Direktur di PT PEMA

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com