Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Macron Khawatir Permukiman Ilegal Israel Ancam Negara Palestina

redaksi by redaksi
10/10/2025
in Internasional
0
Prancis Akui Negara Palestina Bikin Geram Israel dan AS

PM Israel Benjamin Netanyahu mendeklarasikan Gaza sebagai kota pertempuran usai Prancis dan beberapa negara lain mengakui negara Palestina. (AFP/Ludovic Marin)

Jakarta – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengaku khawatir terhadap ekspansi permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. Ia menilai hal tersebut dapat mengancam eksistensi negara Palestina dan upaya perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat.

Pernyataan ini disampaikan Macron dalam pertemuan tingkat tinggi antara negara-negara Arab dan Eropa yang digelar di Paris, beberapa jam setelah diumumkannya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza, Kamis (9/10).

Macron menyambut baik kesepakatan gencatan senjata itu dan menyebutnya sebagai harapan besar”bagi kawasan. Namun, ia juga memperingatkan bahwa peningkatan pembangunan permukiman di wilayah pendudukan Tepi Barat merupakan ancaman nyata bagi pembentukan negara Palestina.

“Itu tidak hanya tidak dapat diterima dan bertentangan dengan hukum internasional, tetapi juga memicu ketegangan, kekerasan, dan ketidakstabilan,” ujar Macron saat memimpin pertemuan di Paris, melansir AFP, Kamis (9/10).

“[Pembangunan permukiman ilegal tersebut] secara fundamental bertentangan dengan rencana Amerika dan ambisi kolektif kita untuk kawasan yang damai,” lanjut dia.

Pertemuan di Paris dihadiri oleh menteri luar negeri dari lima negara Arab, yakni Mesir, Yordania, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab, serta perwakilan Eropa dari Prancis, Italia, Jerman, Spanyol, dan Inggris. Uni Eropa dan Turki juga turut mengirimkan delegasi.

Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas dicapai melalui pembicaraan tidak langsung di Sharm el-Sheikh, Mesir. Kesepakatan ini mencakup pembebasan seluruh sandera Israel yang masih hidup dan dianggap sebagai langkah penting menuju akhir perang yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan krisis kemanusiaan di Gaza.

Sebelum pertemuan di Paris berlangsung, hubungan Prancis dan Israel telah mengalami ketegangan setelah Macron mengumumkan pengakuan resmi terhadap negara Palestina pada 22 September lalu dalam pidatonya di Sidang Umum PBB. Pengakuan tersebut mengikuti langkah serupa dari Kanada, Portugal, dan Inggris.

Israel merespons pertemuan di Paris dengan kemarahan. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, melalui pernyataan di platform X, menyebut pertemuan itu sebagai tidak perlu dan merugikan, serta dirancang di belakang Israel di saat negosiasi sensitif tengah berlangsung.

Sementara itu, Prancis berharap bahwa langkahnya mengakui negara Palestina dapat memperkuat prospek solusi dua negara, yang menurut Paris masih menjadi satu-satunya jalan menuju perdamaian jangka panjang di kawasan.

Agenda utama dalam pertemuan tersebut mencakup pembahasan mengenai pembentukan Pasukan Stabilitas Internasional sebagaimana tercantum dalam rencana perdamaian Amerika Serikat, serta dukungan terhadap Otoritas Palestina yang saat ini mengelola wilayah Tepi Barat.

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul dalam pertemuan itu mengatakan, “Sangat penting bagi kita untuk bertindak bersama dan segera mulai bekerja.” Namun, Berlin menyatakan tetap tidak sepakat dengan keputusan beberapa negara Eropa untuk mengakui negara Palestina saat ini.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Serangan Israel Bunuh 30 Warga Gaza Usai Kesepakatan Gencatan Senjata

Next Post

Petinggi Danantara Ungkap 2 Opsi Bereskan Utang Proyek Kereta Cepat

Next Post
Petinggi Danantara Ungkap 2 Opsi Bereskan Utang Proyek Kereta Cepat

Petinggi Danantara Ungkap 2 Opsi Bereskan Utang Proyek Kereta Cepat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemko Banda Aceh Serahkan Bonus kepada Kafilah Berprestasi

Pemko Banda Aceh Serahkan Bonus kepada Kafilah Berprestasi

25/05/2026
Pemkab Segera Lakukan Normalisasi Saluran Irigasi di Lhoknga

Pemkab Segera Lakukan Normalisasi Saluran Irigasi di Lhoknga

25/05/2026
Ngotot Perang, Trump ‘Tendang’ Netanyahu dari Pembicaraan Nego Iran

Ngotot Perang, Trump ‘Tendang’ Netanyahu dari Pembicaraan Nego Iran

25/05/2026
Tegang, Kapal Taiwan dan China Saling Adang di Laut China Selatan

Tegang, Kapal Taiwan dan China Saling Adang di Laut China Selatan

25/05/2026
Jelang Libur Iduladha, Pesantren Al Zahrah Lakukan Terobosan Baru Ini!

Jelang Libur Iduladha, Pesantren Al Zahrah Lakukan Terobosan Baru Ini!

24/05/2026

Terpopuler

Pemutaran Film “Pesta Babi” di Temas River Park Berlangsung Khidmat, Bahas Krisis Lingkungan dan Papua

Pemutaran Film “Pesta Babi” di Temas River Park Berlangsung Khidmat, Bahas Krisis Lingkungan dan Papua

24/05/2026

Tuanku Muhammad Minta Sistem Kelistrikan Aceh Merdeka dari Sumbagut

Ohku, Listrik Padam Total di Aceh dan Sumatera Utara

Panjat Tebing Perdana Ikut O2SN, Sekolah Kirim Atlet Muda ke Pertandingan

PLN Aceh Terapkan Pemadaman Bergilir

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com