BANDA ACEH – Ratusan mahasiswa terdiri dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) PW Aceh, PD Aceh Besar dan PD Banda Aceh, juga PD Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Banda Aceh serta FSLDK Aceh dan para mahasiswa dari LDK Majid USK, LDK Ar-Risalah UINAR, LDK At-Tadris UBBG, LDK SKI Univ Abulyatama dan 15 lembaga lainnya yang tergabung dalam Gerakan Aceh Peduli Palestina (GAPP) menggelar aksi solidaritas untuk Palestina di Tugu Simpang Lima, Minggu (12/10/2025).
Massa yang berjumlah sekitar 100 orang itu turun ke jalan membawa bendera Palestina dan poster bertuliskan dukungan terhadap kemerdekaan rakyat Palestina.
Koordinator Lapangan aksi, M Wudda Fauzan, mengatakan aksi ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan moral terhadap rakyat Palestina yang masih menjadi korban agresi militer Israel.
”Ini adalah bentuk dukungan moral dan kemanusiaan terhadap rakyat Palestina. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Aceh tidak tinggal diam,” kata M.Wudda Fauzan yang juga Ketua PD KAMMI Aceh Besar
”Kami mengajak seluruh mahasiswa muslim, masyarakat Aceh, dan warga Indonesia untuk ikut bersuara membela Palestina. Ini soal kemanusiaan dan keadilan,” ujarnya.
Kemudian dilanjutkan orasi juga dari ketua FSLDK Aceh Muhammad Fairuza, yang menyampaikan bahwa solidaritas terhadap Palestina adalah panggilan nurani bagi setiap umat manusia, bukan hanya umat Islam.
”Kami mengencam tindakan representatif Israel untuk membunuh hingga menghancurkan Palestina maka kami mengajak dunia untuk terus bersatu untuk Palestina hingga merdeka.”
Dalam aksi tersebut, massa aksi Gerakan Aceh Peduli Palestina (GAPP) menyampaikan enam poin tuntutan yang diserukan secara bergantian melalui orasi para mahasiswa.
Berikut poin-poin lengkapnya, menolak keterlibatan atlet Israel di Indonesia dan ajang olahraga dunia. Mengecam pengkhianatan gencatan senjata oleh Israel. Menuntut pembebasan segera seluruh aktivis, termasuk aktivis flotila, jurnalis, dan relawan pro-Palestina.
Selain itu, menyerukan boikot total terhadap semua produk dan perusahaan yang berafiliasi dengan Israel. Mendesak PBB secara sah mengakui Palestina sebagai negara berdaulat dan menghapus hak veto Dewan Keamanan dalam isu Palestina. Menuntut keadilan internasional bagi rakyat Palestina.
Ketua LDK Majid USK Hakan Syukur dalam orasinya menegaskan bahwa tuntutan ini adalah bentuk tekanan moral terhadap lembaga internasional dan pemerintah dunia agar tidak tutup mata terhadap penderitaan rakyat Palestina.
”Kami ingin dunia tahu bahwa Indonesia, terutama Aceh, masih berdiri bersama Palestina. Boikot produk Israel adalah langkah kecil tapi punya dampak besar,” kata Hakan Syukur tegasnya.
Aksi dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Massa berkumpul di kawasan Tugu Simpang Lima dan melakukan Long March ke CFD.
Sepanjang long march di CFD, para mahasiswa dan pimpinan lembaga bergantian berorasi menyerukan kemerdekaan Palestina dan kecaman terhadap agresi militer Israel. Saat long march tersebut ketua LDK At-Tadris UBBG Salmansyah menyampaikan perjuangan Palestina akan terus kita jalankan hingga genjatan senjata betul-betul terlaksana.
”Rakyat Palestina berjuang melawan penjajahan, sementara kita di sini harus berjuang lewat suara dan aksi nyata,” teriak Salman
Aksi ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan rakyat Palestina, diiringi pengibaran bendera merah putih berdampingan dengan bendera Palestina sebagai simbol solidaritas.










