Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Peneliti Singapura Beberkan Fakta di Balik Tsunami Aceh

Admin1 by Admin1
11/09/2019
in Lintas Barat Selatan, Nanggroe
0
Peneliti Singapura Beberkan Fakta di Balik Tsunami Aceh

Peneliti Singapura di Gua Ek Leuntie. Foto liputan6

LHOONG – Peneliti asal Singapura menyingkap fakta terbaru yang tersimpan di dalam Gua Ek Leuntie, gua purba yang menyimpan khazanah sejarah tsunami di Aceh. Terungkap, bencana tsunami terjadi sebanyak 14 kali sejak ribuan tahun silam dengan rentetan waktu peristiwa yang bervariasi.

Para pakar dari Earth Observatory of Singapore (EOS) mengambil sampel berupa lapisan tanah dan pasir yang ada di dalam gua tersebut. Dari hasil uji laboratorium, diketahui endapan-endapan tersebut berasal dari kotoran kelelawar yang hidup dari masa ke masa.

“Kejadian-kejadian tsunami di Aceh ternyata terjadi berulang dengan periode perulangannya yang sangat beragam,” jelas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Sunawardi, kepada Liputan6.com, Selasa (10/9/2019).

Tsunami yang oleh masyarakat Aceh disebut smong itu sudah terjadi sejak 7.000-an tahun silam. Tsunami telah menghancurkan 9 dari 10 komunitas yang ada di sepanjang pesisir pantai Aceh antara tahun 1394-1450 masehi.

Ek Leuntie’ sendiri dalam bahasa Indonesia berarti tahi kelelawar, merupakan gua batu kapur yang terletak di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, pinggiran Jalan Nasional Banda Aceh-Meulaboh, atau sekitar 50-an dari Kota Banda Aceh. Letaknya tak jauh dari jalan raya yang membelah pegunungan.

Karena menjadi sarang kelelawar, tak heran suara mamalia nokturnal, itu sangat terasa saat memasuki mulut gua. Puluhan meter ke dalam gua banyak ditemukan endapan bebatuan jenis gamping kedap air yang membentuk ornamen estetik.

Pemerintah Aceh berencana memugar dan menjadikan gua yang mulai disambangi para peneliti sejak 2007 itu sebagai kawasan geological park (geopark). Gua ini hendak dijadikan museum alam.

“BPBA concern dalam tahun ini sedang lakukan pembebasan lahan warga di sekitar Gua Ek Leuntie, sebagai salah satu upaya menjadikan kawasan itu sebagai geopark tsunami,” kata dia.

Gua Ek Leuntie dinilai dapat menjadi pembelajaran bagi mitigasi bencana di Serambi Makkah. Sebagai bencana yang berpotensi terulang, masyarakat Aceh dinilai perlu mendapatkan pengetahuan lebih mengenai tsunami.

“Provinsi Aceh memiliki sebelas bencana nasional yang harus dapat perhatian dan penanganan khusus dari Pemerintah Aceh,” katanya menambahkan.

Sumber: liputan6.com

Tags: acehtsunamitsunami aceh
Previous Post

Massa Bakar Mobil Pencuri Ternak di Woyla

Next Post

Dinas Pendidikan Gelar Seminar di Bireuen

Next Post
Dinas Pendidikan Gelar Seminar di Bireuen

Dinas Pendidikan Gelar Seminar di Bireuen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lagi, Azhari Cage Bawa Pulang Jenazah Warga Paya Bakong yang Meninggal di Malaysia

Lagi, Azhari Cage Bawa Pulang Jenazah Warga Paya Bakong yang Meninggal di Malaysia

21/10/2026
Pemulihan Irigasi Alue Seupeung Disambut Apresiasi Masyarakat

Pemulihan Irigasi Alue Seupeung Disambut Apresiasi Masyarakat

21/10/2026
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Guru SLB Alzahra Ikuti Pelatihan PM

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Guru SLB Alzahra Ikuti Pelatihan PM

21/10/2026
Ohku, Uang Baru Terserap 18 Persen, Fisik Sudah 61 Persen: Ada Apa dengan TKD Pidie Jaya?

Ohku, Uang Baru Terserap 18 Persen, Fisik Sudah 61 Persen: Ada Apa dengan TKD Pidie Jaya?

21/10/2026
Waka Polres Pidie Ajak Warga Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Waka Polres Pidie Ajak Warga Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

21/10/2026

Terpopuler

Dishub Aceh dan BMKG Perkuat Koordinasi Informasi Cuaca untuk Keselamatan Transportasi

Dishub Aceh dan BMKG Perkuat Koordinasi Informasi Cuaca untuk Keselamatan Transportasi

21/10/2026

Lagi, Azhari Cage Bawa Pulang Jenazah Warga Paya Bakong yang Meninggal di Malaysia

1,04 Kg Sabu dan 15 Perkara Inkracht: Potret Keras Peredaran Narkotika di Pidie Jaya

Bos Nawi/Rizalsyah Melaju ke Semifinal Turnamen Bulutangkis PB2M

PWPM Aceh Akan Laksanakan Rapimwil dan BAM 23 Oktober, Zul Hafiyan Ajak Semua PDPM Ikut Serta Menyukseskan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com