TAKENGON – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menyelenggarakan wisuda bagi 133 sarjana strata satu (S1) dalam sidang senat terbuka yang dipimpin Ketua Senat, Drs. Hamdan, MA di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Sabtu, 22 November 2025.
Wisudawan dan wisudawati berasal dari Fakultas Tarbiyah serta Fakultas Syariah, Dakwah dan Ushuluddin. Turut hadir Bupati Kabupaten Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., bersama unsur Forkopimda dan para pejabat daerah.
Dalam laporan panitia, Wakil Rektor I yang juga Ketua Panitia Wisuda, Dr. Al Musanna, M.Ag, menegaskan, wisuda kali ini tidak hanya menandai kelulusan 133 mahasiswa, tetapi juga menggambarkan lonjakan kepercayaan publik terhadap IAIN Takengon.
“Peningkatan mahasiswa baru yang terus naik dari tahun ke tahun dan menempatkan kampus di posisi atas secara nasional dalam persentase pendaftaran mahasiswa,” rincinya.
Dr. Al Musanna juga menyoroti lompatan jumlah jenjang kepangkatan dosen lektor kepala, penambahan lima program studi baru, serta capaian akreditasi prodi dan program Pendidikan Profesi Guru yang telah membantu ribuan guru meraih sertifikat pendidik.
Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan, M.CL., dalam sambutannya menekankan bahwa empat tahun di kampus hanyalah “modal awal” untuk menapaki jalan panjang pengabdian dan karier.
Ia mengingatkan wisudawan agar tidak terlena dengan gelar, tetapi terus belajar dan memperkuat ibadah, bakti kepada orang tua, jaringan pergaulan, keluasan wawasan global, dan komitmen menjadi pembelajar sepanjang hayat.
“Jangan posisikan diri hanya sebagai urang Takengon, posisikan diri sebagai warga dunia. Saudara bisa pergi ke manapun dan berusaha di manapun. Membuka cakrawala para lulusan untuk melampaui batas geografis kampung halaman,” pesannya.
Rektor juga memaparkan perkembangan kampus, jumlah dosen yang kian bertambah, banyak di antaranya bergelar doktor, serta rencana perubahan status menuju Universitas Islam Negeri sebagai penanda keseriusan IAIN Takengon memperkuat daya saing akademik.
Nuansa emosional pun disampaikan oleh Haira Fitri, wisudawati Program Studi Tadris Matematika yang menjadi perwakilan dari mahasiswa lulusan.
Di hadapan ratusan pasang mata, ia mengakui bahwa keberhasilan hari itu bukan hanya hasil kerja keras pribadi, tetapi buah dari dukungan, pelayanan serta fasilitas terbaik dari pimpinan, dosen, dan seluruh civitas akademika.
Haira menggambarkan perjalanan kuliah sebagai mozaik antara idealisme dan kelelahan. Dari bio WhatsApp yang dulu bertuliskan “calon sarjana” hingga doa di semester akhir agar dosen segera meng-ACC skripsi.
Puncak haru terjadi saat ia mengajak para wisudawan menoleh ke tribun, mencari wajah “Ama” dan “Ine”, lalu memberikan tepuk tangan untuk orang tua yang air mata dan lelahnya jarang terucap.
Haira menutup orasi dengan kalimat kapal yang dirakit di pelabuhan kampus kini siap berlayar ke lautan lepas. “Karena pelaut yang hebat bukanlah lahir dari laut yang tenang,” pungkasnya.
Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., dalam orasi ilmiahnya turut memperkuat pesan kemandirian dan peran sosial.
Ia menempatkan wisuda sebagai puncak pengorbanan orang tua dan awal tanggung jawab baru, seraya mengingatkan agar para sarjana Gayo tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.
Bupati turut menyentuh isu wisata dan kebersihan. Ia menantang lulusan untuk mengubah kritik di media sosial menjadi aksi nyata, seperti mengampanyekan pemilahan sampah dan menjaga wajah Aceh Tengah sebagai daerah tujuan wisata.
Wisuda turut disemarakkan oleh sentuhan seni dan budaya. Artis lokal Gayo, Ervan Ceh Kul, menghangatkan suasana dengan dua lagu fenomenalnya “Ilmu” dan “Berijin”.
Sementara sastrawan Tanoh Gayo, L.K. Ara, membacakan puisi “Kita Berasal dari Kampung” yang meneguhkan identitas lokal di tengah semangat melanglang buana.
Di sela prosesi, kampus turut memberikan penganugerahan apresiasi kepada dosen dengan publikasi nasional dan internasional terbanyak, dosen inspiratif, tenaga kependidikan berprestasi, serta petugas keamanan dan kebersihan yang dinilai berdedikasi.
Wisudawan terbaik Fakultas Tarbiyah diraih Marliha dari Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini dengan IPK 3,99, sedangkan dari Fakultas Syariah, Dakwah dan Ushuluddin diraih Kholilurrahman dari Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dengan IPK 3,92.[]









