Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Koordinasi Distribusi Bantuan Pasca Bencana dari Pemerintah Aceh Dinilai Masih Sangat Lemah

redaksi by redaksi
29/11/2025
in Nanggroe
0
15 Orang Tewas Akibat Longsor dan Banjir Bandang di Aceh Tengah

Banjir dan longsor melanda Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Dokumentasi/ Istimewa

BANDA ACEH – Proses penanganan korban pasca bencana di sejumlah daerah di Aceh dinilai masih sangat lemah dan jauh dari harapan.

Ratusan ribu korban di seluruh Aceh belum mendapat bantuan logistic yang memadai. Pendataan serta distribusi bantuan juga tak terkoordinir dengan baik. Imbasnya, korban bencana hanya terpusat pada lokasi tertentu. Sementara warga yang bertahan di area pergunungan luput dari perhatian.

“Hingga saat ini belum ada perhatian yang berarti dari pemerintah,” ujar Zulkifli, salah seorang korban bencana di Krueng Mane, Sabtu 29 November 2025.

“Bantuan hanya masuk ke posko besar. Sebentar kami yang bertahan di desa, belum tersentuh. Hanya bisa mengandalkan diri sendiri,” katanya lagi.

Ismail, warga Aceh Tengah, juga mengeluh hal yang sama.

“Pasca bencana hingga sekarang, kami hanya bisa mengandahkan diri sendiri,” ujarnya.

“Perhatian pemerintah Aceh lebih tertuju ke pesisir. Sementara kami yang menjadi korban di Aceh Tengah belum tersentuh,” katanya lagi.

“Beberapa posko besar memang ada bantuan dari Pemkab. Tapi di tempat kami, hanya bertahan dari bantuan saudara dan kerabat,” ujar Arianto, salah seorang korban bencana yang ditemui wartawan di Kantor Bupati Aceh Tengah.

Sebelumnya, Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk. Muharuddin, mendesak Pemerintah Pusat untuk segera menetapkan bencana alam yang terjadi di Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) sebagai Darurat Bencana Nasional.

Hal ini diperlukan agar penanganan pasca bencana banjir yang terjadi di tiga provinsi ini dapat dilakukan cepat guna menolong para masyarakat terdampak bencana dan menghindari bertambahnya korban.

“Banjir memang sudah surut, tapi penanganan pasca bencana harus dilakukan cepat, mengingat di Aceh banyak infrastruktur jalan nasional putus dan jembatan rusak yang mengakibatkan sulitnya akses mengirim bantuan dan menjangkau warga terdampak banjir dan longsor, khususnya daerah-daerah pedalaman Aceh yang kabarnya masih terisolir. Begitu juga daerah lain di Sumut dan Sumbar yang belum tersentuh bantuan,” kata Tgk. Muharuddin menanggapi kondisi terkini banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sabtu (29/11/2025).

Kondisi Aceh saat ini, Tgk. Muharuddin menjelaskan, selain banyaknya infrastuktur rusak, ada beberapa wilayah yang masih terjadinya pemadaman listrik dan putusnya akses internet atau selular, seta terhentinya suplai air bersih. Hal ini menurutnya sangat berbahaya jika ada warga yang terdampak banjir di daerah terilosir tidak dapat menginformasikan kondisi terkini, yang akhirnya menimbulkan korban jiwa baru.

Previous Post

Ohku, Harga Telur ‘Meroket’ hingga 120 Perpapan di Banda Aceh 

Next Post

Sekda Imbau Pendataan Relawan Bencana Aceh ke dalam Desk Relawan

Next Post
Sekda Imbau Pendataan Relawan Bencana Aceh ke dalam Desk Relawan

Sekda Imbau Pendataan Relawan Bencana Aceh ke dalam Desk Relawan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ohku, Overkapasitas Lapas di Aceh Capai 75 Persen

Ohku, Overkapasitas Lapas di Aceh Capai 75 Persen

18/08/2026
Polisi Selidiki Pelaku Kerusuhan hingga Turunkan Bendera Merah Putih di Aceh

Polisi Selidiki Pelaku Kerusuhan hingga Turunkan Bendera Merah Putih di Aceh

18/08/2026
UniMAP Sambut Hangat 27 Mahasiswa UIN Ar-Raniry dalam Program PKM dan KPM Internasional

UniMAP Sambut Hangat 27 Mahasiswa UIN Ar-Raniry dalam Program PKM dan KPM Internasional

18/08/2026
Gampong Tibang bersama Pusat Pengkajian Kebudayaan Nusantara Adakan Lomba Dodaidi

Gampong Tibang bersama Pusat Pengkajian Kebudayaan Nusantara Adakan Lomba Dodaidi

18/08/2026
Netanyahu Pasang Foto Mamdani hingga Khamenei di Billboard, Ada Apa?

Netanyahu Pasang Foto Mamdani hingga Khamenei di Billboard, Ada Apa?

18/08/2026

Terpopuler

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

16/08/2026

Dekan Serahkan SK kepada 44 Ketua Departemen, Sekretaris, dan Ketua Program Studi di Lingkup FKIP USK

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

Koordinasi Distribusi Bantuan Pasca Bencana dari Pemerintah Aceh Dinilai Masih Sangat Lemah

Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri Kembali Absen di HUT ke 81 RI, Ada Apa?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com