Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Kerja ‘Senyap’ Karst Aceh dan UKM PA Leuser USK: 182 Sumur Pulih di Pidie Jaya

redaksi by redaksi
24/12/2025
in Lintas Timur
0
Kerja ‘Senyap’ Karst Aceh dan UKM PA Leuser USK: 182 Sumur Pulih di Pidie Jaya

MEUREUDU – Karst Aceh bersama UKM PA Leuser USK membersihkan sumur agar air bersih kembali di 7 desa pada 2 kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya.

“Hingga hari ini, 182 sumur berhasil dipulihkan. Hampir semuanya berada dalam kondisi berat; penuh lumpur banjir, bercampur ranting, dahan, dan material organik lain yang membuat pembersihan harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujar Ketua Karst Aceh, Abdillah, Rabu 24 Desember 2025.

Di Pidie Jaya, kata dia, lumpur bukan sekadar sisa banjir.

“Ia menipu. Dari atas tampak mengeras, tetapi ketika dipijak, kaki bisa terperosok ke endapan lembek yang menahan kuat. Sepatu sering tertinggal, telapak kaki harus ditarik sekuat tenaga. Dari beberapa sumur, bau menyengat muncul bersama buih dan gelembung kecil: tanda endapan masih hidup, tanah belum benar-benar stabil.”

“Pekerjaan ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan mesin. Pompa air memang membantu, tetapi di banyak titik kami harus turun langsung, mengandalkan tangan, insting, dan kewaspadaan. Salah membaca kondisi tanah, dinding sumur bisa runtuh. Dalam situasi seperti ini, warga menjadi penentu keselamatan. Mereka mengenal tanah dan sumur itu sejak lama. Menunjukkan lokasi yang aman, memberi peringatan, dan membantu membuka akses yang licin.”

“Yang paling menguatkan justru terjadi di luar kerja teknis. Di tengah rumah yang rusak dan kebutuhan yang belum terpenuhi, warga tidak menjauh. Mereka menemani relawan, ikut membantu, dan tetap menyuguhkan kopi, makanan ringan, serta hasil dapur seadanya. Ada yang bahkan menawarkan bantuan materi, meski hidup mereka sendiri sedang serba kekurangan,” ujarnya.

Abdillah menyampaikan kekagumannya atas sikap masyarakat di lapangan.

“Kami bekerja di tengah lumpur dan risiko, tapi yang membuat kami bertahan adalah sikap warga. Di saat rumah mereka sendiri rusak parah, mereka masih menyambut kami dengan perhatian dan kehangatan. Ini kekuatan sosial yang luar biasa,” ujarnya dari lokasi kegiatan.

Selain kerja pembersihan sumur, Karst Aceh juga berupaya meringankan beban warga dengan menyalurkan bantuan logistik. Di sela kegiatan, tim turut membantu pendistribusian beras, paket mandi, pakaian layak pakai, perlengkapan ibadah, serta kebutuhan dasar lainnya. Bantuan ini memang tidak menggantikan kehilangan, tetapi diharapkan bisa menjadi penopang awal di masa pemulihan.

Bagi Karst Aceh, kata dia, 182 sumur bukan sekadar angka capaian. Setiap sumur yang kembali jernih berarti satu keluarga bisa kembali memasak, berwudhu, membersihkan rumah, dan melanjutkan hidup dengan lebih bermartabat. Air bersih adalah titik awal pemulihan.

Pengalaman di Pidie Jaya kembali menegaskan satu hal penting: penanganan bencana di Aceh tidak cukup hanya dengan alat dan teknologi. Ia harus dijalankan dengan kerja bersama, rasa hormat, dan kesadaran bahwa masyarakat terdampak bukan objek bantuan, melainkan mitra kemanusiaan.

“Air kini mulai mengalir kembali di banyak sumur. Lumpur mungkin masih tertinggal di halaman dan perkarangan. Tetapi harapan, pelan namun pasti, telah menemukan jalannya di Pidie Jaya,” katanya.

Previous Post

Ohku, 4,9 Juta Hektar Lahan di Aceh Rusak akibat Banjir

Next Post

Ohku, Banjir Kembali Sapa Pidie Jaya

Next Post
Ohku, Banjir Kembali Sapa Pidie Jaya

Ohku, Banjir Kembali Sapa Pidie Jaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dari Majelis Subuh Al Zahrah ke Panggung MTQ: Kisah Ismandani Wahidin, Sang Juara Cilik dari Paya Bakong

Dari Majelis Subuh Al Zahrah ke Panggung MTQ: Kisah Ismandani Wahidin, Sang Juara Cilik dari Paya Bakong

18/10/2026
‎Minggu Kasih, Kapolres Pidie Sambangi Warga Tionghoa, Perkuat Toleransi dan Kerukunan ‎

‎Minggu Kasih, Kapolres Pidie Sambangi Warga Tionghoa, Perkuat Toleransi dan Kerukunan ‎

18/10/2026
Aliansi Masyarakat Abdya Tolak PT CA, Layangkan Surat Pernyataan Sikap dan Tuntutan ke Menteri ATR/BPN

Aliansi Masyarakat Abdya Tolak PT CA, Layangkan Surat Pernyataan Sikap dan Tuntutan ke Menteri ATR/BPN

18/10/2026
Bupati TRK Tinjau TPA Babah Dua, Apresiasi Kinerja DLH Nagan Raya

Bupati TRK Tinjau TPA Babah Dua, Apresiasi Kinerja DLH Nagan Raya

18/10/2026
Haili Yoga Bahas Sumber Pendanaan dan Pembiayaan PPPK untuk Pemulihan Pascabencana Aceh Tengah

Haili Yoga Bahas Sumber Pendanaan dan Pembiayaan PPPK untuk Pemulihan Pascabencana Aceh Tengah

18/10/2026

Terpopuler

Mualem Copot Teungku Muhammad Nur Dari Direktur Umum dan Keuangan di PEMA

Mualem Copot Teungku Muhammad Nur Dari Direktur Umum dan Keuangan di PEMA

17/10/2026

Kerja ‘Senyap’ Karst Aceh dan UKM PA Leuser USK: 182 Sumur Pulih di Pidie Jaya

Video Tgk Wan Klibeut Berhadapan dengan TNI, Soroti Qanun Bendera Aceh

IMM Abdya dan Aliansi Masyarakat Tolak CA Kecam Kebijakan “Pinjam Manajemen” Kejari Abdya Untuk PT CA

22 Nama Pengurus MPU Abdya Masa Khidmat 2026-2031 Diumumkan, Lulus Uji Kitab Kuning

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com