Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Dua Jembatan Rusak Terdampak Bencana Aceh Segera Dibangun Permanen

redaksi by redaksi
08/01/2026
in Lintas Timur
0
Dua Jembatan Rusak Terdampak Bencana Aceh Segera Dibangun Permanen

Ilustrasi - Warga dan kendaraan melewati jembatan darurat bailey Krueng Tingkeum yang baru selesai dibangun di Kuta Blang, Bireuen, Aceh, Sabtu (27/12/2025). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Banda Aceh – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh menyatakan bahwa dua jembatan nasional yang rusak terdampak bencana banjir di Aceh telah masuk dalam program prioritas oleh Kementerian Pekerjaan Umum untuk dibangun kembali secara permanen.

“Ada dua program prioritas terkait konektivitas pascabencana saat ini, yakni perencanaan pembangunan permanen Jembatan Teupin Mane dan Jembatan Krueng Tingkeum,” kata Kepala Dinas PUPR Aceh, Mawardi dalam keterangannya, di Banda Aceh, Kamis.

Kedua jembatan tersebut berada di wilayah Kabupaten Bireuen. Jembatan Krueng Tingkeum terletak di Jalan Nasional Banda Aceh – Medan KM 234, sementara Jembatan Teupin Mane terletak di Jalan Bireuen – Takengon (Aceh Tengah) KM 10.

Seperti diketahui, kedua jembatan tersebut roboh diterjang banjir bandang akhir November 2025 lalu, dan sementara ini sudah dibangun jembatan darurat (bailey), sehingga diperlukan perbaikan secara permanen.

Mawardi mengatakan, sejauh ini, Kementerian PU sudah mulai merencanakan pembangunan permanen untuk jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen.

“Proyek ini menjadi solusi jangka panjang dalam memulihkan konektivitas masyarakat dan mobilitas ekonomi yang terdampak bencana,” ujarnya.

Kata dia, pembangunan kembali jembatan tersebut merupakan salah satu dari dua program prioritas pemerintah pusat di wilayah Aceh, dan masuk dalam program reguler Kementerian PU dengan sumber pendanaan sepenuhnya berasal dari APBN.

Mawardi menjelaskan, pemasangan struktur permanen jembatan tersebut direncanakan akan dimulai pada 20 Januari 2026. Kendati demikian, jadwal tersebut tetap mengikuti hasil analisis dan kajian mendalam yang saat ini sedang berlangsung di lapangan.

Menurutnya, tim teknisi dari Kementerian PU sedang melakukan observasi mendetail mengenai karakteristik jembatan rangka baja (steel box bridge) yang bakal digunakan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan struktur bangunan memiliki efisiensi dan utilitas tinggi, serta mampu bertahan di tengah ancaman cuaca ekstrem.

Tujuannya, menjamin keamanan konektivitas, kemampuan jembatan juga harus diuji secara ketat terkait tonase atau beban maksimal yang aman bagi para pelintas nantinya.

“Mengingat peran Krueng Tingkeum sebagai jalur vital, percepatan pembangunan menjadi fokus utama agar arus transportasi di lintas nasional tersebut kembali normal. Semoga segera rampung dan terlaksana sebagaimana mestinya,” demikian Mawardi.

Sumber: antara

Previous Post

Ohku, Belanja BTT Sulit Diakses di Pidie

Next Post

Zulkarnaini Terpilih Sebagai Ketua Umum KONI Abdya, Berikut Nama-nama Formatur

Next Post
Zulkarnaini Terpilih Sebagai Ketua Umum KONI Abdya, Berikut Nama-nama Formatur

Zulkarnaini Terpilih Sebagai Ketua Umum KONI Abdya, Berikut Nama-nama Formatur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dinsos Berikan Bimbingan Sosial, Bupati Abdya Salurkan Sembako untuk Lansia dan Disabilitas di Manggeng

Dinsos Berikan Bimbingan Sosial, Bupati Abdya Salurkan Sembako untuk Lansia dan Disabilitas di Manggeng

02/09/2026
Tanah Kelahiran Terancam Perusahaan Tambang, 4 Praktisi Hukum asal Samadua di Malang Surati Gubernur dan Bupati Aceh Selatan

Tanah Kelahiran Terancam Perusahaan Tambang, 4 Praktisi Hukum asal Samadua di Malang Surati Gubernur dan Bupati Aceh Selatan

02/09/2026
Lembaga Wali Nanggroe Sosialisasikan Qanun di Aceh Barat

Lembaga Wali Nanggroe Sosialisasikan Qanun di Aceh Barat

02/09/2026
SMKN 1 Gandapura Gelar Jejak Pustaka Budaya di Hakdikda 2026

SMKN 1 Gandapura Gelar Jejak Pustaka Budaya di Hakdikda 2026

02/09/2026
300 Peserta Ikut Pelatihan Kaderisasi Da’i dan Da’iyah di Abdya, Dr. Safaruddin Bantu Sarana, Prasarana serta Penguatan Ekonomi Santri

300 Peserta Ikut Pelatihan Kaderisasi Da’i dan Da’iyah di Abdya, Dr. Safaruddin Bantu Sarana, Prasarana serta Penguatan Ekonomi Santri

02/09/2026

Terpopuler

Di Abdya, Gerakan “Satu Pejabat Satu Anak Yatim” Mulai Berjalan

Di Abdya, Gerakan “Satu Pejabat Satu Anak Yatim” Mulai Berjalan

02/09/2026

Ohku, Dana Bencana Rp37,9 Miliar Mengendap: 96% Belum Terserap, Bupati Pijay Ancam Sanksi OPD

Kepala SMKN Idi Lepas Tiga Siswa Prakerin ke Toyota Auto Medan

Data Google Trend: Blangpidie Catat Minat Pencarian “Slot” Tertinggi di Aceh

Dua Jembatan Rusak Terdampak Bencana Aceh Segera Dibangun Permanen

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com