Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Utang  Janji Menumpuk, Indonesia Naik Tampuk Pimpinan Dewan HAM PBB

Admin by Admin
09/01/2026
in Lintas Barat Selatan
0
Urung Ditetapkan Status Bencana Nasional Aktivis HAM Aceh Serukan Pihak Internasional Bantu Aceh

‎BANDA ACEH – Indonesia akhirnya resmi naik takhta. Mulai 8 Januari 2026, Indonesia ditetapkan sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB. Sebuah prestasi kosmetik yang luar biasa di panggung internasional, membuktikan bahwa diplomasi kita jauh lebih sakti dari pada implementasi di lapangan.

‎Keberhasilan ini disebut-sebut sebagai buah manis dari lobi-lobi maut Menteri HAM, Natalius Pigai. Di Jenewa, wajah Indonesia tampak begitu berseri sebagai pendekar keadilan. Namun, di dalam negeri, aroma “hutang” 12 kasus masa lalu masih menyengat, terutama dari Bumi Serambi Mekkah.

‎Aktivis HAM Aceh,Farhan Syamsuddin (anak korban/Pendamping korban PHB) dan juga sangat aktif dalam pendamping korban di Komnas HAM RI memberikan apresiasi yang dibumbui peringatan keras. Ia mengingatkan bahwa menjadi Presiden Dewan HAM PBB akan menjadi lelucon besar jika pemerintah pusat masih memelihara amnesia terhadap 12 kasus pelanggaran HAM berat yang hak-hak korbannya masih “terlantar”sampai saat ini.

‎”Kita bangga jadi pemimpin dunia, tapi jangan sampai ini hanya jadi topeng untuk menutupi janji-janji yang membusuk. Pemulihan hak korban Pelanggaran HAM Berat (PHB) di Aceh masih jalan di tempat. Janji Jakarta baru manis di bibir saja,belum sampai ke rekening atau kehidupan layak para korban PHB,” sindir Farhan.
‎Ironi ini memang nyata.

Saat pejabat Indonesia duduk di kursi empuk pimpinan PBB untuk mengadili dosa negara lain, di Aceh, para korban Rumoh Geudong,jambo keupok hingga Simpang KKA mungkin masih bertanya-tanya: kapan negara berhenti berpidato dan mulai bekerja? Kritik publik pun mengalir deras.

Jika 12 kasus pelanggaran HAM masa lalu saja belum mampu direalisasikan hak-hak korbannya, lantas apa yang akan diajarkan Indonesia kepada dunia? Apakah kita akan mengajari negara lain cara melakukan “pemutihan” dosa lewat lobi-lobi diplomatik yang memukau?
‎Kini, bola panas ada di tangan Menteri Natalius Pigai.

Gelar Presiden Dewan HAM PBB ini bisa menjadi mahkota yang membanggakan, atau justru menjadi cermin retak yang memperlihatkan betapa buruknya penegakan keadilan di rumah sendiri.

Jangan sampai Indonesia sibuk memoles citra di PBB, sementara para korban di Aceh hanya mendapatkan “ampas” dari janji-janji manis pemerintah pusat.

Previous Post

Lagi, Puting Beliung Rusak 2 Balai Pengajian di Aceh Timur

Next Post

Wabup Aceh Besar Ikuti Rakor Pemulihan Pemerintahan Pascabencana Banjir

Next Post
Wabup Aceh Besar Ikuti Rakor Pemulihan Pemerintahan Pascabencana Banjir

Wabup Aceh Besar Ikuti Rakor Pemulihan Pemerintahan Pascabencana Banjir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

RSUD Zubir Mahmud Targetkan Pasien Aceh Timur Tak Perlu Berobat ke Luar Daerah

RSUD Zubir Mahmud Targetkan Pasien Aceh Timur Tak Perlu Berobat ke Luar Daerah

12/09/2026
Kementerian Ekraf Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir Aceh

Kementerian Ekraf Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir Aceh

12/09/2026
Satgas PRR Dorong Pemda Aceh Percepat Realisasi Tambahan TKD Rp 1,65 Triliun

Satgas PRR Dorong Pemda Aceh Percepat Realisasi Tambahan TKD Rp 1,65 Triliun

12/09/2026
Lima SPPG di Aceh Jaya Belum Kantongi Sertifikat Sanitasi

Lima SPPG di Aceh Jaya Belum Kantongi Sertifikat Sanitasi

12/09/2026
Satgas PRR Sebut Cuaca dan Akses Jadi Kendala Penanganan Rehab-Rekon Aceh

Satgas PRR Sebut Cuaca dan Akses Jadi Kendala Penanganan Rehab-Rekon Aceh

12/09/2026

Terpopuler

Urung Ditetapkan Status Bencana Nasional Aktivis HAM Aceh Serukan Pihak Internasional Bantu Aceh

Utang  Janji Menumpuk, Indonesia Naik Tampuk Pimpinan Dewan HAM PBB

09/01/2026

Ini Nama Nama Lengkap Pejabat UIN Ar-Raniry yang Baru Dilantik

Demam Foto Jadul AI Melanda Jagat Maya, Termasuk Abdya

Kwarcab Abdya Peringati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Usung Tema Swasembada Pangan

Bupati Aceh Jaya Rotasi Empat JPT Pratama, Dorong Birokrasi Lebih Profesional

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com