Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Universitas Pertahanan (Unhan) membangun sumur bor serta memasang mesin reverse osmosis (RO) di wilayah Aceh Tamiang demi menyediakan air bersih bagi korban bencana di daerah setempat.
Ketua Satgas Sumur Bor, Kolonel Czi Sulistyo Gunawan dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan hingga awal Januari, pihaknya telah membangun sumur bor di 250 titik yang dapat menjangkau 12 kecamatan.
“Pekerjaan ini akan terus dilanjutkan hingga merata, agar seluruh masyarakat terdampak dapat segera menikmati air bersih,” jelas dia.
Menurut Sulistyo, pengerjaan sumur bor harus dikebut agar seluruh korban bencana bisa menerima air bersih guna kebutuhan hidup sehari-hari.
Dalam siaran pers yang sama, Kolonel Inf Adam Harmansyah mengatakan pihaknya telah memasang mesin RO di beberapa tempat.
Mesin-mesin tersebut dibangun di lokasi-lokasi prioritas seperti sekolah, puskesmas, posko-posko pengungsian hingga di Kodim, Koramil, dan batalion.
“Kami ingin semua masyarakat dapat menikmati air bersih secara merata. Program ini adalah wujud kepedulian pemerintah RI untuk memenuhi kebutuhan mendasar warga terdampak banjir,” kata dia.
Walau demikian, dia tidak menyebutkan secara rinci berapa mesin RO yang telah dipasang. Dengan adanya mesin RO dan sumur bor tersebut, diharapkan kebutuhan seluruh korban bencana di Aceh akan air bersih perlahan bisa terpenuhi.
“Sejak banjir melanda, warga kesulitan memperoleh air layak konsumsi. Dengan adanya instalasi RO, kami berharap kualitas hidup masyarakat meningkat secara signifikan,” ujar dia.











