Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Nyan, Warga Tamiang Dibayar ‘Cash For Work’ untuk Bersihkan Lumpur

redaksi by redaksi
05/02/2026
in Lintas Timur
0
Nyan, Warga Tamiang Dibayar ‘Cash For Work’ untuk Bersihkan Lumpur

Foto Panitia Rekrutmen Tenaga Cash for Work (CFW) Aceh Tamiang di halaman belakang Kantor Bupati Aceh Tamiang, Rabu (3/2/2025).(HUMAS ACEH TAMIANG)

TAMIANG– Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh akhirnya membuka skema cash for work (CFW) mengajak masyarakat korban banjir membersihkan lumpur dan diberi gaji. Untuk tahap pertama dilakukan untuk membersihkan saluran yang tertimbun lumpur di seluruh desa dalam kabupaten itu.

Tahap berikutnya pembersihan lumpur di area perkantoran.

“Skema ini mendukung pemulihan pendapatan ekonomi masyarakat korban banjir. Mereka dilibatkan dan diberi penghasilan yang memadai,” kata Staf Ahli Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Yunus, dalam siaran pers, Rabu (4/2/2026).

Tenaga kerja yang dilibatkan berasal dari warga di masing-masing desa lokasi yang dibersihkan.

Bagi masyarakat yang ingin terlibat dalam program ini, bisa mendaftar secara manual datang langsung ke panitia di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang. Program ini diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum RI dan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat dalam rekontruksi dan rehabilitasi Aceh Tamiang.

“Kami berterima kasih akhirnya bisa memberdayakan masyarakat agar kembali produktif pascabencana,” sebutnya.

Sementara itu, Humas PKS Waskita Wilayah I, Agung Susilo menjelaskan, sistem pembayaran upah bagi tenaga kerja dilakukan secara tunai, dengan waktu pembayaran paling cepat satu hari dan paling lama tujuh hari setelah pekerjaan dilaksanakan.

“Tenaga kerja diambil dari masyarakat setempat, bukan dari luar daerah. Hal ini bertujuan untuk memberdayakan warga yang terdampak bencana dan sempat kehilangan mata pencaharian agar dapat kembali bekerja di wilayah masing-masing,” jelas Agung.

Ia juga menyampaikan bahwa BUMN mendapat penugasan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), khususnya Direktorat Jenderal Cipta Karya, untuk melaksanakan tahapan awal berupa pembersihan lumpur secara menyeluruh.

“Tahap pertama difokuskan pada pembersihan lumpur. Selanjutnya, Direktorat Jenderal Cipta Karya akan menindaklanjuti dengan perbaikan konstruksi yang diperlukan setelah program ini selesai,” ungkapnya.

Jumlah tenaga kerja yang direkrut menyesuaikan kebutuhan di masing-masing desa. Pendaftaran dibuka mulai 3 Februari 2025 hingga kuota terpenuhi, dengan persyaratan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Cukup modal kartu penduduk saja,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, masyarakat korban banjir mendorong pemerintah melibatkan mereka dalam pembersihan lumpur dengan memberi upah. Sehingga mereka memiliki penghasilan pascabanjir di kabupaten itu.

Sumber: Kompas.com

Previous Post

Aceh Timur Kejar Percepatan Pembangunan Huntara

Next Post

Gantikan Yasri Gusman, Pardianto Diangkat Sebagai Ketua TAGANA Abdya

Next Post
Gantikan Yasri Gusman, Pardianto Diangkat Sebagai Ketua TAGANA Abdya

Gantikan Yasri Gusman, Pardianto Diangkat Sebagai Ketua TAGANA Abdya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Al Zahrah Awards 2026: Malam Puncak Apresiasi Santri dan Guru Berprestasi

Al Zahrah Awards 2026: Malam Puncak Apresiasi Santri dan Guru Berprestasi

05/08/2026
Dugaan Permainan Monopoli, Harga Naik Stok Semen di Abdya Kosong

Dugaan Permainan Monopoli, Harga Naik Stok Semen di Abdya Kosong

05/08/2026
Departemen Pendidikan Geografi FKIP USK dan Universiti Malaya Sukses Laksanakan International Service Learning Program di Pidie Jaya

Departemen Pendidikan Geografi FKIP USK dan Universiti Malaya Sukses Laksanakan International Service Learning Program di Pidie Jaya

05/08/2026
Serang Iran dari Dalam, Kenapa Kurdi Menentang Kekuasaan Ayatollah?

Serang Iran dari Dalam, Kenapa Kurdi Menentang Kekuasaan Ayatollah?

05/08/2026
Dalam Sepekan 5 WN Malaysia Dibekuk Imbas Selundupkan Narkoba ke RI

Dalam Sepekan 5 WN Malaysia Dibekuk Imbas Selundupkan Narkoba ke RI

05/08/2026

Terpopuler

Nyan, Warga Tamiang Dibayar ‘Cash For Work’ untuk Bersihkan Lumpur

Nyan, Warga Tamiang Dibayar ‘Cash For Work’ untuk Bersihkan Lumpur

05/02/2026

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Kejari Pidie Jaya Lelang 1.296 Liter Solar dan iPhone Rampasan Negara, Eksekusi Aset Hasil Putusan Berkekuatan Hukum Tetap

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

GerPALA Dukung Bupati Aceh Selatan Hapus Kavling Pokir DPRK 2027, Selama Ini Dewan Dinilai Kurang Produktif

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com