Banda Aceh – Kepolisian RI Resor (Polres) Aceh Selatan menyelidiki penyebab dugaan keracunan makanan terhadap belasan pelajar usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pasie Raja.
“Kepolisian menyelidiki dugaan keracunan dialami belasan pelajar usai makan program MBG,” kata Kepala Seksi Humas Polres Aceh Selatan Ipda Syarif di Aceh Selatan, Senin.
Sebelumnya, 18 pelajar dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMA di Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis, pada Jumat (27/2) sore.
Makanan program MBG dikonsumsi belasan anak sekolah tersebut berasal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gampong Ujung Padang Asahan, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan. SPPG tersebut dikelola dari Yayasan Ruang Kito Basamo.
Syarif menyebutkan pihaknya memastikan proses hukum berjalan paralel dengan penanganan medis dan evaluasi teknis dapur. Tim kepolisian juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara.
Syarif mengatakan Polres Aceh Selatan juga memastikan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai klarifikasi. Proses tersebut dilakukan guna mengumpulkan keterangan yang komprehensif sebelum menarik kesimpulan hukum.
“Kepolisian segera memanggil pihak-pihak terkait untuk klarifikasi serta mengumpulkan keterangan. Nanti, jika ada perkembangan terkait kasus ini, akan kami sampaikan kembali,” kata Syarif.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Aceh Selatan Yona Violiska mengatakan operasional dapur SPPG Ujung Padang Rasian dihentikan sementara.
Ia menyebutkan penghentian operasional dilakukan setelah tim turun langsung ke SPPG. Hasil temuan tersebut, telah dilaporkan secara berjenjang ke tingkat yang lebih tinggi.
“Penghentian sementara dapur SPPG Ujung Padang Rasian hingga ada keputusan resmi melalui sistem informasi kesehatan dan gizi nasional, Tauwas Care,” kata Yona Violiska.









