Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

BI Aceh Dukung UMKM Perkuat Ekosistem Industri Halal Lewat Sertifikasi

redaksi by redaksi
05/03/2026
in Ekonomi
0
BI Aceh Dukung UMKM Perkuat Ekosistem Industri Halal Lewat Sertifikasi

Pelaksanaan kegiatan talkshow sertifikasi halal Aceh Ramadhan Festival - Pre Event Road To Fesyar (Ekonomi Syariah) 2026, di pelataran Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Rabu (4/3/2026). (ANTARA/Rahmat Fajri)

Banda Aceh – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Perwakilan Aceh mendukung UMKM di tanah rencong untuk memperkuat ekosistem industri halal dengan melakukan sertifikasi halal produk masing-masing.

“Mari mewujudkan penguatan ekosistem industri halal melalui sertifikasi halal produk usaha agar mendorong kualitas produk yang aman dan halalan thoyyiban,” kata Deputi Kepala KPwBI Aceh, Hertha Bastiawan, di Banda Aceh, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan Hertha Bastiawan dalam kegiatan talkshow sertifikasi halal Aceh Ramadhan Festival – Pre Event Road To Fesyar (Ekonomi Syariah) 2026, di pelataran Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Hertha mengatakan, Aceh merupakan daerah istimewa yang memiliki otonomi khusus dalam menerapkan prinsip-prinsip syariat Islam yang mengatur berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.

Sebagai wujud nyata dari kewenangan ini, Aceh juga mengimplementasikan Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2016 tentang Sistem Jaminan Produk Halal. Penetapan peraturan ini menjadikan sertifikasi halal sebagai kebutuhan primer yang wajib dipenuhi agar produk makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat Aceh terjamin halal.

Di Aceh, lanjut Hertha, terdapat sebanyak 624 ribu UMKM yang didominasi status mikro. Jumlah UMKM yang cukup besar menjadi potensi untuk mengembangkan industri halal di Aceh melalui strategi perluasan dan pemenuhan sertifikasi halal.

“Strategi ini, juga telah didorong oleh Kemenag dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh untuk memastikan kehalalan produk sesuai dengan syariat Islam,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Kemenag Aceh memiliki target menerbitkan 30 ribu sertifikat halal gratis melalui program Sehati 2026 dengan dukungan dari Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).

Dengan adanya program tersebut, produk UMKM diharapkan dapat terjamin halal, aman, dan bersih karena sudah memenuhi persyaratan kualitas, proses pada pengolahan pangan, dan standar yang sesuai dengan norma, agama, industri, dan bisnis.

“Terlebih lagi, sertifikat halal juga menjadi nilai tambah (value added), daya jual (unique selling point), dan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi ketika UMKM akan melakukan ekspansi produk ke luar negeri,” katanya.

Ia menambahkan, dalam mendukung misi menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah utama di dunia, Bank Indonesia sejak 2017 berupaya memperkuat pengembangan ekonomi syariah melalui tiga strategi utama meliputi penguatan ekosistem produk halal dan ekonomi syariah, penguatan literasi dan inklusi ekonomi syariah, serta penyebarluasan gaya hidup halal.

“Maka, sertifikasi halal ini merupakan bagian dari implementasi strategi tersebut untuk melakukan upaya pengembangan ekosistem makanan dan minuman halal,” demikian Hertha Bastiawan.

Sumber: antara

 

Previous Post

Wali Kota Banda Aceh Apresiasi Program Light Up The Dream

Next Post

Relawan Aceh Jaya Salurkan 30 Ton Pakaian ke Wilayah Terdampak Banjir

Next Post
Relawan Aceh Jaya Salurkan 30 Ton Pakaian ke Wilayah Terdampak Banjir

Relawan Aceh Jaya Salurkan 30 Ton Pakaian ke Wilayah Terdampak Banjir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Koplo Comunity Gelar Working Abroad Series: Mengupas Jalan Menuju Karier Global dari MIT hingga Amazon

Koplo Comunity Gelar Working Abroad Series: Mengupas Jalan Menuju Karier Global dari MIT hingga Amazon

20/06/2026
Menko PMK Minta Percepatan Implementasi Rehab Rekon Pascabencana di Aceh

Menko PMK Minta Percepatan Implementasi Rehab Rekon Pascabencana di Aceh

20/06/2026
Pemkab Aceh Besar Siapkan Enam Usulan WBTb untuk Penetapan 2027

Pemkab Aceh Besar Siapkan Enam Usulan WBTb untuk Penetapan 2027

20/06/2026
NasDem Siap Kawal Keberlanjutan Otsus Aceh Melalui UUPA

NasDem Siap Kawal Keberlanjutan Otsus Aceh Melalui UUPA

20/06/2026
Drama Penalti di Tengah Hujan, Satreskrim Polres Pidie Rebut Gelar Juara Trofeo PM ke-80

Drama Penalti di Tengah Hujan, Satreskrim Polres Pidie Rebut Gelar Juara Trofeo PM ke-80

20/06/2026

Terpopuler

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Rian Firmansyah Dorong Seniman Aceh Jadikan Budaya sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com