MEDAN – Setelah melewati pelaksanaan ujian sekolah selama tujuh hari, sebanyak 65 santri jenjang Tsanawiyah dan 6 guru Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen melakukan perjalanan edukatif (rihlah ilmiah) serta kunjungan silaturrahmi ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dan Pesantren Darularafah Raya di Sumatera Utara.
Rombongan Al Zahrah yang dipimpin oleh Tgk.H.M.Fadhil Rahmi,Lc.,M.Ag tiba dengan dua unit bus di Simpang Selayang Medan, tempat keberadaan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, pada Ahad sore (3/5/2026).
Para santri dan guru pendamping disambut langsung oleh Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, KH.Miftakhuddin,M.M. bersama jajaran pengurus pesantren setempat.
Dalam pertemuan bersahaja itu, Miftakhuddin menyampaikan kilas balik perjuangan dan sistem yang diterapkan dalam pesantren asuhannya di hadapan para santri Al Zahrah. Ia menyebutkan, sebagai lembaga wakaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berdiri di atas dan untuk semua golongan.
Tambahnya, pesantren tersebut tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter secara komprehensif.
“Apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan dialami santri sehari-hari harus mengandung unsur pendidikan,” ungkapnya.
Sementara itu, ketua rombongan sekaligus pimpinan pesantren Al Zahrah, Tgk.H.M.Fadhil Rahmi,Lc.,M.Ag menyampaikan apresiasi tinggi atas keterbukaan dan sambutan hangat dari pihak pesantren yang menyambut dirinya beserta rombongan.
Dari kunjungan itu ia berharap dapat menambah pengalaman baru dalam penyelenggaraan pembelajaran di lingkungan Pesantren Al Zahrah yang ia pimpin.
“Semoga menjadi inspirasi bagi santri kami,” ungkapnya.
Selanjutnya, pada petang hari yang sama para santri dan guru menempuh perjalanan ke Pesantren Darularafah Raya, di Deli Serdang, sebagai destinasi kedua.
Di sana pertemuan bersama pimpinan Darularafah juga berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan.
Selama dua belas jam di Darularafah para santri tidak hanya mengikuti pertemuan singkat, mereka juga menyaksikan aktivitas lomba yang tengah berlangsung di pesantren tersebut di keesokan pagi harinya.
Sekilas dua pesantren
Seperti diketahui Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah (Medan) dan Darularafah Raya (Deli Serdang) tergolong pesantren modern papan atas dengan fasilitas unggulan di Sumatera Utara. Tidak hanya memiliki fasilitas yang lengkap, keduanya terkenal dengan penerapan sistem pendidikan terpadu dan khas.
Ar-Raudlatul Hasanah tersohor berafiliasi kuat dengan model penerapan pendidikan Gontor, sedangkan Darularafah Raya cenderung memadukan unsur tradisional dan modern.
Rasanya setiap kunjungan tidak lengkap tanpa dokumentasi dan pengabadian kegiatan.
Masing-masing kunjungan itu kegiatan diakhiri dengan penyerahan cendera mata oleh pimpinan pesantren Al Zahrah ke pihak pesantren yang dikunjung, serta ditutup dengan sesi foto bersama.










