MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menggelar kegiatan berkantor sehari di Desa Drien Sibak, Kecamatan Sungai Mas, sebagai upaya memberi pelayanan pemerintah di terpencil kepada masyarakat.
“Kegiatan berkantor sehari di Desa Drien Sibak, Kecamatan Sungai Mas kita lakukan karena wilayah ini termasuk desa yang cukup terpencil di Aceh Barat. Sehingga pemerintah hadir langsung untuk memberikan pelayanan dan mendengar kebutuhan masyarakat,” kata Bupati Aceh Barat, Tarmizi, Jumat.
Ia mengatakan seluruh jajaran pemerintah daerah turun langsung ke desa untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga.
Selain memberikan layanan pemerintahan di desa, pemerintah daerah juga menggelar komunikasi dan diskusi bersama masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga.
Tarmizi juga mengajak warga untuk mulai mengubah pola pikir menuju kemandirian ekonomi, salah satunya dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam palawija seperti cabai, tomat, dan sayuran.
“Kita harus mulai mandiri. Jangan semua kebutuhan sayur harus di beli ke Kota Meulaboh. Tanam saja di sekitar rumah,” ujarnya.
Tarmizi juga menyinggung kondisi keuangan daerah yang saat ini mengalami penghematan anggaran. Menurutnya, dana yang tersedia harus digunakan tepat sasaran dan tidak dihabiskan untuk kegiatan yang tidak penting.
Ia menjelaskan bahwa hampir seluruh desa di Aceh Barat saat ini juga mengalami penurunan alokasi dana desa. Jika sebelumnya desa bisa menerima hingga Rp1 miliar, kini rata-rata hanya berkisar Rp300 juta hingga Rp500 juta per tahun.
Dalam kegiatan tersebut, Tarmizi juga meluncurkan Desa/Gampong Drien Sibak, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat sebagai gampong bebas narkoba, judi, judi online, dan aliran sesat, stunting dan pemuda tangguh bencana sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga moral dan keamanan masyarakat.
Dalam kunjungan itu, tim medis memeriksa sejumlah warga yang menderita penyakit kronis, di antaranya Bariah, Jauhari (62), Abdur Rajab (61), Maisarah (42), Khatijah (60), serta Niah (52) yang mayoritas mengalami penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, hiperurisemia, dan kolesterol tinggi.
Pada kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan perlengkapan shalat untuk masjid setempat sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di desa.











