Banda Aceh – Perum Bulog Kantor wilayah (Kanwil) Aceh memastikan persediaan beras dan minyak makan di provinsi ujung paling barat Indonesia itu aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
“Stok pangan pokok, khususnya beras dan minyak makan dalam kondisi sangat aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun,” kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Aceh, Ihsan di Banda Aceh, Senin.
Ia menyebutkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai Perum Bulog Aceh mencapai 54.378 ton. Jumlah tersebut diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan kegiatan penyerapan gabah dan beras dalam negeri yang berlangsung di semua daerah di kabupaten/kota.
Sedangkan untuk stok beras secara Nasional sebesar 3,74 juta ton yang diproyeksikan stok akan meningkat dan pada akhir Maret dapat mencapai kisaran 4,5 hingga 5 juta ton.
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak makan tetap terjaga yang didukung kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dari Kementerian Perdagangan yang menetapkan alokasi bagi Bulog sekitar 46 juta liter Minyakita setiap bulan.
Karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), termasuk dalam menghadapi momentum hari besar keagamaan maupun dinamika situasi geopolitik global.
Menurut dia dengan stok beras yang kuat serta dukungan pasokan minyak goreng melalui kebijakan DMO, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan.
“Kami memastikan pasokan tetap tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan Bulog bersama pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, termasuk melalui penguatan distribusi, penyerapan produksi dalam negeri, serta pelaksanaan berbagai program stabilisasi pangan.
“Tidak perlu ada kepanikan di masyarakat. Stok pangan nasional dalam kondisi aman dan pemerintah terus memastikan ketersediaannya. Kami mengajak masyarakat Aceh untuk tetap tenang dan berbelanja secara wajar,” demikian Ihsan.









