Banda Aceh – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Aceh melaksanakan pasar murah tanggap inflasi di 15 titik dalam lima kabupaten/kota di daerah itu dalam rangka stabilisasi harga di bulan suci Ramadhan dan menyambut lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Gubernur Aceh memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh untuk melaksanakan operasi pasar secara serentak di lima kabupaten/kota daerah pengukur indeks harga konsumen (IHK),” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, T Adi Darma di Banda Aceh, Kamis.
Ia menjelaskan ada lima kabupaten/kota di Aceh yang menjadi daerah pengukur IHK yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Aceh Tengah dan Aceh Barat merupakan bagian memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan murah di tengah situasi sulit.
“Operasi pasar ini adalah upaya pemerintah hadir langsung meringankan beban masyarakat. Kita ingin memastikan bahwa meski inflasi Aceh mencapai 6,94 persen pasca bencana, stok pangan aman dan harganya tetap stabil,” katanya.
Ia mengatakan Pemerintah Aceh mengalokasikan subsidi yang cukup besar untuk empat komoditas utama yang dijual di pasar murah yakni beras premium dengan total persediaan 90 ton dengan subsidi Rp5 ribu per kilogram dan gula pasir sebanyak 15 ton dengan subsidi Rp6 ribu per kilogram.
Kemudian minyak makan sebanyak 15 ton dengan subsidi Rp6 ribu per kilogram dan telur ayam ras sebanyak 8.250 papan (isi 30 butir per papan) dengan subsidi Rp15 ribu per papan.
Ia berharap pasar murah yang berlangsung selama tiga hari di 15 titik lokasi dalam lima kabupaten/kota itu menjadi bagian untuk stabilisasi harga kebutuhan di pasaran dan ikut menjaga daya beli masyarakat.
“Kami mengimbau kepada masyarakat dapat memanfaatkan momentum ini dengan bijak untuk membeli kebutuhan dengan harga terjangkau dan membeli sesuai kebutuhan, sehingga kehadirannya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat,” katanya.









