Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Fraksi Demokrat DPRA: Prolega 2025 Harus Jadi Senjata Lawan Kemiskinan, Bukan Sekadar Formalitas

Joe Samalanga by Joe Samalanga
14/03/2026
in Nanggroe
0
Fraksi Demokrat DPRA: Prolega 2025 Harus Jadi Senjata Lawan Kemiskinan, Bukan Sekadar Formalitas

BANDA ACEH – Fraksi Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menyatakan menerima 12 Rancangan Qanun Aceh yang masuk dalam Program Legislasi Aceh (Prolega) Prioritas 2025. Namun dukungan tersebut disertai sejumlah catatan tajam agar produk legislasi benar-benar menyentuh persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat Aceh.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Fraksi Partai Demokrat DPR Aceh, Romi Syahputra, S.E, dalam pendapat akhir tentang rancangan Qanun program legalisasi prioritas Aceh tahun 2025 di Aula Gedung DPRA, Kamis (12/3/2026)

Romi menegaskan bahwa arah legislasi Aceh ke depan harus mampu menjawab persoalan kemiskinan, efektivitas birokrasi, hingga penguatan ekonomi daerah.

“RPJMA 2025–2029 harus disusun secara realistis dan terukur. Aceh tidak boleh terus bergantung pada dana transfer pusat tanpa upaya serius membangun kemandirian fiskal,” ujar Romi dalam keterangan yang disampaikan di Banda Aceh.

Menurutnya, salah satu tantangan utama Aceh saat ini adalah tingginya angka kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Karena itu, setiap qanun yang dibahas dalam Prolega harus diarahkan untuk memperkuat kebijakan pengentasan kemiskinan secara konkret.

Selain itu, Fraksi Demokrat juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi melalui restrukturisasi perangkat daerah. Langkah ini dinilai perlu untuk meningkatkan efisiensi anggaran sekaligus memastikan belanja publik benar-benar berdampak bagi masyarakat.

“Birokrasi harus lebih ramping, efisien, dan fokus pada pelayanan publik. Anggaran daerah tidak boleh habis untuk belanja internal pemerintah, sementara kebutuhan rakyat terabaikan,” tegasnya.

Fraksi Demokrat juga menyoroti keberlanjutan pemanfaatan fasilitas olahraga pasca pelaksanaan PON Aceh–Sumatera Utara. Menurut Romi, pemerintah Aceh harus memastikan venue yang telah dibangun dengan anggaran besar tidak terbengkalai.

“Pemeliharaan venue PON dan pembinaan atlet harus berkelanjutan agar investasi besar yang sudah dikeluarkan tidak sia-sia,” katanya.

Di sektor ekonomi, Fraksi Demokrat mendorong penguatan UMKM melalui akses pembiayaan berbasis syariah serta pengelolaan aset daerah yang lebih produktif guna meningkatkan pendapatan Aceh.

Sementara dalam aspek pembangunan berkelanjutan, Fraksi Demokrat menekankan pentingnya penataan tata ruang, kebijakan transmigrasi, serta pengelolaan sumber daya alam yang tetap menjaga kelestarian lingkungan dan menjamin kepastian hak masyarakat.

Fraksi Partai Demokrat berharap pembahasan seluruh Rancangan Qanun dalam Prolega Prioritas 2025 tidak hanya bersifat formalitas, tetapi mampu menghasilkan regulasi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Aceh.

“Qanun yang lahir harus menjadi solusi nyata bagi rakyat, bukan sekadar dokumen hukum tanpa dampak,” tutup Romi.[]

Previous Post

Nelayan Pulo Aceh Dilaporkan Terdampar di Sri Lanka

Next Post

Azhari Cage Gelar Silaturahmi dan 4 Pilar di Ulee Kareng Banda Aceh

Next Post
Azhari Cage Gelar Silaturahmi dan 4 Pilar di Ulee Kareng Banda Aceh

Azhari Cage Gelar Silaturahmi dan 4 Pilar di Ulee Kareng Banda Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bupati Al-Farlaky Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Aceh Timur

Bupati Al-Farlaky Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Aceh Timur

10/06/2026
Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

10/06/2026
Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

10/06/2026
Dolar Turun Tipis, BBM Melambung Tinggi: Rakyat Kecil Lagi-Lagi Jadi Korban

Dolar Turun Tipis, BBM Melambung Tinggi: Rakyat Kecil Lagi-Lagi Jadi Korban

10/06/2026
HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

10/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com