Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

IRGC dan Basij, 2 Pilar Kekuatan Militer Iran yang Paling Ditakuti

redaksi by redaksi
15/03/2026
in Internasional, Teknologi
0
IRGC dan Basij, 2 Pilar Kekuatan Militer Iran yang Paling Ditakuti

Pasukan IRGC Iran. (STRINGER / AFP)

Jakarta – Nama Islamic Revolutionary Guard Corps atau Garda Revolusi Iran (IRGC) paling sering disebut selama serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran.

Perdana Menteri Israel Benjamim Netanyahu pun turut mencibir Mojtaba Khamenei yang ia nilai hanya merupakan “boneka” dari IRGC yang bahkan sampai saat ini tidak berani muncul ke publik.

“Kami telah membunuh diktator sebelumnya dan diktator baru Mojtaba yang merupakan boneka IRGC bahkan tidak bisa menunjukkan wajahnya ke publik,” kata Netanyahu.

Siapa IRGC dan Basij?
Keberadaan IRGC memang sangat menakutkan musuh. Dalam setiap perang atau kerusuhan dalam negeri, organisasi ini akan tampil paling depan.

Mereka bukan sekadar tentara, tapi juga penjaga ideologi dan semangat revolusi bahkan garda depan penjaga sang pemimpin tertinggi.

Organisasi ini lahir dari revolusi Iran 1979, setelah SAVAC (organisasi intelijen Iran di bawah dinasti Shah Reza Pahlavi) dibubarkan. Dinas intelijen ini langsung di bawah Ayatollah Ali Khameini, pemimpin tertinggi Iran. Mereka punya kekuatan bersenjata di darat, laut dan udara dan pasukan khsusus Al Quds.

Diperkiran IRGC memiliki 125.000 pejuang, yang terdiri dari unit angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara. Kelompok ini juga mengendalikan milisi keagamaan Basij, sebuah pasukan paramiliter yang digunakan oleh ulama Iran untuk menindak demonstran anti-pemerintah.

Setelah IRGC, ada juga Kementerian Intelijen Iran atau MOIS. Kementerian ini dibentuk pada 1983 untuk mengkonsolidasikan intelijen pasca-revolusi, bertanggung jawab atas operasi dalam dan luar negeri, rekrutmen berbasis ideologis, dan sering terlibat dalam operasi kontraintelijen dan keamanan domestik, serta dikenal karena penindasan dan operasi kontraintelijen di luar negeri.

Dikutip dari laman Washingtoninstitute.org, MOIS dibawah kendali presiden namun setiap pemilihan kementerian harus berdasarkan atau mendapat persetujuan dari pemimpin tertinggi.

Secara hukum, seorang menteri MOIS juga harus seorang “mujtahid” atau ahli dalam masalah hukum Islam dan tidak boleh berafiliasi dengan satu kekuatan politik.

Dalam perjalanannya MOIS sering merekrut para pemuda dan pelajar untuk dididik di Haqqani School, di Kota Qom. Sebab para pelajar di sini juga harus jago dalam soal ideologi dan agama.

Maka daerah operasi MOIS sering menyasar para aktivis dan penulis dalam negeri Iran sendiri seperti penulis Saedi Sirjani dan mantan Menteri Kesehatan Kazem Sami. Kazem Sami yang juga politikus dari Pembebasan Gerakan Rakyat Iran tewas di kliniknya pada 1988.

Sementara Basij juga lahir dari semangat revolusi Iran. Pada 25 November 1979, pemimpin revolusioner Ayatollah Ruhollah Khomeini menyerukan pembentukan “tentara 20 juta orang.”

Pasal 151 konstitusi mereka mewajibkan pemerintah untuk “menyediakan program pelatihan militer, dengan semua fasilitas yang diperlukan, bagi seluruh warganya, sesuai dengan kriteria Islam, sedemikian rupa sehingga seluruh warga negara akan selalu dapat terlibat dalam pertahanan bersenjata Republik Islam Iran.”

“Milisi rakyat” didirikan pada 30 April 1980. Basij adalah nama pasukan tersebut; seorang basiji adalah anggota individu, demikian dikutip dari laman Iran Primer.

Awalnya, Basij terlibat dalam membantu Garda Revolusi dan Komite Revolusioner (yang dibubarkan pada awal tahun 1990-an) untuk menjaga hukum dan ketertiban di pusat-pusat populasi utama. Unit militer tambahan ini juga membantu pemerintah pusat dalam memerangi separatis Baluchi, Kurdi, dan Turkoman di daerah terpencil. Namun, peran mereka berubah setelah invasi Irak tahun 1980.

Setelah perang berakhir pada tahun 1988, Basij sangat terlibat dalam rekonstruksi pasca-perang. Namun, peran mereka semakin bergeser kembali ke bidang keamanan seiring dengan berkembangnya gerakan reformasi politik pada akhir tahun 1990-an.

Statuta Basij menetapkan bahwa misi milisi adalah untuk “menciptakan kemampuan yang diperlukan pada semua individu yang beriman pada Konstitusi dan tujuan Republik Islam untuk membela negara, rezim Republik Islam, dan membantu masyarakat dalam kasus bencana dan peristiwa tak terduga.”

Basij memiliki beberapa cabang. Ada tiga sayap bersenjata utama: Brigade Ashura dan Al-Zahra adalah cabang keamanan dan militer yang bertugas “membela lingkungan sekitar jika terjadi keadaan darurat.”

Brigade Imam Hossein terdiri dari para veteran perang Basij yang bekerja sama erat dengan pasukan darat IRGC. Brigade Imam Ali menangani ancaman keamanan.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Kemlu Respons 19 Nelayan WNI Ditangkap di Laut Thailand

Next Post

Masyarakat Gampong Alue Pisang Abdya Santuni Puluhan Anak Yatim-piatu

Next Post
Masyarakat Gampong Alue Pisang Abdya Santuni Puluhan Anak Yatim-piatu

Masyarakat Gampong Alue Pisang Abdya Santuni Puluhan Anak Yatim-piatu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bupati Aceh Tengah Harap Program Sesuai dengan Skala Prioritas Daerah Terdampak

Bupati Aceh Tengah Harap Program Sesuai dengan Skala Prioritas Daerah Terdampak

27/03/2026
Pemkab Aceh Besar: THR dan Gaji 13 Guru Sudah Dibayarkan, TPG Segera…!

Pemkab Aceh Besar: THR dan Gaji 13 Guru Sudah Dibayarkan, TPG Segera…!

27/03/2026
Kapolda Ajak Generasi Muda Implementasi Program Kepolisian Hijau

Kapolda Ajak Generasi Muda Implementasi Program Kepolisian Hijau

27/03/2026
Sekda Tegaskan Pemanfaatan TKD Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat

Sekda Tegaskan Pemanfaatan TKD Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat

27/03/2026
Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

Prof Saifullah Resmi Mendaftar sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

IRGC dan Basij, 2 Pilar Kekuatan Militer Iran yang Paling Ditakuti

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com