Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

Korban Banjir di Pantan Cuaca Cuma Butuh 2 Hari Perbaiki Mandiri Jembatan Rusak

redaksi by redaksi
17/03/2026
in Lintas Tengah
0
Korban Banjir di Pantan Cuaca Cuma Butuh 2 Hari Perbaiki Mandiri Jembatan Rusak

Ilustrasi. Warga Aceh perbaiki mandiri jembatan rusak imbas banjir. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)

Jakarta – Warga Desa Tetingi, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, hanya membutuhkan waktu dua hari untuk memperbaiki jembatan gantung yang rusak akibat diterjang banjir bandang agar kembali dapat dilalui masyarakat.

Kepala Desa Tetingi Mahmud (41) mengatakan bahwa perbaikan jembatan tersebut dilakukan secara swadaya melalui gotong royong warga desa.

“Gotong royong dari warga untuk memenuhi kebutuhan supaya apa pun kebutuhan di seberang bisa terbawa kemari. Gotong royong dua hari kami perbaiki,” kata dia mengutip Antara, Senin (16/3).

Ia menjelaskan bahwa jembatan gantung dengan panjang sekitar 20 meter tersebut sebelumnya dibangun pemerintah pada 1994 dan tidak pernah mengalami perbaikan hingga akhirnya dilakukan pembaruan sebagian pada 2021 melalui anggaran dana desa.

Saat itu, kata dia, pemerintah desa mengganti papan jembatan dengan rangka besi agar lebih aman digunakan masyarakat.

Namun, jembatan tersebut kembali mengalami kerusakan tiang penyangga patah dan lantainya putus setelah banjir bandang melanda desa tersebut pada 26 November 2025 sehingga warga berinisiatif memperbaikinya secara mandiri agar dapat digunakan.

Berdasarkan pendataan tim pemerintah desa, Desa Tetingi dihuni sebanyak 133 kepala keluarga dengan total 418 jiwa. Mereka seluruhnya menjadi korban terdampak bencana banjir dan membutuhkan jembatan untuk beraktivitas.

Menurut Mahmud, perbaikan yang dilakukan warga bersifat darurat agar akses masyarakat tidak sepenuhnya terputus, terutama untuk membawa kebutuhan dari wilayah seberang sungai dan anak-anak bersekolah.

“Pasca bencana belum ada pembangunan sama sekali, jadi ini hasil tangan masyarakat agar bisa dilalui sementara,” ujarnya.

Ia menambahkan bahan-bahan yang digunakan untuk perbaikan jembatan sebagian berasal dari dukungan anggaran perubahan APBDes yang digunakan untuk membantu penyediaan material.

Meski sudah bisa digunakan, jembatan tersebut hanya dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua dengan pengamanan tambahan.

“Untuk kendaraan roda dua bisa dilalui, tapi harus dibantu beberapa orang sebagai pengaman, seperti ditandu,” kata Mahmud, seraya berharap pemerintah pusat melalui TNI/Polri dapat segera melakukan perbaikan permanen terhadap jembatan tersebut mengingat perannya yang penting sebagai akses penghubung bagi warga yang bermukim di dataran tinggi Gayo Lues tu.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Kemenkum Aceh Bekali Pegawai Perkuat Budaya Pelayanan Prima

Next Post

Tutup Daurah Ramadhan Masjid Agung Meulaboh, Kepala Dinas Syariat Islam: Kita Apresiasi dan Dukung Program Ini

Next Post
Tutup Daurah Ramadhan Masjid Agung Meulaboh, Kepala Dinas Syariat Islam: Kita Apresiasi dan Dukung Program Ini

Tutup Daurah Ramadhan Masjid Agung Meulaboh, Kepala Dinas Syariat Islam: Kita Apresiasi dan Dukung Program Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

HUT Pidie Jaya ke-19 Dipadukan dengan Tahun Baru Islam 1448 H, Pemkab Gelar Festival Islami dan Beragam Kegiatan Sosial

HUT Pidie Jaya ke-19 Dipadukan dengan Tahun Baru Islam 1448 H, Pemkab Gelar Festival Islami dan Beragam Kegiatan Sosial

10/06/2026
30 Pengelola Perpustakaan di Abdya Ikuti Pelatihan INLISLite

30 Pengelola Perpustakaan di Abdya Ikuti Pelatihan INLISLite

10/06/2026
LPPM IAIN Takengon Bahas Pelemahan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global

LPPM IAIN Takengon Bahas Pelemahan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global

10/06/2026
DBH Tambang Rp365 Miliar, Aceh Menanggung Beban Bencana Rp153 Triliun: Siapa Sebenarnya Menikmati Kekayaan Alam?

DBH Tambang Rp365 Miliar, Aceh Menanggung Beban Bencana Rp153 Triliun: Siapa Sebenarnya Menikmati Kekayaan Alam?

10/06/2026
Dua Pelaku Zina di Aceh Barat Dihukum Cambuk 100 Kali

Dua Pelaku Zina di Aceh Barat Dihukum Cambuk 100 Kali

10/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com