TAPAKTUAN – Satuan Tugas (Satgas) Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Aceh Selatan mengungkap penyebab keracunan pelajar usai menyantap menu MBG karena makanan terkontaminasi bakteri.
Ketua Satgas Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Aceh Selatan Diva Samudra Putra di Aceh Selatan, Rabu, makanan terkontaminasi bakteri tersebut berdasarkan hasil uji sampel
“Hasil uji sampel Loka Pengawasan Obat dan Makanan mengungkap keracunan pelajar setetal menyantap makanan program MBG yang terkontaminasi bakteri,” katanya.
Sebelumnya, sebanyak 18 anak sekolah dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMA di Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, dilarikan ke puskesmas mendapatkan perawatan medis, pada Jumat (27/2) sore.
Belasan pelajar tersebut mengalami gejala mual, muntah, diare, pusing, serta sakit perut. Mereka didiagnosis mengalami gastroenteritis akut (GEA). Atas kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Selatan mengategorikan kejadian luar biasa (KLB).
MBG dikonsumsi belasan anak sekolah tersebut berasal dari Yayasan Ruang Kito Basamo melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gampong Ujung Padang Asahan, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan.
“Hasil uji sampel tersebut menjadi pedoman dan bahan masukan untuk tindak lanjut bagi instansi dan pengambil kebijakan terkait sesuai dengan kewenangan berdasarkan peraturan perundang-undangan,” kata Diva Samudra Putra.
Ia menyebutkan hasil laboratorium menunjukkan bahwa dari lima sampel makanan yang diperiksa, ditemukan adanya cemaran mikroba seperti bacillus cereus, staphylococcus aureus, dan salmonella.
“Bakteri tersebut menyebabkan mual, muntah, dan diare. Hasil pemeriksaan laboratorium mengindikasikan makanan tersebut tidak memenuhi syarat,” kata Diva Samudra Putra.









