Bireuen – Sebanyak 20 santri Pesantren Modern Al Zahrah kembali dinyatakan berhasil lulus melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN) yang diumumkan pada hari Selasa, 7 April 2026.
Sebelumnya, 4 peserta didik kelas akhir Pesantren Modern Al Zahrah Beunyot, Juli, Bireuen lulus jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026 untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Hal itu disampaikan oleh Kepala MAS Al Zahrah Beunyot, Bireuen, Ustadz Munawar S.Pd, Rabu 8 April 2026.
Menurut Munawar, mayoritas dari 20 santri lulus di UIN Ar Raniry Banda Aceh. “Ada 13 yg lulus di UIN Arraniry di berbagai fakultas. Kemudian masing-masing 2 santri yang lulus di UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, IAIN Gajah Putih, Takengon dan UIN Imam Bonjol Padang. Dan satu diterima di UIN Wali Songo Semarang, pada Fakultas Hukum Pidana Islam(Jinayah).
Keberhasilan Ini bukti nyata alumni Pesantren Modern Al Zahrah mampu bersaing, baik di PTN yang ada di Aceh, maupun di luar Aceh.
Kabar gembira ini disambut sumringah oleh Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah Tgk.H.M.Fadhil Rahmi. Dia bangga dan bersyukur atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, selamat kepada para santri yang lulus dan orang tua mereka. Terima kasih kepada kepala MAS beserta para guru dan tenaga kependidikan. Semoga kedepan tidak hanya mempertahankan prestasi, tapi kita berharap hasil yang lebih baik,” ujar Syech Fadhil, begitu biasa dia disapa.
Pimpinan pesantren juga mengingatkan kepada para santri yang belum lulus di PTN, masih ada jalur SNBT dalam waktu dekat ini dan jalur Mandiri, kalau pun belum lulus masih ada kampus swasta atau PTS menjadi alternatif yang kualitas dan fasilitasnya sangat baik.
“Kami mendukung semua alumni untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.Dengan pendidikan kita akan diangkat derajat oleh Allah. Maka, bagi yang belum lulus, masih ada keaempatan tembus melalui jalur SNBT dan Mandiri, juga masih ada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang siap menampung, sehingga semuanya bisa melanjutkan pendidikan,”ujar Syech Fadhil mengakhiri.










