TAPAKTUAN – Sesuai dengan instruksi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh beberapa waktu lalu agar menanam pohon berbuah di perkarangan sekolah.
Kepala dan puluhan guru SMA Negeri 1 Samadua Kabupaten Aceh Selatan melakukan penanaman pohon berbuah di halaman sekolah dengan membawa bibit tanaman dan peralatan sederhana untuk melakukan penghijauan, Selasa (14/4/2026).
Kepala SMA Negeri 1 Samadua, Ropika MPd kepada media ini mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang asri, sehat, sekaligus edukatif bagi para peserta didik.
“Penanaman pohon ini juga sesuai dengan instruksi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murhalamuddin SPd MSP beberapa waktu lalu agar menanam pohon berbuah di lingkuang sekolah,” ujar Ropika.
Katanya, kegiatan ini tidak semata menanam pohon, tetapi menanan nilai karekter kepda pesera didik dan semua warga sekolah.
Ropika menyebutkan, adapun jenis tanaman yang ditanami adalah pohon kalengkeng, mangga, alpukat, dan kelapa hibrida yang di pilih karena pohon tersebut bermanfaat untuk jangka panjang.
“Melalui kegiatan penanam pohon ini, kami ingin memberikan contoh nyata kepada para peserta didik tentang pentingnya menjaga dan mencintai lingkungan. Tidak hanya memberikan teori dalam kelas, tetapi melakukan praktek langsung,” ujar mantan Kepala SMA Negeri 1 Kluet Tengah ini.
Ia mengharapkan, penanaman pohon ini bukan saja untuk memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual.
Ropika menuturkan, dengan kegiatan ini semua peserta didik nantinya dapat belajar mengenai tanaman, manfaat ekologis, hingga nilai ekonomis dari hasil tanaman buah.
Lebih lanjut kepala sekolah menjelaskan, kegiatan penghijauan ini juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kekompakan antar sesama guru dan tendik.
“Dengan semangat gotong-royong, para pendidik menunjukkan bahwa perubahan kecil di lingkungan sekolah dapat berdampak besar jika dilakukan secara bersama,” tandas Ropika.
Diungkapkannya, ke depan sekolah memiliki program melibatkan semua peserta didik secara langaung dalam penanaman pohon berbuah. Dengan begitu, kesadaran menjaga lingkungan tidak berhenti pada kegiatan serimonial.
Tetapi tambah Ropika, akan menjadi budaya yang tumbuh dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.










