Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Syech Muharram Ajak Ratusan Guru Program Beut Kitab Bak Sikula Serius Ikuti Bimtek

redaksi by redaksi
01/05/2026
in Lintas Timur
0
Syech Muharram Ajak Ratusan Guru Program Beut Kitab Bak Sikula Serius Ikuti Bimtek

JANTHO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman melalui program Beut Kitab Bak Sikula, yang ditandai dengan pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) bagi para guru yang akan mengajar program tersebut di sekolah-sekolah.

Bimtek dilaksanakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Aceh Besar, Kota Jantho, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan kualitas pengajaran kitab di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), sekaligus menyamakan persepsi para pengajar agar materi yang disampaikan dapat diterima secara optimal oleh para siswa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar, Rahmawati, SPd MSi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bimtek ini berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan para ulama dayah sebagai pemateri utama. Selain itu, materi juga akan disampaikan oleh pihak dinas guna memastikan integrasi kurikulum berjalan efektif.

“Hari pertama para peserta akan menerima materi dari ulama dayah terkait substansi pengajaran kitab, sementara pada sesi lainnya akan diberikan materi dari dinas untuk mendukung metode dan pendekatan pembelajaran di sekolah,” ujar Rahma.

Sementara itu, Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, dalam arahannya menegaskan bahwa program ini dirancang secara serius melalui proses seleksi ketat terhadap para guru yang terlibat. Hal ini dilakukan agar pendidikan agama yang diberikan benar-benar berkualitas dan berdampak pada pembentukan karakter generasi muda Aceh Besar.

“Tujuan kita melakukan seleksi beberapa waktu yang lalu, agar melahirkan guru-guru yang benar-benar layak dan mampu, karena mereka akan mengajarkan anak-anak generasi kita ke depan,” tegasnya.

Syech Muharram sapaan akrab Bupati Aceh Besar H Muharram Idris juga mengingatkan para guru tentang pentingnya keikhlasan dalam mengajar, tidak semata-mata berorientasi pada insentif atau gaji, melainkan pada keberkahan ilmu yang diberikan kepada para siswa.

“Kalau kita punya ilmu tapi tidak diajarkan, maka ilmu itu tidak berkah. Karena itu, saya berharap kepada para guru agar selalu istiqamah dan serius dalam mengajar,” ujarnya.

Menurut Syech Muharram, program ini menyasar sekitar 29 ribu siswa di Aceh Besar yang akan mendapatkan pengajaran dasar-dasar keislaman melalui kegiatan belajar di sekolah. Ia menilai, tidak semua anak memiliki kesempatan untuk belajar agama di luar sekolah, sehingga kehadiran program ini menjadi solusi strategis.

“Sebagian anak mungkin melanjutkan mengaji setelah pulang sekolah, tapi ada juga yang tidak. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Kita berdosa jika tidak peduli pada generasi kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tujuan utama program Beut Kitab Bak Sikula bukan untuk menggantikan peran dayah atau balai pengajian, melainkan memberikan dasar keilmuan agama kepada siswa sejak dini, sehingga mereka memiliki bekal dalam menentukan pilihan pendidikan selanjutnya.

“Setidaknya anak-anak kita memahami fardhu ain, seperti tata cara bersuci, berwudhu, hingga pelaksanaan ibadah yang benar. Ini penting agar setiap amal ibadah yang mereka lakukan sah dan bernilai pahala di sisi Allah,” jelasnya.

Muharram Idris juga menekankan bahwa Aceh sebagai daerah dengan kekhususan dalam penerapan syariat Islam memiliki peluang besar untuk memperkuat pendidikan berbasis nilai keislaman. Itu sebabnya, program ini menjadi bagian dari upaya memanfaatkan kewenangan tersebut secara maksimal.

“Ini adalah kesempatan yang harus kita ambil. Kita memiliki berbagai lembaga pendukung seperti Dinas Syariat Islam, Pendidikan Dayah, dan lainnya. Jika tidak dimanfaatkan, maka kita akan rugi,” katanya.

Melalui bimtek ini, Syech Muharram berharap terlahir keseragaman dalam metode pengajaran, komunikasi, serta materi yang disampaikan kepada siswa. Dengan waktu pembelajaran yang terbatas, efektivitas pengajaran menjadi kunci utama keberhasilan program.

Bupati pun mengajak seluruh peserta bimtek untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar tujuan besar mencetak generasi Aceh Besar yang berilmu dan berakhlak dapat terwujud. “Kita ingin merubah Aceh Besar menjadi lebih baik. Ini adalah ikhtiar bersama yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.

Turut hadir unsur Forkopimda, para staf ahli bupati, asisten Sekda, para kepala OPD Pemkab Aceh Besar, dan pejabat dijajaran Disdikbud Aceh Besar.

Previous Post

Waspada, Hujan Deras Diprediksi Landa Aceh Hari Ini

Next Post

Pemkab Aceh Tamiang Gelar Apel Pelepasan Satgas IPDN, Tandai Berakhirnya Penugasan Tiga Gelombang

Next Post
Pemkab Aceh Tamiang Gelar Apel Pelepasan Satgas IPDN, Tandai Berakhirnya Penugasan Tiga Gelombang

Pemkab Aceh Tamiang Gelar Apel Pelepasan Satgas IPDN, Tandai Berakhirnya Penugasan Tiga Gelombang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Rian Syaf Targetkan Demokrat Kembali Berjaya di Aceh Tengah

Rian Syaf Targetkan Demokrat Kembali Berjaya di Aceh Tengah

19/06/2026
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pidie Jaya Sambangi Purnawirawan: Pengabdian Tak Pernah Pensiun

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pidie Jaya Sambangi Purnawirawan: Pengabdian Tak Pernah Pensiun

19/06/2026
Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026
Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

19/06/2026
Kasus Potong Tangan di Aceh Besar, PMII Tolak Main Hakim Sendiri

Kasus Potong Tangan di Aceh Besar, PMII Tolak Main Hakim Sendiri

19/06/2026

Terpopuler

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

Rian Firmansyah Dorong Seniman Aceh Jadikan Budaya sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com