BANDA ACEH – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pengurus Daerah Aceh Besar menyoroti maraknya kasus pencurian yang terjadi di Gampong Lampineung, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, pada Senin (4/5/2026) dini hari. Aksi kriminal tersebut dilaporkan menyasar sejumlah rumah warga dalam satu malam dan menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat.
Ketua Umum KAMMI Aceh Besar, Muhammad Wudda Fauzan, menegaskan bahwa kejadian ini merupakan alarm serius bagi kondisi keamanan lingkungan di Aceh Besar. Ia menilai pola aksi pelaku yang menyasar banyak rumah dalam waktu bersamaan mengindikasikan adanya perencanaan yang matang.
“Kami melihat ini bukan sekadar pencurian biasa. Jika dalam satu malam banyak rumah warga dibobol, maka ini menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pengamanan lingkungan yang harus segera dibenahi,” ujar Wudda yang juga masyarakat Gampong Lam Hasan, Kec. Peukan Bada.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku melakukan aksinya dengan cara mencongkel pintu dan jendela rumah warga saat penghuni sedang terlelap. Sejumlah barang berharga seperti uang, perhiasan, dan perangkat elektronik dilaporkan hilang. Bahkan, salah satu aksi pelaku terekam kamera pengawas (CCTV), yang seharusnya dapat menjadi pintu masuk bagi aparat untuk mengungkap identitas pelaku.
KAMMI Aceh Besar menilai kondisi ini mencerminkan meningkatnya kerentanan keamanan masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan di malam hingga dini hari.
“Keamanan adalah hak dasar masyarakat. Negara melalui aparat penegak hukum wajib hadir memberikan rasa aman, bukan justru membiarkan masyarakat hidup dalam ketakutan,” tegasnya.
KAMMI Aceh Besar juga mengingatkan bahwa jika tidak ditangani secara cepat dan serius, kasus serupa berpotensi meluas ke wilayah lain.
Sebagai penutup, KAMMI Aceh Besar menyatakan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu keamanan masyarakat serta mendorong terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga Aceh Besar.











