BANDA ACEH – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh resmi menetapkan kabupaten/kota yang lolos tahapan penilaian administrasi dan berhak mengikuti klarifikasi lapangan pada ajang Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Provinsi Aceh Tahun 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Berita Acara Penilaian Administrasi Nomor 414.42/16/2026 yang ditandatangani tim penilai pada Rabu, 6 Mei 2026.
Kepala DPMG Aceh melalui surat bernomor 414.24/293/DPMG/2026 menyampaikan bahwa tahapan klarifikasi lapangan dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 24 Mei 2026. Sebelum pelaksanaan, DPMG Aceh juga akan menggelar rapat virtual bersama pemerintah kabupaten/kota peserta guna menyampaikan mekanisme verifikasi lapangan dan teknis pelaksanaan kegiatan.
Pada kategori Inovasi Alat TTG, terdapat enam inovasi dari berbagai daerah yang dinyatakan lolos ke tahap berikutnya. Keenam inovasi tersebut meliputi Alat Penyangrai Kombinasi Penggiling dari Kabupaten Nagan Raya, Automatic Water Filling Machine dari Kabupaten Pidie, Mesin Penghancur Cangkang Kerang dari Kabupaten Aceh Barat, Alat Pengepres Daun Gambir dari Kabupaten Aceh Utara, Mesin Bor Penggali Tanah Portabel dari Kota Banda Aceh, serta Mesin Penanam Biji-Bijian Tanpa Olahan dari Kabupaten Aceh Selatan.
Sementara itu, pada kategori Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek), tim penilai menetapkan enam Posyantek terbaik yang akan mengikuti klarifikasi lapangan. Posyantek tersebut yakni Harapan Nanggroe dari Aceh Barat Daya, Bukit Salju dari Aceh Tengah, Tunas Terampil dan Pilar dari Banda Aceh, serta Maju Bersama dan Harapan Kita dari Kabupaten Bireuen.
Tim Penilai Lomba TTG Provinsi Aceh Tahun 2026 terdiri atas sejumlah akademisi dan praktisi yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Aceh Nomor 400.10/294/2026. Tim tersebut diketuai oleh Dr. Ir. Zulfadhli, ST., MT., IPM, Sekretaris Drs. Wardana, M.Si, dengan anggota Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc Dr. Saiful Badli, SE., M.Si, Muhtadin, ST., MT, dan Faisal, S.IP., M.M.
Lomba Teknologi Tepat Guna merupakan agenda tahunan Pemerintah Aceh yang bertujuan mendorong lahirnya inovasi teknologi berbasis kebutuhan masyarakat serta memperkuat peran Posyantek dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi daerah. Pemerintah Aceh berharap inovasi yang dihasilkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan daerah berkelanjutan.[]










![[Opini] JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-06-at-15.09.56-350x250.jpeg)
