BANDA ACEH — Seniman Aceh Zulkifli atau yang akrab disapa Zul Kande menyoroti pelaksanaan Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) di Aceh, khususnya terkait dugaan pungutan biaya kepada peserta dalam ajang yang merupakan program nasional tersebut.
Menurut Zul Kande, Dinas Pendidikan sebagai penyelenggara harus menjaga pelaksanaan FLS3N tetap profesional dan tidak membebani peserta maupun sekolah.
Ia menilai, FLS3N seharusnya menjadi ruang pembinaan prestasi dan kreativitas siswa, bukan justru menimbulkan persoalan biaya di lapangan.
“Kalau ini program nasional tentu ada standarisasinya. Jangan sampai pelaksanaannya justru dinilai buruk dan membebani peserta,” ujar Zul Kande, Kamis (14/5/2026).
Ia menyebutkan, kualitas peserta dan dewan juri sebenarnya tidak diragukan. Banyak siswa Aceh memiliki kemampuan seni yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Karena itu, menurutnya, fokus utama penyelenggara seharusnya pada peningkatan prestasi siswa dan kualitas pelaksanaan kegiatan, bukan menambah beban biaya kepada peserta.
Zul Kande meminta Dinas Pendidikan Aceh melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pelaksanaan FLS3N, termasuk persoalan pungutan biaya yang dikeluhkan sejumlah pihak. Termasuk fasilitas standar ya g disiapkan untuk peserta.
Ia berharap ajang FLS3N benar-benar menjadi wadah pembinaan seni yang sehat, transparan, dan mampu melahirkan prestasi bagi pelajar Aceh di tingkat nasional.[]











