Banda Aceh – TNI AD merampungkan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda sepanjang 240 meter di Kabupaten Aceh Tamiang dan menjadi yang terpanjang di Indonesia.
“Di daerah ini puluhan tahun belum ada akses jembatan. Jembatan ini memiliki panjang 240 meter dengan kapasitas beban hingga 400 kilogram. Ini adalah solusi nyata bagi keselamatan dan ekonomi rakyat,” kata Danrem Lilawangsa, Aceh, Brigjen TNI Ali Imran, di Aceh Tamiang, Selasa.
Pernyataan itu disampaikan Brigjen Ali Imran saat meninjau jembatan gantung yang menghubungkan Desa Sekerak Kiri dan Desa Bandar Mahligai di Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang tersebut.
Ali Imran menyatakan bahwa jembatan sepanjang 240 meter ini merupakan jembatan gantung terpanjang di Indonesia. Pembangunannya merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto pascabencana banjir di Aceh.
Sebelum jembatan ini dibangun, kata dia, warga dan pelajar harus menggunakan perahu kayu atau menempuh jalur darat memutar selama satu hingga dua jam.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan gantung ini merupakan solusi bagi warga yang selama puluhan tahun terisolasi, dan harus bertaruh nyawa menggunakan perahu kayu atau memutar jalan darat.
“Kini mobilitas antardesa hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit,” ujar Brigjen Ali Imran.
Korem 011/Lilawangsa menargetkan pembangunan 252 titik jembatan. Hingga saat ini, 108 jembatan telah rampung 100 persen, mencakup jenis jembatan bailey, armco, gantung, hingga jembatan beton.
Sisanya masih dalam proses pengerjaan dan perencanaan demi memastikan seluruh pelosok Aceh terkoneksi dengan baik.











