Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

90 Mahasiswa Aceh di Sudan Butuh Perhatian Pemerintah

Admin1 by Admin1
21/04/2020
in Nanggroe
0
90 Mahasiswa Aceh di Sudan Butuh Perhatian Pemerintah

Sudan – Berbagai Negara saat ini sedang terserang Wabah Virus Corona COVID-19, akibat dari Virus Corona berbagai Negara  menerapkan penjagaan ketat untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona (COVID-19).

Mahasiswa Aceh di Sudan saat ini sedang menghadapi musibah virus Corona, sebagaimana diketahui bahwa wabah virus ini awalnya muncul dari Wuhan Cina dan sekarang sudah menyebar hampir ke seluruh Negara di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Sudan, Negeri dua nil di benua Afrika tempat mahasiswa Aceh menempuh pendidikan saat ini.

Mahasiswa dan mahasiswi dari Aceh saat ini berjumlah  sekitar 90-an orang yang terhimpun dalam organisasi Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Sudan dengan ketuanya Muammar Hanafiah Lc, mahasiswa program magister jurusan Hadis pada International University  of Africa.

Dimana kampus ini merupakan dominasi terbanyak tempat mahasiswa Aceh belajar saat ini, disamping kampus kampus lainnya di barbagai jenjang pendidikan dari S1, S2, dan S3 baik di dalam maupun luar Khartoum sendiri, seperti Bakht Al Rudha University di Dueim, University of Gezira di Wad Madani, Khartoum International Institute For Arabic Language, dan Omdurman Islamic University.

Sudan  juga merupakan salah satu negara yang sedang mengalami pandemik virus corona, setiap hari di beritakan bahwa korban yang terpapar semakin bertambah, meskipun sejak tanggal 18 Maret 2020 pemerintah sudah memberlakukan lockdown bandara dan memberlakukan jam malam untuk pembatasan aktifitas warga.

Sekarang meningkat menjadi lockdown total dan dilarang keluar rumah sejak Sabtu 18 April 2020 serta keadaan darurat dengan menerapkan sanksi bagi yang melanggarnya dengan nominal denda SDG 5.000 sampai SDG 20.000 atau berkisar Rp. 700.000 sd Rp. 2.800.000.

Muammar selaku ketua Kekeluargaan Mahasiswa Aceh (KMA) kepada media menjelaskan, “tentang kondisi Sudan dimana sejak terjadinya kudeta terhadap presiden Omar Bashir kemudian dilanjutkan oleh pemerintahan transisi, suasana politik dan ekonomi Sudan tidak stabil sehingga kerap terjadi demonstrasi, bentrok antara loyalis pemerintahan lama dengan transisi serta adanya upaya pembunuhan terhadap perdana menteri dan pejabat pemerintahan transisi.”

“Akibat dari ketidakstabilan politik dan ekonami serta wabah covid 19 ini, mengakibatkan harga barang melambung tinggi  bahkan para pedagang mengambil celah untuk memainkan harga sehingga sulit dijangkau oleh masyarakat,”kata Muammar Ketua KMA Sudan.

Lanjut Muammar, “bahkan kelangkaan bahan bakar kendaraan dan gas LPG untuk dapur bahkan kadang kami harus menggunakan arang untuk masak, kondisi yang demikian mengakibatkan kerawanan keamanan sehingga semakin meningkatnya kasus pencurian dan perampokan terjadi baik pada masyarakat umum maupun mahasiswa.

Menanggapi  keadaan tersebut,  KBRI Khartoum telah memberikan paket bantuan berupa sembako, perlengkapan kesehatan dan pulsa telepon kepada seluruh kekeluargaan di Sudan, termasuk kepada KMA.

Akan tetapi karena panjangnya masa Lockdown,  bantuan tersebut belum mencukupi karena kondisi yang demikian mengakibatkan kerawanan keamanan sehingga semakin meningkatnya kasus pencurian dan perampokan terjadi baik pada masyarakat umum.

Krisis ini diperparah dengan merebaknya wabah covid-19 yang semakin meluas bahkan terjadi rasisme terhadap warga asing khsusnya Asia, dikarenakan wabah ini awal munculnya di Asia, Wuhan Cina.

Jika penyebaran virus corona terus bertambah maka pemerintah Sudan akan sangat kewalahan dalam menghadapi dan mengatasi pandemik ini karena keterbatasan tenaga medis dan peralatan kesehatan.

Semenjak ditetapkan pasien pertama positif pada Maret 2020, Pemerintah Sudan dan  pihak Universitas meliburkan seluruh aktifitas Kampus hingga batas waktu yang tidak ditentukan, hal ini sangat berdampak pada keberlangsungan proses pendidikan dan keberadaan kami sebagai mahasiswa asing di Sudan.

“Sebelumnya kami juga sudah mengirimkan surat kepada Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Pimpinan DPRA untuk memohon perhatian dan bantuan akibat dari krisis dan dampak pandemik yang kami rasakan,”ujar Muammar Ketua KMA.

“Harapan kami kepada pemerintah Aceh, Dan DPRA dapat menyahutinya dan semoga Allah subhanahu wa ta’ala melindungi kita semua,” kata Tgk Akmaluddin, S.Hum selaku sekretaris KMA.

Previous Post

Pemkab Aceh Besar Diminta Transparan Kelola Rp48 Miliar Dana Penanganan Corona

Next Post

Ketua Fraksi PA: Ancaman Kelaparan Lebih Nyata dan Menakutkan dari Virus Corona

Next Post

Ketua Fraksi PA: Ancaman Kelaparan Lebih Nyata dan Menakutkan dari Virus Corona

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Personil Polantas Abdya Siaga jaga Kamseltibcarlantas saat Lebaran Idul Fitri

Personil Polantas Abdya Siaga jaga Kamseltibcarlantas saat Lebaran Idul Fitri

25/03/2026
Mayat Korban Banjir Kembali Ditemukan di Kebun Warga di Aceh Utara

Mayat Korban Banjir Kembali Ditemukan di Kebun Warga di Aceh Utara

25/03/2026
Usai Libur Idulfitri, Kakanwil Kemenag Aceh Minta Satker Pastikan Layanan Normal

Usai Libur Idulfitri, Kakanwil Kemenag Aceh Minta Satker Pastikan Layanan Normal

25/03/2026
Rusak Akibat Angin Kencang, Lima Keluarga Penghuni Huntara di Bener Meriah Direlokasi

Rusak Akibat Angin Kencang, Lima Keluarga Penghuni Huntara di Bener Meriah Direlokasi

25/03/2026
Apel, Halal Bi Halal dan Sidak Wali Kota Warnai Hari Pertama Kerja Diskominfotik Kota Banda Aceh

Apel, Halal Bi Halal dan Sidak Wali Kota Warnai Hari Pertama Kerja Diskominfotik Kota Banda Aceh

25/03/2026

Terpopuler

JK ke Iran–Gaza di Tengah Ancaman Perang, PMI Banda Aceh: Ini Pertaruhan Kemanusiaan

JK ke Iran–Gaza di Tengah Ancaman Perang, PMI Banda Aceh: Ini Pertaruhan Kemanusiaan

25/03/2026

Abang Samalanga dan Jejak Perebutan Kursi Ketua di DPR Aceh

90 Mahasiswa Aceh di Sudan Butuh Perhatian Pemerintah

Negosiasi Trump dengan Iran Tak Melibatkan Mojtaba Khamenei

Rusia Pantau Situasi Terbaru Iran, Sebut Ada Pernyataan Kontradiktif

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com