Banda Aceh – Ribuan pengunjung dari berbagai daerah dan termasuk turis asing memadati Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh guna menyaksikan berbagai koleksi tentang musibah yang melanda Tanah Rencong pada akhir 2004 silam.
“Kami datang ke sini bersama keluarga dan ikut membawa anak-anak guna memberikan edukasi langsung kepada mereka terkait musibah tsunami,” kata Cut Irma warga asal Aceh Barat di Banda Aceh, Sabtu.
Ia menjelaskan saat berkunjung ke Museum Tsunami Aceh anak-anak terlihat sangat antusias menyaksikan seluruh koleksi foto dan video yang dipamerkan dalam museum tersebut.
Hal senada juga disampaikan abrar warga asal Aceh Selatan yang juga datang bersama keluarga dalam rangka memanfaatkan momen Hari Raya Idul Adha untuk berlibur ke Banda Aceh.
“Kami ke sini dalam rangka liburan bersama keluarga yang kami isi dengan berkunjung ke Museum Tsunami Aceh dan paling khusus ke Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Tsunami Aceh, M Syahputra Azwar menyebutkan pada hari pertama pembukaan Museum Tsunami Aceh pascalibur Hari Raya Idul Fitri langsung diserbu pengunjung.
Ia menyebutkan total pengunjung pada Sabtu sebanyak 6.201 orang terdiri atas dewasa 4.724 orang, anak-anak 1.356 orang dan warga asing 121 orang.
Ia mengatakan Museum Tsunami Aceh mempertunjukkan berbagai koleksi benda, foto, dan video yang terkait dengan peristiwa tsunami 2004.
“Pertunjukan ini bertujuan memberikan gambaran peristiwa tragis tsunami lampau sebagai media pembelajaran di masa yang akan datang, serta memberikan edukasi mendalam mengenai dampak dahsyat dan upaya pemulihan yang telah dilakukan setelahnya,” katanya.










