Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Setelah “Poh Bandet”, Bang Gaes Rilis Lagu “Gas Beracun”, Suarakan Pencemaran Udara

Joe Samalanga by Joe Samalanga
05/06/2026
in Lintas Timur
0
Setelah “Poh Bandet”, Bang Gaes Rilis Lagu “Gas Beracun”, Suarakan Pencemaran Udara

ACEH TIMUR – Musisi sekaligus pegiat sosial asal Aceh, Maimunzir atau yang lebih dikenal dengan nama Bang Gaes, pelantun lagu “Poh Bandit”, kembali menghadirkan karya musik bernuansa kritik sosial. Kali ini, ia akan merilis lagu terbaru berjudul “Gas Beracun” yang mengangkat kisah dan penderitaan warga yang diduga terdampak pencemaran udara akibat aktivitas industri di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

Lagu yang dijadwalkan meluncur dalam pekan ini tersebut lahir dari pengalaman langsung Bang Gaes saat meliput berbagai peristiwa yang menimpa masyarakat. Ia mengaku tergerak setelah menyaksikan warga harus mengungsi, mengalami gangguan kesehatan, hingga mendapatkan perawatan medis akibat dugaan paparan gas beracun.

“Lagu ini terinspirasi ketika saya beberapa kali meliput warga yang harus mengungsi, bahkan dilarikan ke rumah sakit karena diduga terpapar gas beracun. Dari situ saya merasa perlu menyampaikan suara mereka melalui musik,” ujar Bang Gaes.

Melalui lirik yang kuat dan emosional, “Gas Beracun” menggambarkan suasana mencekam yang dirasakan masyarakat ketika udara yang seharusnya menjadi sumber kehidupan justru berubah menjadi ancaman. Bait-bait seperti ‘Setiap tarikan nafas rasa terbakar’ dan ‘Hidup dalam gempuran gas beracun’ menjadi representasi kegelisahan warga yang merasa kehilangan hak atas lingkungan yang sehat dan aman.

Tak hanya menyoroti dampak kesehatan, lagu ini juga memuat kritik sosial terhadap berbagai pihak yang dinilai kurang serius dalam melindungi keselamatan masyarakat dan lingkungan. Pesan tersebut disampaikan secara simbolik melalui lirik yang menggambarkan bagaimana ancaman itu muncul dari aktivitas manusia, bukan dari bencana alam.

Menurut Bang Gaes, musik memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan yang sering kali sulit didengar melalui jalur-jalur formal.

“Musik bukan hanya hiburan. Musik bisa menjadi suara bagi mereka yang tidak memiliki ruang untuk berbicara. Saya berharap lagu ini bisa membangun kesadaran bahwa pembangunan harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat,” katanya.

Dari sisi musikalitas, “Gas Beracun” hadir dengan balutan rock balada yang dipadukan dengan sentuhan piano bernuansa melankolis. Aransemen tersebut sengaja dipilih untuk memperkuat suasana duka, kecemasan, sekaligus perlawanan yang menjadi tema utama lagu.

Lagu ini merupakan hasil kolaborasi antara Maimunzir dan Safwan sebagai pencipta lagu. Maimunzir bertindak sebagai vokalis utama, didukung permainan gitar oleh Ebon, piano oleh Safwan, serta bass oleh Yus. Seluruh proses rekaman dan produksi dilakukan di Sultan Studio.

Melalui “Gas Beracun”, Bang Gaes berharap karya musik dapat menjadi medium refleksi bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup. Sebab, di balik setiap kepulan asap yang mencemari udara, terdapat kehidupan masyarakat yang harus dilindungi dan hak warga untuk menghirup udara bersih yang tidak boleh diabaikan.

Data Lagu

Judul: Gas Beracun
Cipta: Maimunzir & Safwan
Vokal: Maimunzir (Bang Gaes)
Gitar: Ebon
Piano: Safwan
Bass: Yus
Produksi: Sultan Studio
Jadwal Rilis: Minggu ini

Previous Post

Sinergi Eksekutif-Legislatif Sabang untuk WTP ke 14

Next Post

Mengenal Pimpinan Legislatif di Sabang

Next Post
Komitmen Legislatif Sabang Membangun Masyarakat yang Sehat ‘Jiwa dan Raga’

Mengenal Pimpinan Legislatif di Sabang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ardhiyanto Ujung: Aceh Singkil dan Subulussalam Sudah Layak Jadi Satu Dapil DPRA

DPRK Subulussalam Minta Pemko Tindaklanjuti Surat DPMG Aceh soal Calon Kepala Kampong Bawan

12/09/2026
Kwarcab Abdya Peringati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Usung Tema Swasembada Pangan

Kwarcab Abdya Peringati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Usung Tema Swasembada Pangan

12/09/2026
Penyaluran Jadup Korban Banjir Tahap Pertama Gelombang Satu di Aceh Timur Capai 99 Persen

Penyaluran Jadup Korban Banjir Tahap Pertama Gelombang Satu di Aceh Timur Capai 99 Persen

12/09/2026
Dinkes Banda Aceh Dampingi Penerapan LLTT di Gampong Jeulingke

Dinkes Banda Aceh Dampingi Penerapan LLTT di Gampong Jeulingke

12/09/2026
KUA di Aceh Besar Diserahterimakan, Layanan bukan Hanya Soal Asmara

KUA di Aceh Besar Diserahterimakan, Layanan bukan Hanya Soal Asmara

12/09/2026

Terpopuler

Setelah “Poh Bandet”, Bang Gaes Rilis Lagu “Gas Beracun”, Suarakan Pencemaran Udara

Setelah “Poh Bandet”, Bang Gaes Rilis Lagu “Gas Beracun”, Suarakan Pencemaran Udara

05/06/2026

Ini Nama Nama Lengkap Pejabat UIN Ar-Raniry yang Baru Dilantik

Demam Foto Jadul AI Melanda Jagat Maya, Termasuk Abdya

Kwarcab Abdya Peringati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Usung Tema Swasembada Pangan

Bupati Aceh Jaya Rotasi Empat JPT Pratama, Dorong Birokrasi Lebih Profesional

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com