Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar mendukung pengembangan pendidikan keagamaan di Aceh. Komitmen itu disampaikan saat menerima audiensi Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil yang menyampaikan sejumlah kebutuhan pengembangan madrasah, pesantren, dan fasilitas pendidikan keagamaan di daerahnya.
Ismail menyampaikan apresiasi atas bantuan sarana dan prasarana keagamaan yang selama ini telah diberikan Kementerian Agama kepada masyarakat Aceh Utara terutama pasca bencana yang melanda Aceh pada Desember 2025.
“Kami berterima kasih atas berbagai bantuan sarana dan prasarana keagamaan yang telah diberikan Kementerian Agama. Kami juga berharap Bapak Menteri dapat berkunjung ke Aceh Utara. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan sekitar 6 sampai 7 hektare untuk pengembangan fasilitas pendidikan keagamaan, termasuk rencana pengembangan pesantren yang dapat memperkuat pendidikan Islam di kawasan Samudra Pasai,” ujar Ismail. A. Jalil, Kamis (11/6/2026).
Menteri Agama menyatakan kesediaannya untuk mengunjungi Aceh Utara. Menag juga menyampaikan bahwa Aceh merupakan daerah yang memiliki kekuatan besar dalam bidang pendidikan keagamaan karena banyaknya madrasah dan pesantren yang berkembang di wilayah tersebut.
“Insya Allah saya akan berkunjung ke Aceh Utara. Kementerian Agama memiliki komitmen untuk terus mendukung pengembangan pendidikan keagamaan di Aceh karena daerah ini memiliki tradisi keislaman yang kuat serta jumlah madrasah dan pesantren yang sangat besar,” kata Menag.
Dalam audiensi itu, Bupati Aceh Utara juga menyampaikan kondisi sejumlah sekolah yang masih membutuhkan dukungan sarana pembelajaran. Menanggapi hal tersebut, Menag menjelaskan bahwa pembangunan dan pengelolaan sekolah umum negeri menjadi kewenangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sedangkan Kementerian Agama berfokus pada pendidikan keagamaan, diantaranya madrasah dan pesantren. Untuk pembangunan fisik satuan pendidikan keagamaan, pelaksanaannya dilakukan melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
Menag menambahkan, pemerintah saat ini telah mengalokasikan anggaran untuk sektor pendidikan di Aceh. “Untuk pendidikan di Aceh, anggaran yang dialokasikan saat ini mencapai sekitar Rp399 miliar melalui Kementerian Agama dan ditambah dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum sekitar Rp400 miliar. Bantuan ini akan diberikan secara bertahap, termasuk untuk mendukung kebutuhan sarana pendidikan,” jelasnya.
Selain pendidikan keagamaan, Menag juga mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan situs-situs sejarah Islam yang ada di Aceh. Menurutnya, upaya tersebut dapat diajukan kepada kementerian terkait agar memperoleh dukungan pembiayaan melalui APBN.
“Potensi sejarah dan peradaban Islam di Aceh sangat besar. Jika ada rencana pengembangan situs-situs sejarah, hal itu dapat diusulkan kepada kementerian terkait agar bisa mendapatkan dukungan yang lebih luas,” pungkasnya.










